
Ke esokan hari nya satria kembali mendatangi jenni di rumah sang bibi dan nampak jenni yang terkejut melihat keberadaan satria karna ia mengira jika lelaki itu sudah kembali ke ibukota kemarin.
" assalamualaikum cantik !" Ucap satria kepada jenni yang kebetulan sedang menyapu halaman karna bibi sumi sedang ke pasar pagi ini.
" Wa'allaikum salam !" Jawab Jenni lirih karna ia masih terkejut dengan keberadaan satria.
" Rajin banget sih pacar aku !" Ucap Satria lagi dengan wajah sumringah tapi itu tidak bertahan lama saat mendengar jawaban dari jenni.
" Ralat, mantan !" Jawab jenni dengan ketus menutupi kegugupan nya.
" hemm iya deh terserah kamu aja yang penting aku tetep anggap kamu kesayangan aku !" Ujar Satria dengan tampang tengil nya membuat jenni membuang pandangan ke arah lain karna ia selalu tidak tahan jika melihat wajah tengil Satria yang menggemaskan menurut nya.
" Mau apa lagi kamu ke sini !" Tanya jenni masih dengan nada ketus.
" Gak ngapa-ngapain, kan kemaren aku udah bilang kalo aku gak bakal nyerah sebelum kamu mau balik lagi sama aku !" Jawab Satria dan tanpa sepengetahuan lelaki itu jenni mengulum senyum karna bahagia mendengar jawaban nya itu.
" Buat apa balik sama kamu, bukan nya kamu udah sama dia jadi kamu udah gak butuh aku !" Cetus Jenni membuat hati Satria meringis mendengar nya.
" Maaf Beib, aku sama dia gak ada apa-apa!" Ucap Satria dan hanya di balas decakan oleh jenni.
" Beib !" Panggil Satria tetapi jenni pura-pura tidak mendengar.
Tidak lama kemudian mereka mendengar suara motor berhenti dan ternyata itu adalah bibi sumi yang baru saja kembali dari pasar dengan menaiki ojek langganan nya.
" assalamualaikum, eh ada nak satria. kok gak di suruh masuk sih Jen ?" Ujar Bik Sumi dengan beberapa kantong plastik di tangan nya yang berisikan sayuran.
" Wa'allaikum salam !" Jawab mereka berdua kompak.
" Gapapa bik saya juga baru sampe !" Lanjut Satria karna tidak ingin Jenni terkena omelan oleh sang bibi.
__ADS_1
Satria langsung membantu bibi sumi membawa kantong belanjaan nya begitu pun dengan jenni.
" Masuk nak Satria, biar di bikinin minum dulu. tadi bibi juga ada beli lontong sayur nih pasti nak satria belom sarapan kan ?" Ujar Bibi Sumi dengan wajah ceria membuat Satria mengembangkan senyum nya karna bibi dari jenni itu sangat welcome dengan nya.
" Makasih bik tapi gak perlu Repot-repot biar nanti saya sarapan di luar aja !" Jawab Satria menolak tawaran bibi Sumi karna ia tidak enak dengan wanita paru baya tersebut.
Jenni tidak peduli dengan celotehan satria dan ia pun melenggang menuju dapur untuk meletakan barang belanjaan yang tadi di beli oleh bibi sumi di pasar, dan kemudian ia kembali keluar dengan membawa dua buah mangkuk da tidak lupa dengan air minum nya.
" Kamu sarapan sama nak satria aja ya jen bibi mau ke belakang dulu, tadi bibi udah sarapan kok pas di pasar makan gorengan !" Ujar Bibi sumi panjang lebar sebelum jenni mengajukan protes nya bibi sumi sudah buru-buru kabur ke dapur.
Jenni menuangkan lontong sayur yang tadi di beli oleh bibi sumi ke dalam mangkuk tanpa mengeluarkan suara nya membuat satria bingung harus memulai obrolan seperti apa.
