Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 34


__ADS_3

Keduanya terlihat cukup canggung ketika harus bersentuhan seperti itu, apalagi degup jantung King yang begitu tidak stabil jika harus bertatap langsung dengan kedua mata Alona.


"Maaf King." ucap Alona kikuk.


"Nggak papa, maaf kalau aku salah menangkapmu tadi." sahut King lebih canggung dan serba salah.


"Apa yang kau katakan King, jika kau tidak menangkap ku tadi maka tubuhku akan terbentur dengan batu taman itu." ujar Alona memberikan alasan agar King tidak merasa canggung.


King akhirnya menyadari apa yang telah dilakukannya adalah pilihan yang tepat.


"Masuklah, mami sudah menunggu kalian!" timpal Jack dengan acuh dan datar.


Kedatangannya sangat tidak terduga, tiba-tiba melintas begitu saja di hadapan keduanya. Alona yang terkejut hanya menatap Jack dengan semua sikap dinginnya.


*


*


*


"Dari mana saja kalian, hingga selarut ini pulang?" tanya Neli dengan kesal mengangkat kipas miliknya.


"Maafkan aku bos, tadi dijalan sempat mengganti ban serep karena ban satunya telah begitu tipis dan bocor."


"Kebetulan, kami juga begitu jauh dari bengkel tadi." tutur King mencoba menutupi segalanya.


"Oh, apa iya?"


"Sayang, bukankah semua ban itu selalu kau rawat setiap bulannya?" tanya Neli pada Jack.


Tapi ia sama sekali tak menanggapi perkataan Neli, dan hanya terus memandangi keduanya dengan kesal.


"Baiklah, pergi kalian berdua dari sini." usir Neli dengan geram.


Saat itu baik Alona dan King telah melanggar peraturan rumah Neli, tak ada seorangpun yang akan berani melanggar peraturan jam pulang dirumah itu.


"Aku tahu kau tengah berbohong padanya!" terka Jack pada King.


King yang tengah membereskan seluruh isi mobil sekali lagi dibuat terkejut oleh tingkahnya yang muncul dimana-mana.


"Apa iya dia mengetahui segalanya?"


"Tapi Jack tidak berbicara apapun tadi dihadapan mami Neli,"


"Apa jangan-jangan ia juga berpihak pada Alona?" jelas King yang tengah berdialog dengan dirinya sendiri.


Sejak kejadian hari itu, baik King ataupun Jack sama-sama menjaga jarak dan mengambil sikap disetiap kesempatan bersama dengan Alona.


Keesokan harinya.


Tepat pukul 4 sore petang, Alona sudah bersiap untuk segera pergi menemui tamunya. Kali ini ia harus siap melayani tamunya itu di rumah pribadinya. Dengan kata lain, hal buruk itu akan disaksikan juga dengan istri tamunya tersebut.

__ADS_1


10 menit sebelum keberangkatannya, ia melihat seorang anak gadis yang bisa dibilang masih belia tengah diseret oleh ibunya dengan paksa.


"Tidak bu, hentikan!" teriaknya sambil merengek berulang kali.


Ia mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari tangan sang ibu.


"Aku tidak akan melepaskan mu, tidak ada cara lain untuk melunasi hutang kita padanya." ujar seorang ibu bertubuh cukup gemuk.


Anak gadis itu berusia sekitar 18 tahun, memiliki postur tubuh ideal serta rambut panjang menjuntai.


Alona masih menatap keduanya yang masih saja riuh dan kini telah masuk kedalam rumah Neli.


"Nyonya, ambilah anakku!"


"Hanya dengan ini aku bisa melunasi hutangku padamu." jelas wanita yang masih kelihatan cukup muda.


Alona terkaget dengan wajah menegang.


"Apa dia gila, ia menyerahkan putrinya sendiri dengan sukarela!" Alona berdialog dengan dirinya sendiri.


"Tidak bu, aku mohon bawa aku pulang ..." rengeknya sambil terus bersimpuh di kaki sang ibu.


Wanita itu sama sekali tidak bergeming, hanya menatap kesal wajah sang anak yang sama sekali tak mengerti keadaan genting yang tengah dihadapinya.


"Apa dia masih perawan!" tanya Neli dengan acuh.


"Masih nyonya, aku jamin!"


"Apa aku bisa mempercayai dirimu?"


