
Satria nampak terdiam di balkon kamar nya karna sejak tadi ia terus memikirkan perkataan Adam yang nampak sangat kesal dengan tingkah laku nya, Satria menyesal telah menduakan jenni bukan karna wanita itu banyak kekurangan hanya saja iman nya lemah setelah ia bertemu kembali dengan mantan kekasih nya.
" Kenapa harus jadi kaya gini sih ?" Gumam satria pada diri nya sendiri seraya mengecek handpone nya yang biasa banyak sekali notif dari jenni tapi kini wanita itu bahkan sama sekali tidak mengabari nya.
Satria beranjak dari duduk nya dan segera menyambar jacket dan kunci mobil yang tergeletak di kasur nya, ia berniat ingin ke rumah jenni dan meminta maaf pada wanita itu dan berharap mereka bisa kembali melanjutkan kisah yang sudah ia rusak.
jantung satria berdegup dengan kencang perasaan bersalah terus saja menemani perjalanan menuju Rumah jenni, hati nya sedang ketar-ketir saat ini takut kalau jenni tidak mau memaafkan nya bahkan wanita itu sudah membenci nya saat ini.
" Jadi orang kenapa bego banget sih sat, kenapa harus terpesona lagi sama mantan, ahh kalo mommy tau bisa di cincang gue !" Maki nya pada diri nya sendiri, satria khawatir jika sampai sang mommy tau kalau ia sudah menyakiti jenni sebab wanita paru baya itu sudah sangat merestui hubungan mereka bahkan mommy Sinta tidak segan memarahi nya jika ia membuat jenni kesal apalagi ini, ia bahkan sudah mematahkan hati wanita itu.
" Bismillah semoga kamu mau maafin aku yang, janji deh abis ini gak bakal khilaf lagi !" Gumam satria seperti orang stress karna ia benar-benar merasa menyesal telah berselingkuh di belakang jenni walaupun ia belum sempat balikan dengan sang mantan hanya baru memulai pendekatan kembali tapi tetap saja ia salah.
Tidak lama kemudian satria sudah tiba di kediaman jenni dan nampak rumah itu sudah sepi karna sekarang waktu sudah menunjukan pukul 22,35 wib pasti semua penghuni rumah sudah beristirahat.
" Apa gak kurang ajar gue bertamu jam segini ?" Monolog satria ragu untuk turun dari mobil karna ia takut mengganggu tapi jika tidak di selesaikan malam ini maka ia yang akan menjadi tidak tenang.
Satria mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi jenni lebih dulu tetapi nomer wanita itu sudah tidak aktif, entah karna memang tidak bisa di hubungi atau nomer satria yang sudah di blokir.
Dengan menghela nafas panjang satria memantap kan langkah nya menuju rumah jenni.
Tok Tok Tok
Satria mengetuk pintu seraya mengucapkan salam tetapi tidak ada sahutan dari dalam dan bisa satria lihat jika lampu ruang tamu juga sudah mati.
__ADS_1
" ASSALAMUALAIKUM !" Ucap nya lagi tidak menyerah sampai akhirnya pintu itu terbuka menampakan sosok yang ia kenal.
" Malam pak maaf mengganggu waktu nya malam-malam, tapi saya ingin ketemu jenni karna ada urusan penting, apa jenni nya ada pak ?" Ucap Satria setelah ia lebih dulu menyalami bapak dari jenni tersebut.
" Gapapa kok nak satria bapak juga belum tidur, tapi maaf jenni nya gak ada karna tadi sore dia minta ijin buat kerumah bibi nya yang ada di bogor !" Sahut bapak firdaus selaku orang tua jenni.
Satria tersentak mendengar nya apa karna ia jenni pergi atau wanita itu sengaja ingin menjauh dari nya, tiba-tiba perasaan satria menjadi was-was takut kalau apa yang ia pikirkan menjadi kenyataan.
" Emm maaf pak boleh saya minta alamat bibi nya jenni ?" Tanya satria sungkan karna ia takut bapak nya jenni akan curiga walaupun mereka cukup dekat karna jenni dan satria yang sudah pacaran selama kurang lebih satu tahun.
" Oh boleh sebentar bapak catat dulu !" Jawab bapak jenni lalu berlalu masuk dan tidak lama ia kembali dengan membawa secara kertas dan langsung memberikan nya kepada satria.
" Terima kasih pak !" Ucap Satria saat menerima kertas tersebut dari tangan bapak firdaus.
Satria memandang kertas tersebut dengan perasaan kacau, entah apa yang ia pikirkan yang jelas saat ini satria sedang kalut jika saja jenni tidak mau memaafkan nya.
" Ya udah kalau begitu saya pamit dulu ya pak, dan mohon ijin besok saya ingin menyusup jenni ke rumah bibi nya !" Ujar satria sambil berdiri dari duduk nya di ikuti oleh pak firdaus.
" Kok cepet banget nak satria, bapak aja belum bikinin minum buat kamu !" Sahut pak firdaus membuat satria tersenyum kecil.
" Gapapa pak udah malam juga besok saya mau menyusul jenni pagi-pagi !" Ucap satria membuat pak firdaus menganggukan kepala nya.
" Ya udah kalau begitu biar bapak kabarin bibi nya jenni dulu kalau kamu mau ke sana !" Jawab pak firdaus dan reflek satria menggelengkan kepala nya tanda menolak.
__ADS_1
" Gak usah pak biar jadi kejutan buat jenni !" Ujar satria berbohong karna sebenar nya ia takut jika jenni akan menghindat bila tau diri nya akan datang.
" Oalah mau buat kejutan toh !" Goda pak firdaus lagi-lagi membuat satria tersenyum kecil terkesan sendu.
" Ya udah kalau gitu saya pamit ya pak, assalamualaikum !" Ujar Satria seraya mencium punggung tangan pak firdaus dengan takzim.
" Wa'allaikum salam, hati-hati di jalan nak satria !" Jawab Pak firdaus dan diangguki oleh lelaki itu.
Setelah mobil satria menghilang dari pandangan pak firdaus kembali masuk ke dalam Rumah, sebenar nya ia sudah mengetahui permasalahan sang anak dengan kekasih nya itu karna jenni tidak pernah menutupi apapun kepada kedua orang tua nya dan sebagai orang tua dan seorang lelaki pak firdaus tidak ingin menghakimi satria maka dari itu ia sengaja membiarkan satria menyusul jenni ke kampung sang bibi agar masalah mereka bisa selesai dengan baik, karna pak firdaus bisa melihat penyesalan di mata satria maka dari itu ia memberi izin satria untuk menyusul sang anak.
Di dalam mobil satria terus saja memandang secara kertas yang di berikan oleh pak firdaus tadi,.perasaan nya galau dan ia takut jika jenni akan semakin marah jika tau ia menyusul nya ke kampung halaman sang bibi, tetapi satria tidak peduli bahkan ia siap jika harus di gebukin oleh warga sekampung jika jenni melaporkan yang tidak-tidak yang terpenting ia bisa mendapat maaf dari wanita itu.
" Bismillah semoga allah masih percaya aku buat bersama kamu, maafin aku beb aku janji setelah ini aku gak akan sia-siain kamu lagi !" Gumam satria tanpa sadar ada air yang mengalir dari pelupuk mata nya.
" Cengeng !" Cibir satria pada diri nya sendiri.
❤
❤
❤
***jangan lupa dukung terus karya othor ya biar makin semangat up nya dan tinggalkan jejak kalian terima kasih 🥰🙏
__ADS_1
Luv yu ❤❤❤***