
Ke esokan hari nya satria langsung bergegas menuju Bogor untuk menyusul jenni dan meminta maaf pada wanita itu walaupun nanti nya jenni sudah tidak mau lagi dengan nya setidak nya jenni sudah memaafkan diri nya.
" Mau kemana pagi-pagi gini udah rapih ?" Tanya mommy sinta dengan heran pasal nya saat ini waktu baru menunjukan pukul 6 pagi.
" Mau ke bogor !" Jawab Satria singkat tanpa menjelaskan maksud kepergian nya ke bogor untuk menyusul jenni yang sedang marah pada nya, bisa habis satria jika sampai sang mommy tau ia menyakiti jenni.
" Ngapain ke bogor, perasaan daddy gak ada bilang kamu ada kerjaan di sana ?" Tanya mommy sinta lagi dengan menatap satria penuh intimidasi karna ia bisa melihat gelagat mencurigakan dari sang anak.
Satria menghela nafas nya kasar mendengar pertanyaan Sang mommy yang tidak mudah di bohongi oleh nya dan sang Daddy maka dari itu mau tidak mau satria pun harus jujur kepada mommy sinta.
" Mau nyusul jenni !" Jawab satria dan langsung mommy sinta tangkap arti dari kata itu.
PLAK
seketika punggung satria terasa panas akibat tabokan yang mommy sinta berikan tanpa bisa ia menghindar lebih dulu.
" Kamu apain calon menantu mommy hah ?" Tanya mommy sinta menatap garang sang anak.
" Khilaf mom, sat janji deh abis ini gak bakal berulah lagi !" Sahut satria dengan tampang memelas tetapi itu tidak membuat mommy sinta iba pada nya.
" Terus, terus aja kamu sakiti jenni. lama-lama mommy jodohin juga si jenni sama sepupu kamu si alshad biar engga makan hati terus pacaran sama kamu yang playboy kaga punya akhlak !" Oceh mommy sinta membuat satria meringis pilu.
" Janji mom ini yang terakhir abis itu Sat bakal lamar jenni dan halalin dia!" Ucap satria memelas.
" Heran mommy dulu waktu hamil kamu tuh mommy ngidam apa sih bisa ampe nyebelin gini yang keluar !" gerutu mommy sinta semakin membuat satria meringis.
" Ya mana sat tau mom kan yang hamil mommy bukan sat !" Jawab satria yang mulut nya emang sebelas dua belas dengan rem blong.
" Terus aja Jawab !" Sentak mommy sinta membuat satria cengengesan.
" Pokok nya mommy gak mau tau, kalau sampe jenni kenapa-napa gara-gara kamu awas aja kamu !" Lanjut Mommy sinta penuh ancaman membuat satria menelan saliva dengan susah payah mendengar nya.
__ADS_1
" Iya mom, maka nya doain biar jen mau maafin sat !" Pinta satria hanya di balas dengusan sebal oleh mommy sinta.
" Apa sih pagi-pagi dah ribut aja !" Ucap Daddy satya yang tiba-tiba nongol sepaket dengan muka bantal nya.
" Ini lagi bukan ke kamar mandi dulu, tuh iler kemana-mana !" Omel Mommy sinta membuat Daddy satya mengernyit heran.
" Loh kenapa Daddy juga yang kena omelan ?" Ucap Daddy satya pelan tapi mampu terjangkau oleh indra pendengaran mommy sinta yang tajam.
" kenapa-kenapa, masih pake Tanya lagi. gak anak gak bapak sama-sama gak pernah sadar diri !" Oceh mommy sinta.
" Awas kamu sampe gak bawa pulang jenni !" Lanjut Mommy sinta seraya menatap tajam satria dan Daddy satya bergantian setelah itu wanita paru baya yang masih terlihat cantik di usia yang sudah memasuki setengah abad itu berlalu menuju dapur untuk membuat sarapan.