Mendengar keraguan Neli, gadis tersebut mencoba memberontak sekuat tenaganya agar ia tak jadi diterima disana.


"Tidak nyonya, aku sudah tidak perawan lagi. Aku telah tidur dengan banyak lelaki ..." jelas nya dengan gagap menatap wajah Neli bergantian dengan ibunya.


Neli tertawa sejadi-jadinya ketika mendengarkan rengekan gadis itu tiada hentinya.


"PLAKK." satu tamparan begitu keras dan panas menghujam ke pipinya dengan cepat. Bahkan menyisahkan bekas tanda merah disana.


"Tutup mulutmu!" teriak sang ibu.


"Ck."


"Mau kau perawan atau bukan, itu bukan urusanku. Terpenting bagiku adalah, seberapa mahal dirimu dibayar oleh tamu mu nanti." imbuh Neli dengan berdecak.


"Anakmu sendiri telah mengakui jika dia tidak perawan lagi, maka aku putuskan hutangmu masih belum terlunaskan." imbuh Neli dengan kejam.


Neli sendiri cukup terkenal kejam ketika harus berurusan dengan uang, dia bisa saja membabi buta jika seseorang telah mempermainkan dirinya dengan hartanya.


"Tapi nyonya ..." suara wanita itu terhenti seketika sesaat Neli mengangkat tangannya dengan cepat.


"King, bawa dia masuk kedalam!" perintah Neli.

__ADS_1


Dan kali ini adalah hal pertama bagi King, ia harus berurusan dengan gadis itu di saat keadaan hatinya begitu buruk.


Masih dengan wajah yang shock dan sedikit berkeringat, King begitu gugup harus berbuat apa.


"KING!" sentak Neli yang sudah sangat tak sabar dengan cara kerjanya yang lamban.


"Baik bos!"


Ia pun mencoba membangunkan tubuh gadis itu dengan keadaan memberontak. Dirinya terus merengek ketika King dengan cepat mendekap tubuhnya untuk dibawa masuk kedalam sebuah kamar.


"Maafkan aku, tapi tolong masuklah ke sini." ucap King dengan sopan.


Menyadari bahwa masih ada sisi baik dalam diri King, gadis tersebut berhenti seketika untuk melakukan pemberontakan.


"Dia sudah saya kunci didalam nyonya!" jelas King sambil memberikan kunci kamar.


"Pergilah, kali ini urusanku denganmu telah usai !" usir Neli pada ibu gadis tersebut.


Dirinya pun pergi dengan hati yang gundah , maksud hati ingin memberikan sang putri dengan paksa agar terlunasi segala hutangnya. Kini justru berbalik bagaikan boomerang, hutang itu masih belum terluasi seutuhnya bahkan masih ada kemungkinan untuk berbunga fantastis lagi.


Sedangkan didalam rumah, Alona masih setia menunggu perintah Neli untuk berangkat dengan siapa sore hari itu.


"Jack, bawa dia untuk menemui tamunya!"


Neli memberi isyarat pada Jack untuk mengantarkan Alona.


"Dan kau, segera masuk kedalam kamar gadis itu. Cobalah ia sebelum tamu pertamanya membayar dirinya!" jelas Neli santai tapi bernada tegas.


Alona yang saat itu berjalan hampir keluar dari pintu, sejenak menghentikan langkahnya. Seakan tak percaya dengan apa yang diperintahkan Neli untuk King.


Apalagi King, bagaikan tersambar petir di sore hari. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa ia juga akan melakukan hal mengerikan itu untuk pertama kali dalam sejarah hidupnya.


"Coba?" ucap King menirukan perlahan perkataan Neli.


"Yah, cepat apalagi yang kau tunggu disana!" bentak Neli .


Sementara Alona segera masuk kedalam mobil bersama Jack. Masih dengan perasaan yang begitu terkejut dan bimbang memikirkan nasib pilu King ia mencoba mengatur nafasnya berulang kali didalam mobil.


"Ada apa?"


"Apa kau terkejut!"


"Semua pekerja lelaki dirumah mami pasti akan merasakan hal itu, jadi tidak perlu kau mengkhawatirkan nasibnya."


"Tenanglah dia akan bersenang-senang malam ini dengan gadis itu!"


Jelas Jack yang tak kalah mencengangkan bagi Alona.


Bersambung ❤️


......................

__ADS_1


...Mampir kesini juga yuk ❤️...



__ADS_2