
"PLAKK!"
Tamparan keras Alona, begitu membekas diwajah King sesaat.
Dengan derai air mata yang tak lagi terbendung, Alona menunjuk wajah King dengan suara bergetar.
"Lantas apa bedanya dirimu denganya?"
"Kau menipuku dengan cara licik dan murahan ini, apa dirimu sadar hah!" teriaknya beberapa kali dengan perkataan penuh penekanan.
King mendekat dan mencoba meraih tubuh Alona untuk menenangkan wanita yang kini telah bersuami itu.
"Tenanglah, aku berjanji padamu. Apapun yang terjadi nantinya , aku akan pastikan jika diriku akan berdiri paling depan untuk membelamu!"
"Bahkan jika anak itu sampai ada, aku akan bertanggung jawab!"
Alona berteriak lagi dengan keras, dan mendorong tubuh King sekuat tenaganya.
"Kau gila King, kau memang gila!" ucapnya sambil beringsut di ujung ranjang kamar.
Wanita itu sungguh bingung , bagaimana mungkin kegilaan demi kegilaan bisa menerpa hidupnya. Bagaimana dia akan menjelaskan semua ini pada Jack , sementara ia pun bingung anak siapa kelak yang ia kandung didalam perutnya.
Alona pun berdiri untuk memakai seluruh pakaiannya, dan bergegas keluar dari dalam kamar. Tapi ketika tangannya belum sampai membuka pintu kamar hotel, King masih menghentikan aksinya seraya memohon.
"Pulanglah bersamaku, aku mohon jangan campur adukkan masalah pekerjaan dan pribadi kita." pintanya dengan lembut.
Sejenak Alona menyadari apa yang dikatakan oleh King benar adanya.
*
*
*
__ADS_1
Kini keduanya bersamaan berlalu dari dalam kamar hotel dan berjalan di dalam lorong beriringan.
"Apa itu anakku?"
"King?"
"Ah iya itu King..." ujar Broto yang baru saja keluar dari dalam toilet.
Dirinya baru saja tersadar akibat pukulan King.
"Dasar anak itu, ternyata tak ada bedanya dengan bapaknya!"
"Perempuan pun kau doyan!" imbuhnya.
Broto memijit tengguknya dengan meringis kesakitan. Ia pun beralih menuju kamar yang telah ditentukan oleh Neli saat itu, betapa terkejutnya Broto tatkala mendapati kamar hotel tersebut telah kosong.
"Brengsek, mana wanita itu. Apa dia tak mau menungguku?"
Protesnya yang hendak mengangkat ponsel miliknya. Tapi, Broto masih sempat melirik jam tangan yang melingkar ditangannya.
"Ah, nggak perduli. Bakal aku telpon wanita bordil itu dan aku minta uangku kembali !" protes Broto berkelanjutan.
Tak selang berapa lama kemudian, Broto pun menelpon Neli dengan amukan yang ia layangkan bertubi-tubi pada si pemilik rumah bordil tersebut.
"Pokoknya kau ganti saja uangku, aku sama sekali tidak bertemu dengan wanita sialan itu hari ini." jelasnya diujung telepon sambil menggerutu.
Sementara dirumah, Neli yang sudah begitu geram *******-***** ponsel miliknya berulang kali .
"Bagaimana mungkin dia salah orang!"
"Tapi rasanya tidak mungkin, ia sudah sering kali bukan melayani tamu!" terangnya sambil berpikir bagaimanapun caranya agar tidak mengembalikan lembaran uang Broto lagi.
"Ada apa mam?" tanya Jean santai.
__ADS_1
"Wanita sialan itu membuat marah customer ku Jean!"
Jean berpikir sejenak sebelum kembali menanyakan hal selanjutnya.
Bertepatan dengan kedatangan Jack, Neli masih saja mengomel didalam rumah.
"Iya, wanita itu. Yang baru saja menikah dengan putraku!"
"Tak benar menjajakan dirinya dengan baik!"
Jack memandang Neli dengan malas, bahkan ia sama sekali tak perduli jika wanita itu tengah marah berkepanjangan.
Sesaat kemudian, mobil King dan Alona pun terparkir sempurna didalam garasi. Keduanya turun, dan mereka telah sepakat dalam perjanjian awal.
"Hei, kemari !"
Alona pun menuruti permintaan Neli dengan segera, dan menghampirinya. Sedangkan Jack yang sejak tadi bersandar dikursi tiba-tiba saja bangkit dan berdiri sejajar dengan Alona.
Melihat Jack yang tengah bersiap pasang badan untuk sang istri, sama sekali tak menggentarkan niat Neli sedikitpun. Ia pun mulai maju dengan angkuhnya sambil bertanya kehadapan Alona.
"Dari mana saja dirimu hah?" tanya Neli sambil mengangkat dagunya.
"Hotel pari purna." terangnya singkat.
"Lantas kenapa lelaki itu protes kepada diriku, kalau dia tak bertemu denganmu hari ini !" jelas Neli dengan tatapan kedua bola mata yang tajam.
Jack pun terheran, bagaimana mungkin istrinya melakukan kesalahan.
"Lelaki itu berbohong mam!"
"Aku telah mengantarkan Alona tepat didepan pintu kamar yang telah dijanjikan sebelumnya, jadi bagaimana mungkin dia tidak menemui Alona!" bela King dengan dalihnya.
Jack yang sejak tadi berpikir keras, lantas memandang King dengan tatapan penuh curiga .
__ADS_1
Bersambung ❤️