Ketulusan Hati

Ketulusan Hati
63


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Arham membuka pintu rumah orang tuanya.


"Wa'alaikumusalam, wah cucu nenek sudah sampai rupanya. Sini nenek gendong, aduh makin berat aja" ucap Hesti mengambil alih Ara dari Dara.


"Ma, Arham bawa Dara kekamar sebentar. Dara sudah kelelahan" ucap Arham. Hesti mengangguk tanda setuju.


"Ayok" ajak Arham pada Dara, Dara pun mengangguk dan mengikuti langkah Arham.


Langkah Dara terhenti saat berpapasan dengan seorang pria yang ia kenal, Dara langsung menunduk dan kembali berjalan mengikuti Arham.


"Tidur lah, biarkan Ara dengan mama. Jangan takut, aku akan tidur diatas sofa" ucap Arham.


"Aku keluar dulu" ucap Arham, namun Dara menahan lengan Arham.


"Em, yang tadi itu siapa?" tanya Dara.


"Ilham, adikku" ucap Arham menatap wajah Dara yang terkejut, Dara terlihat gusar.


"Ada apa?" tanya Arham.


"Ti...tidak ada" ucap Dara langsung melepaskan tangan Arham.


"Ya sudah, istirahat lah" ucap Arham yang langsung keluar dari kamar, sedangkan Dara masih diam mematung karena memikirkan sesuatu.


"Bagaimana bisa dia adiknya pak Arham?" ucap Dara duduk ditepi ranjang. Dara mengigit bibirnya, ia masih mengingat jika Ilham selalu menemui dirinya di kampus.


"Apa yang kamu pikirkan Dara, Astagfirullahal'azim" ucap Dara menghela napas gusar. Dara bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai shalat Isya, Dara keluar dari kamar karena kantuknya sudah menghilang.


"Loh tidak jadi tidur?" tanya Hesti saat melihat Dara hendak bergabung.


"Setelah shalat Dara tidak mengantuk lagi, jadi Dara ikut bergabung" ucap Dara duduk di sebelah Arham.


"Bagaimana keadaan papa?" tanya Dara pada Gilang.


"Lumayan membaik, apalagi melihat cucu papa yang semakin besar" ucap Gilang mencium Ara dengan gemas, Dara yang mendengar itu langsung tersenyum. Lalu tak lama Ilham datang dan ikut bergabung, ia duduk di sebelah Gilang. Ilham mencubit pelan pipi Ara, hal itu tak luput dari padangan Dara. Arham yang sadar akan hal itu langsung merangkul pinggang Dara, sontak Dara terkejut dan hampir berteriak.


"Apa yang bapak lakukan?" bisik Dara menatap Arham lekat.

__ADS_1


"Suami kamu disini, bukan disana" ucap Arham tanpa melihat Dara, Dara mengernyit bingung dengan ucapan Arham.


"Jangan melihat pria lain saat aku ada disampingmu" ucap Arham dengan memasang wajah datarnya. Dara yang melihat itu bukan takut, justru ia tertawa karena menurutnya wajah Arham sangat lucu. Semua orang langsung menatap Dara bingung, Dara yang baru menyadari hal itu langsung terdiam.


"Maaf" ucap Dara menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu minat maaf, kami senang melihat kamu tertawa bahagia seperti itu" ucap Gilang, Dara yang mendengar itu langsung menatap Gilang dan tersenyum.


"Pah, ma... Ada yang ingin Ilham sampaikan" ucap Ilham yang mulai ikut bicara.


"Ada apa?" tanya Gilang menatap putra bungsunya.


"Besok Ilham akan melamar seseorang, Ilham harap papah dan mama setuju" ucap Ilham menatap kedua orangtuanya. Dara dan Arham sangat terkejut dengan pemaparan Ilham.


"Mama tidak salah dengar?" tanya Hesti.


"Tidak Ma, Ilham ingin langsung melamar wanita itu karena Ilham tidak ingin orang lain mendahului Ilham" ujar Ilham, Arham yang mendengar itu sedikit merasa tersindir.


"Bagus lah, mama setuju. Papa bagaimana?" ucap Hesti begitu semangat.


"Kamu yakin? Kamu masih kuliah dan belum bekerja, apa yang akan kamu berikan pada istrimu?" tanya Gilang yang ingin tahu kesungguhan Ilham.


"Ilham tahu pah jika Ilham memang tidak memiliki apa-apa. Tapi Ilham akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan istri Ilham, Ilham sudah membuat sebuah kafe kecil tanpa sepengetahuan papa. Maaf pah, Ilham menggunakan uang papa yang papa berikan untuk uang jajan Ilham" ujar Ilham yang berhasil membuat semuanya terkejut.


"Baik pah, besok malam siapkan diri kamu" ucap Arham menatap Ilham, Ilham tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Siapa nama gadis itu?" tanya Hesti begitu penasaran.


"Mama akan tahu nanti, biarkan itu menjadi kejutan" ucap Ilham.


"Baiklah, berarti mama harus sabar" ucap Hesti dengan nada kecewa.


