
Tak berselang lama kemudian, Alona yang telah bangun dan baru membuka matanya tengah menemukan sepucuk surat romantis Jack. Wajahnya merah merona sambil terus menatap surat kecil tersebut.
*
*
*
Hari demi hari Alona lewati bersama dengan Jack, tak ada hambatan berarti selama pernikahan mereka. Bahkan bagi Jack, sudah hal yang wajar jika istrinya melayani para tamu hidung belang itu. Bukan Jack tak sayang, dia melakukan semua itu atas dasar permintaan sang istri.
Hingga kini, usia kehamilan Alona tengah memasuki trimester ke dua atau juga bisa disebut dengan lima bulan. Selama perjalanan ia mengandung , calon bayinya tersebut sama sekali tak membuatnya susah. Bahkan Alona tak terlihat seperti orang hamil pada umumnya, masih terlihat santai dan tetap melayani para tamunya.
"Hah dirimu hamil?" tanya seorang lelaki yang sudah memesannya, tapi sama sekali tak mengetahui jika wanita yang dipesan tengah berbadan dua.
Alona tersenyum sinis sambil terus mengusap perutnya yang tengah membuncit.
"Pekerjaan seperti ini, bisa juga membuatmu hamil. Apa selama bekerja kau tak memakai pengaman?" serunya kembali dengan sejumlah pertanyaan.
"Perutku ini sama sekali tak ada urusannya dengan uang tuan bukan. Yang tuan pesan adalah tubuh saya, jadi tolong jangan hiraukan pemandangan ini."
Alona yang sudah sangat sering mendapatkan sejumlah protes dari para tamunya, membuatnya begitu kebal untuk acuh pada hal tersebut.
"Bagaimana mungkin aku bisa menikmati dirimu, jika perutmu saja menghalanginya!" semburnya yang masih saja memprotes Alona.
__ADS_1
"Brugh!" Alona mendorong tubuh pria itu untuk segera terbaring di atas tempat tidur.
Seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya masih mampu dalam melayaninya. Keduanya pun terlibat permainan yang begitu sengit, bahkan deru nafas bahkan suara terbata-bata dari bibir lelaki itu sudah sangat bisa tergambar jika dirinya begitu menikmati permainan panas Alona.
"Ah ..." rintihnya panjang di ikuti dengan wajah menegang. Seketika Alona melepaskan tubuhnya dengan cepat.
"Eh, kenapa ?"
"Tanggung tau, keluarin aja. Orang situ juga udah hamil !" protesnya kembali.
Alona hanya diam dan kini beralih untuk membantunya melalui plintiran tangannya. Tak butuh waktu yang lama, lelaki itu sangat menikmati jemari lentik Alona sambil terus mengerang dan mengerjapkan matanya berulang kali di ikuti dengan titik puncaknya.
"Aku kira dirimu takkan sehebat ini ..." ucapnya yang tengah terkulai lemas tak berdaya. Sedangkan Alona meraih sebuah tisu basah untuk membersihkan tangannya dari cairan miliknya. Masih dengan tubuh yang tak berbalut kain satu helai pun, pemandangan perut buncitnya semakin terlihat jelas.
"Tapi mana ada lelaki yang mau bertanggung jawab atas dirimu bukan?. Dirimu tidur dengan begitu banyak lelaki, pasti lelaki itu pun meragukan anak itu." celoteh lelaki itu sambil rebahan di atas ranjang.
Mendengar pertanyaan yang paling sensitif darinya, seketika membuat emosi Alona memuncak dan meradang.
"Katakan, jika tugasku telah usai aku ingin segera pergi dari sini."
"Tentu silahkan, aku sangat puas atas pelayananmu hari ini sayang." ujarnya bangga sambil mengerlingkan matanya pada Alona.
"Cih, aku tak sudi melihatmu lagi." gumamnya dengan kesal sambil berlalu dari kamar dan sedikit membanting pintu kamar hotel.
__ADS_1
*
*
*
"Hei, apa semua sudah beres?" sambut King yang mulai detik ini akan mengantarnya kemanapun Alona untuk menjumpai tamunya.
Tiba-tiba saja bayi kecil itu merespon dengan tendangan kuatnya, ketika mendapati suara King.
"Kenapa dia selalu merespon suaranya. Atau kamu hanya lapar saja nak?"
Dengan segala keraguannya, Alona masih menatap King yang masih menyeringai di bangku depan untuknya. Tanpa membalas, Alona justru menatap sebuah sandwich milik King yang terletak tepat disampingnya.
"Ambilah kalau kau mau." King menawarkannya dengan manis.
Selama perjalanan kehamilan Alona, King bahkan tak pernah menyinggung peristiwa yang terjadi diantara keduanya. Bahkan pemuda itu sama sekali tak menyinggung calon jabang bayi yang kini tengah membesar dalam perut Alona setiap harinya.
Flashback King.
"Yah, tolong berikan buku itu satu untukku ." imbuh King yang tengah berkunjung ke sebuah toko buku dikota.
Ternyata, ia khusus membeli sebuah buku panduan bagi ibu hamil. Disana King dapat mengetahui dengan rinci apa saja yang tengah dialami oleh ibu hamil pada umumnya, dan hal apa yang membuatnya sangat tidak nyaman jika berada dalam posisi ini.
__ADS_1
Bersambung ❤️