" Kenapa sih ?" Tanya Daddy satya pada sang anak dan hanya di balas gedikan bahu acuh oleh satria karena lelaki itu malas untuk menjelaskan kembali yang ada ia malah semakin kesiangan kalau harus menjawab pertanyaan Daddy satya.
" Sat berangkat dad !" Pamit Satria sambil menyalami punggung tangan Daddy satya dengan takzim kemudian ia pun berlalu keluar rumah untuk melaksanakan niat nya menyusul jenni.
" Lah di tanya malah kabur !" Gerutu Daddy satya kemudian ia pun berlalu menuju dapur untuk menyusul istri tercinta nya.
❤️❤️
akhirnya satria tiba di rumah sederhana namun sangat terlihat keasrian nya karna masih banyak pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah itu.
Satria menatap ragu bangunan di depan Nya dan ia masih belum berani turun dari mobil karna takut jika nanti jenni tidak mau menerima kembali kehadiran nya.
" Jangan jadi pengecut Sat, elu yang mulai elu juga yang harus menyelesaikan !" Gumam nya sebagai penyemangat.
Dengan langkah mantap satria pun turun dari mobil dan berjalan menghampiri rumah bercat kuning tersebut.
" ASSALAMUALAIKUM !" Ucap nya dengan suara lantang dan tidak menunggu lama pintu rumah itupun terbuka langsung menampilkan wanita paru baya yang satria tebak itu adalah bibi dari jenni.
" Permisi, apa benar ini rumah buk sumiati adik dari pak firdaus !" Tanya Satria dan di angguki oleh wanita itu.
__ADS_1
" Iya benar saya sendiri, ada perlu apa ya den ?" Sahut Bik sumi.
" Maaf mengganggu waktu nya Buk, saya kesini karna mau bertemu jennj kata pak firdaus jenni berada di sini !" Ucap Satria langsung pada inti nya.
" Ohh temen nya jenni, ayo silakan masuk biar bibi panggilin dulu jenni nya!" Sahut bik sumi dan mempersilakan satria untuk masuk.
Satria mengikuti langkah bik sumi menuju ruang tamu sederhana milik nya walaupun begitu satria nampak terlihat nyaman karna rumah nya yang bersih dan rapih.
" Silakan duduk dulu, biar bibi bikinin minum sekalian manggil jenni nya !" Ucap Bik sumi dan diangguki oleh satria.
" Terima kasih bik, maaf merepotkan !" Sahut satria dan di balas senyum oleh bik sumi.
" Gak ngerepotin kok, ya udah bibi ke belakang dulu kalau gitu !" Pamit bik sumi dan berlalu menuju ke dapur.
Satria duduk di sofa yang sudah terlihat lusuh namun masih nyaman untuk di duduki oleh nya, satria memandangi setiap sudut rumah bik sumi yang nampak bersih dan rapih seketika pikiran nya traveling dan berharap jika nanti ia menikah dengan jenni, satria ingin menua di rumah seperti ini dengan lingkungan yang masih alami dan jauh dari polusi seperti di ibukota.
Lamunan satria buyar saat mendengar suara yang sangat ia rindukan sejak kemarin.
" Satria !" Panggil jenni dengan mimik wajah yang sulit satria tebak pasal nya jenni hanya memasang wajah datar saja.
" Jen !" Ucap satria seraya berdiri dari duduk nya dan berusaha tersenyum pada jenni walaupun wanita itu memasang wajah datar pada nya.
" ada perlu apa cari aku ?" Tanya jenni langsung to the point membuat satria kembali di landa rasa gugup.
" Jen aku ke sini mau minta maaf sama kamu !" Ucap Satria langsung pada inti nya dan jenni pun spontan melihat ke arah nya.
" Minta maaf ?" Tanya jenni dan di angguki oleh satria.
❤️❤️
❤️❤️
__ADS_1
...***JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG KARYA OTHOR YA PARA KESAYANGAN, TERIMA KASIH 🙏🥰...
LUV YU ❤️❤️❤️***