
Tak selang berapa lama kemudian, King yang telah berlalu meninggalkan sang papa ditoilet kini beralih kembali ke kamar yang telah Alona tempati disana.
Dengan menurunkan gagang pintu tersebut, King beralih menarik ujung kunci kamar dan meletakkannya di balik pintu bagian dalam lalu memutarnya sebanyak dua kali disana agar tertutup sempurna.
"Apa itu anda?" sapa Alona yang telah mengubah suasana kamar menjadi remang seketika.
King begitu gugup, hingga ia terpaksa menyamarkan suaranya agar tak diketahui dengan mudah oleh Alona.
Meski dia tahu, bahwa wanita yang kini sedang bersamanya adalah milik orang lain bukan berarti king rela jika Alona disentuh oleh papanya sendiri.
"Apa kau ingin nyalakan saja lampu ini tuan?" tanyanya dengan berjalan lirih menghampiri laki-laki yang sejak tadi berdiri di ujung pintu.
"Ah, tidak jangan-jangan!" tolaknya dengan cepat.
"Baiklah, kalau begitu kita segera tuntaskan saja tuan." ajaknya sambil menggandeng tangan King.
Tangan pemuda itu begitu dingin dan berkeringat ketika Alona menuntunnya ke atas ranjang.
"Ada apa tuan, kenapa anda masih mengenakan topi dan masker didalam kamar?" serunya sambil membantu melepaskan seluruh aksesoris yang tengah menempel di kepala dan wajah King.
Kini Alona kembali meraih kancing kemeja King paling ujung diatas, dan ketika tangan Alona tengah membuka kancing baju King paling terakhir. Irama jantungnya tak lagi seimbang, bahkan pikirannya sudah jauh melayang.
"Apa ini King, kau mengatakan begitu menyayanginya tapi dirimu tak jauh berbeda dengan para lelaki hidung belang lainnya!" gumamnya di kegelapan.
*
__ADS_1
*
*
"Tolong maafkan aku tuan, karena diriku tak pandai dalam melayani setiap tamuku." jelas Alona sambil menarik resleting celana King.
Sama sekali tak bersuara, King tetap menutup mulutnya rapat-rapat dalam gelapnya ruangan.
"Baiklah, sejak tadi kau hanya terdiam tuan. Biar aku saja yang bergerak melayanimu dengan cepat ." tuturnya .
Kini Alona memaksa tubuh King terbaring di atas ranjang dengan sedikit mendorong pundak pemuda tersebut .
"Bruukkk" kini tubuh King terbaring sempurna diatas sana tanpa sehelai benangpun.
"Ternyata dia sudah siap sedari tadi tuan," goda Alona yang tengah menatap pedal milik King mendongak seperti tugu monas. Bahkan ukurannya membuat Alona begitu tercengang sepersekian detik .
Setelah puas bermain-main dengan benda padat menyerupai tugu milik King, kini Alona menuntun perlahan benda itu mengarah ke miliknya.
Keduanya terlibat permainan panas saat itu, bahkan Alona sedikit kesusahan mengimbangi gairah King yang begitu menggelora. Keduanya saling mendengarkan deru nafas antara satu yang lain, tersengal namun tetap menikmati alur permainan dengan baik.
Setelah 2 jam lamanya, King baru mendapati puncaknya. Tubuh Alona sudah begitu kelelahan disana, ia tak dapat lagi mengimbangi dengan baik bahkan terkulai lemas. Tapi ketika dirinya tengah berada dalam titik terlemahnya, King justru menyemburkan lava miliknya berulang kali.
Entah apa yang ada dalam pikiran pemuda tersebut, ia sepertinya benar-benar tak ingin melepaskan Alona begitu saja untuk laki-laki lain.
"Ahhhhh ..." seru King yang telah mendapati tubuhnya terkulai lemas tak bertenaga.
__ADS_1
Alona bangun dari atas tempat tidur karena terkejut dengan tindakan King yang telah melanggar janji.
"Tuan, kenapa anda keluarkan?"
Tanyanya dengan bingung, karena ia pun telah melakukan perjanjian dengan Nat dan Jacob sebelumnya.
"Itu hakku bukan?" tanpa sengaja King bersuara dalam gelapnya kamar.
Alona kembali terkejut ketika dirinya begitu mengenali suara itu dan dengan cepat meraih handuk untuk ia lilitkan ditubuhnya lalu menyalakan lampu kamar.
"KING!!!" teriaknya dengan wajah geram.
Tak pernah sebelumnya Alona menatap King begitu geramnya. Hingga suaranya melengking bukan main.
Masih dengan wajah tertunduk, King mencoba meresponnya sesantai mungkin.
"Kenapa kau disini, harusnya aku bersama dengan ..." suara Alona menggantung di udara.
"Dengan tamumu?" sahut King cepat.
Alona masih tak percaya jika King dapat melakukan hal selicik ini padanya.
"Aku tak mau jika papaku yang masuk kedalam kamar ini dan menyentuh tubuhmu !"
"Apa yang dia pikirkan nanti jika melihatmu mengambil pekerjaan ini ?"
__ADS_1
"Kau akan direndahkan olehnya, bahkan mungkin di remehkan !"
Bersambung ❤️