
"Kemarikan, biar aku menggendongnya."
"Urus saja istrimu,"
King beralih pada Jack yang sudah menggendong bayi lelaki itu dalam dekapannya. Tanpa rasa curiga, Jack pun memberikannya begitu saja dan mendampingi Alona yang masih mendapatkan perawatan pasca melahirkan.
Bayi lelaki itu menggeliat halus dalam balutan kain bewarna biru, bahkan sesekali terlihat memainkan lidah dan bibir kecilnya.
"Hai ..." sapa King dengan kaku, bahkan bayi itu terlihat begitu nyaman berada dalam gendongan King. Sama sekali tak rewel dan menangis.
*
*
*
"Kerja bagus sayang!"
"Tak ada robekan disana, terselamatkan lah dirimu dari jahitan pertamamu." jelas Fadlan memuji keahlian Alona dalam persalinan pertamanya.
Ia hanya tersenyum lemah diatas tempat tidur dengan terbaring, dirinya telah kehilangan seluruh tenaganya disana.
"Kau segera beri asi bayimu ya." titah Fadlan yang kembali merapikan seluruh peralatannya.
Fadlan lantas menujukan pandangannya pada King yang sedang asyik duduk disebuah kursi dengan menggendong bayi itu.
"Tuan ..." sapa Fadlan yang tiba-tiba saja terhenti, akibat bahasa isyarat King.
Sontak saja ucapan Fadlan membuat orang disekelilingnya memandang curiga.
"Tuan?" gumam Alona sembari memandangi wajah King dari kejauhan.
Sedangkan Jean dan Jack saling menatap satu sama lain dikamar.
"Maaf, maksud saya ingin ijin pulang terlebih dahulu" imbuh Fadlan yang bergegas keluar dari dalam kamar dengan di ikuti Jean dibelakangnya untuk mengantarkannya.
__ADS_1
Masih dengan rasa curiga. "Kemarikan bayi itu."
Alona meminta anaknya dari King yang masih begitu serius memandangi setiap lekuk wajah bayi itu, tak dapat dipungkiri jika hidung bayi lelaki itu mirip sekali dengan hidung mancung King.
Dan jika sekilas dipandang, wajahnya pun hampir mirip dengan King. Sedangkan bibir merah muda kecilnya, begitu mirip dengan Alona.
Dengan perlahan, King menurunkan bayi itu perlahan tepat disisi lengan Alona.
"Keluarlah, terimakasih untuk bantuanmu kali ini !" Tegas Jack dengan wajah yang tak begitu suka.
King hanya mengangguk dan menatap bayi itu sekali lagi dan berlalu pergi.
*
*
*
"Sepertinya ia sangat lapar." sahut Jack yang sudah duduk ditepi ranjang bersama keduanya.
Setelah menikah kurang lebih 1 tahun lamanya, Jack memang tak pernah menyentuh Alona seujung kukunya sekalipun.
Setelah puas menatap wajah si kecil, Jack pun menuruti Alona untuk segera keluar dari dalam kamar.
"Eh, ngapain loe diluar sini Jack!" sapa Jean yang hendak menuju ke kamarnya.
"Alona sedang menyusuinya." imbuh Jack dengan wajah gundah.
Bagaimana tidak, bahkan sudah selama ini Alona masih saja menutup hal itu dari Jack . Tak ada selayaknya perlakuan seorang istri yang semestinya ia dapatkan dari Alona.
"Itu biasa Jack,"
"Bisa jadi Alona mengalami baby blues." timpal Jean dengan nyengir.
Bahkan Jack masih begitu awam dengan hal itu , ia sama sekali tak mempelajarinya dengan baik seperti halnya King.
__ADS_1
*
*
*
☎️" Anak kalian telah lahir !"
Neli terlihat begitu tak sabar membagikan kabar itu pada Jacob dan Natasya malam itu.
☎️"Baiklah, besuk pagi kami akan segera pergi ke sana." pungkas Natasya dengan wajah paling gembira dihidup ya.
Perasaan wanita itu begitu haru biru ketika mendapatkan kabar tersebut, bahkan ia sudah begitu tak sabar jika makhluk kecil itu nantinya menempati kamar yang sudah Nat siapkan sedemikian rupa untuk ia tempati.
"Dia akan segera pulang sayang ..." ujar Nat begitu bahagia dengan linangan air mata.
Jacob pun turut berbahagia, tapi hanya sebatas wajar. Ia tak ingin berekspektasi tinggi dalam hal ini, dirinya takut kecewa apalagi melihat Nat ia begitu takut jika wanita yang begitu ia cintai akan menelan pil pahit itu.
Sementara Neli dirumah sudah sangat tidak sabar menanti sisa pembayaran yang telah di janjikan Nat dan Jacob pada dirinya.
"Bagus, setelah bayi itu tiada dari rumah ini. Wanita itu bisa kembali menghasilkan pundi-pundi uang bagiku!"
*
*
*
Sementara Jack yang masih duduk di halaman rumah, tiba-tiba saja dikejutkan oleh Pillow dari belakang.
"Woy, selamat ya udah lahiran aja istrimu!"
"Mirip siapa kira-kira wajah tuh anak?"
Pertanyaan yang hampir sama dipikirkan oleh Jack sejak tadi dalam diamnya.
__ADS_1
Bersambung ❤️