"Sabar Ma, anak kita tidak akan mengecewakan kita" ucap Gilang yang disambut tawa oleh semua orang. Lalu mereka pun terhanyut dalam obrolan kecil yang sesekali diselangi oleh canda dan tawa.


***


Arham membuka lemari yang sudah lama tak tersentuh. Ia mengambil sebuah selimut dan berjalan menuju sofa. Dara yang baru selesai menidurkan Ara pun menatap gerak gerik Arham.


"Tidurlah, ini sudah malam" ucap Arham merebahkan tubuhnya diatas sofa, Dara tak menjawab ucapan Arham. Ia duduk diujung ranjang sambil menatap Arham yang mulai memejamkan matanya. Dara menggit bibirnya karena merasa bersalah pada Arham, Dara sangat ingin menyuruh Arham untuk tidur diatas kasur. Tapi keberanian Dara sama sekali tidak muncul, ia masih setia berdiam diri menatap Arham yang tertidur di atas sofa.

__ADS_1


'Istri macam apa aku ini membiarkan suami tidur di sofa yang sempit' batin Dara.


Setelah lama berfikir, akhirnya Dara memutuskan untuk menyuruh Arham tidur dikasur bersamanya. Dara berjalan dengan pelan mendekati Arham yang sudah terlelap. Dengan gemetar tangannya terulur untuk membangunkan Arham.


"P... Pak" panggil Dara menyetuh lengan Arham, Arham yang terkejut langsung membuka matanya.


"Tidur disana aja, Dara tidak apa-apa. Disini sangat sempit" ucap Dara dengan gugup. Arham menatap Dara dengan intens, lalu ia bangun dari tidurnya.


"Baiklah" ucap Arham langsung bangun dan berjalan menuju kasur. Arham merebahkan tubuhnya karena memang sudah sangat lelah. Dara hanya bisa mengigit bibirnya, ia berjalan menuju ranjang dan tidur disebelah Arham yang kosong. Jantung Dara berpacu sangat cepat hingga menimbulkan sedikit nyeri. Sebuah lenguhan keluar begitu saja dari bibirnya. Hal itu tak luput dari pendengaran Arham, Arham yang tadinya sudah menutup mata kini kembali terbangun.


"Ada apa?" tanya Arham.


"Ti...tidak ada, hanya akhh" ucapan Dara terpotong karena detak jantungnya semakin cepat, Dara menyetuh dadanya yang terasa sesak.


"Apa kamu membawa obat?" tanya Arham, Dara mengangguk. Arham langsung bangun dan membuka tas milik Dara.


"Minum lah" ucap Arham membantu Dara bangun.


"Tapi bagaimana jika Ara bangun dan haus?" tanya Dara dengan napas sedikit tersenggal.


"Kita akan buatkan susu untuknya, minumlah." ucap Arham memberikan obat dan air minum pada Dara.


"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Dara yang langsung meminum obatnya dengan susah payah.


"Tidurlah, kamu sangat lelah mengurus Ara seharian" ucap Arham, Dara mengangguk dan langsung merebahkan dirinya. Namun Dara terlihat tidak nyaman dengan posisi tidurnya karena jantungnya kembali berpacu.


"Tudur disini, ini lebih tinggi" ucap Arham menyuruh Dara tidur di dadanya. Dara menatap Arham, namun tak lama ia menuruti ucapan Arham. Dara menyandarkan kepalanya di dada bidang Arham dengan ragu, namun saat kepalanya menyetuh dada Arham ia merasa sangat nyaman. Dara bisa mendengar suara detak jantung Arham yang terdengar begitu jelas, namun suara itu malah membuat Dara mengantuk dan akhirnya tertidur.


"Selamat malam" ucap Arham mencium pucuk kepala Dara, lalu ia pun ikut memejamkan matanya dan ikut masuk kealam mimpi.


Bersambung...


--------------------------------------------------


Hy reader's kuh yang kece, maaf ni aku baru sapa kalian. Makasih udah selalu setia untuk nunggu kelanjutan dari ceritanya. Maksih juga udah ngikutin dari awal hingga sekarang, like, komentar kalian selalu buat aku semangat buat terus nulis.... Tapi,,,, aku mau minta maaf nih mungkin juga bakal buat kalian kecewa.... 😢😢


Maaf guys,,, mungkin dari mulai hari ini aku bakal jarang Up, sorry aku sekarang lagi sibuk magang untuk 3 bulan kedepan. Tapi dalam seminggu aku bakal usahain buat Up kok. Doakan semoga magang aku lancar ya?? Supaya aku juga bisa selalu update walaupun gak tiap hari. Maksih nih buat yang selalu setia untuk nunggu... 🙏🙏


Aku juga minta doa kalian supaya aku cepat lulus kuliah dan selalu nemenin n bisa buat cerita menarik buat kalian 🙏🙏🙏

__ADS_1


Follow aja ig aku yah @desihnurani324 kalau kalian mau kenalan atau mau kasih kritik n saran buat cerita aku...


Sekali lagi aku ucapin terimakasih dan maaf buat kalian semua... 😍😍🙏🙏🙏


__ADS_2