" Makan, setelah itu kamu bisa pulang !" Ujar jenni dengan suara datar nya dan jangan lupakan raut wajah nya yang terkesan dingin.
Satria ragu meraih mangkuk yang berisikan lontong sayur itu karna ia tidak pernah memakan makanan tersebut sebelum nya tetapi satria tidak ingin membuat jenni semakin marah pada nya jika ia tidak memakan makanan itu.
Dahi satria berkerut saat suapan pertama nya masuk dan indra perasa nya langsung mengecap demi memperjelas rasa dari makanan itu.
" Kenapa ?" Tanya jenni saat satria menghentikan makan nya padahal lontong sayur itu masih sangat banyak karna satria baru memakan nya satu suapan.
Satria menggelengkan kepala nya karna ia tengsin jika harus berkata jujur pada jenni kalau lontong sayur tersebut sangat pedas, satria tidak ingin jenni tau kelemahan nya karna selama satu tahun mereka pacaran jenni tidak pernah memaksakan kehendak kepada satria bahkan wanita itu cenderung selalu mengalah pada satria.
" Ya udah abisin kalo gapapa, kenapa di diemin !" Ujar jenni yang sebenar nya tidak tega melihat raut wajah satria yang sudah memerah menahan pedas.
Satria langsung kembali melahap makanan nya walaupun lidah nya sudah seperti terbakar tetapi semua itu ia lakukan demi jenni.
Jenni tidak tega dan akhir nya mengambil mangkuk tersebut dari tangan satria dan langsung memberikan air minum pada lelaki itu dan tidak menunggu lama satria pun langsung menghabiskan air putih itu.
" Udah tau gak kuat pedes masih aja maksain !" Gerutu jenni karna ia mengira jika satria akan menyerah tetapi ternyata lelaki itu tetap melanjutkan makan nya.
__ADS_1
" Gapapa kok, gak terlalu pedes juga !" Jawab Satria berusaha berkilah membuat jenni berdecak sebal mendengar nya.
" Ngeles aja, aku tau kalo kamu gak suka pedes !" Ucap Jenni membuat satria menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Maaf beib, aku nyerah deh gak kuat pedes banget !" Sahut satria yang akhirnya mengakui juga kalau ia tidak suka pedas.
" Aku ijin ke toilet ya beib !" Lanjut Satria karna ia merasakan perut nya yang mulai tidak enak.
Jenni mengangguk dan langsung beranjak untuk menunjukan letak kamar mandi pada satrria.
Setelah lelaki itu masuk ke dalam kamar mandi jenni menghela nafas nya panjang, merasa bersalah karna sudah mengerjai satria padahal ia tau jika lelaki itu tidak menyukai makanan pedas.
Tidak lama kemudian Satria keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah memutar dan keringat dingin mengalir dari dahi nya.
" Kamu Gapapa ?" Tanya jenni padahal jelas ia tau jika lelaki itu pasti sedang tidak baik-baik saja.
Satria hanya mampu menggelengkan kepala nya karna ia sedang merasakan sakit pada perut nya.
Tidak lama kemudian satria kembali merasakan sakit di perut nya dan ia segera masuk kembali ke kamar mandi.
Jenni panik melihat satria yang terburu-buru masuk kembali kedalam kamar mandi, ia segera menuju dapur untuk membuatkan teh hangat untuk lelaki itu.
Setelah teh nya jadi jenni langsung kembali menuju ruang tamu dan bersamaan dengan satria yang baru saja selesai menuntaskan hajat nya.
" Di minum dulu teh hangat nya biar perut nya lebih enakan !" Ujar jenni dan tanpa membantah satria pun segera meminum teh hangat tersebut.
" Makasih !" Ucap Satria saat ia sudah menghabiskan minum nya.
" Maaf !" Sahut jenni sambil menunduk merasa bersalah pada satria membuat senyum satria mengembang di bibir nya.
__ADS_1
❤️❤️
jangan lupa terus dukung karya echi ya para kesayangan terima kasih 🙏🙏🙏