Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 47


__ADS_3

"Kalian berdua terlalu sibuk mengurusi hidup orang, bersantailah sedikit agar otot wajahmu lebih relaks!" ejek Jean yang kemudian berdiri dan mematikan putung rokok miliknya yang masih begitu panjang.


Ia bahkan sudah tak berselera menikmati kopi miliknya lagi ketika mendapati hal itu.


*


*


*


Menjelang kelahiran.


"Mungkin dalam beberapa minggu ini ibu akan segera melahirkan bayi itu." jelas dokter kandungan yang sudah biasa Alona kunjungi.


"Apa dia sehat?"


"Saya bisa lahiran normal kan dok?"


Alona antusias memberikan pertanyaan dengan banyaknya.


"Seharusnya begitu, karena saya tidak melihat masalah berarti selama ibu mengandung." sahutnya.


Mendengarkan hal itu, Alona begitu lega dan mengusap terus perut buncitnya yang sudah seukuran satu setengah bola basket.


Dokter memprediksi bayi Alona memiliki berat hampir 4 kilogram besarnya, dan ia juga menuntut jika menjelang kelahiran nanti Alona dituntut untuk berpuasa dari semua makan dan minuman manis-manis.


Hari itu, ia ditemani oleh Jack untuk pertama kalinya memeriksakan kandungannya.


"Apa kau mendengarnya sayang, ibumu ini tidak boleh makan coklat lagi beberapa minggu kedepan."


"Mohon bantuannya yah!"


Jack begitu antusias dan teramat sayang dengan keduanya. Lelaki itu bahkan tak pernah perduli siapa kelak ayah biologis bayi tersebut.

__ADS_1


Flashback Alona.


Tepat pukul 12 malam, Jack yang baru saja hendak pergi tidur karena sejak tadi mengusap punggung Alona yang terasa sakit. Harus terbangun kembali ketika mendengar rengekan suara Alona.


"Bangunlah..." rengeknya dengan mengguncangkan tubuh Jack.


"Hm, mataku belum tertutup. Ada apa sayang?" tanyanya dengan manis sambil mengarahkan wajah bantalnya tepat dihadapan wajah Alona.


Dengan senyum lebar, Alona menunjuk perutnya yang sedang berdemo.


"Belikan aku coklat, dan jangan lupa ice cream vanilla dengan toping oreo!" pintanya sembari mengusap bibir seksinya.


Seolah telah membayangkan hal itu sudah ia sendok dan nikmati berulang kali di ujung mulutnya.


Jack hanya tersenyum dan segera turun menyibak selimut yang telah ia kenakan.


Tak pernah ada kata tidak untuk istri tercintanya tersebut, bahkan jika malam telah petang sekalipun pasti akan ia perbuat.


Setelah menunggu cukup lama, Jack telah kembali membawa satu kantong putih besar dengan sejumlah camilan kesukaan Alona.


Dan suaminya itu telah menata semuanya dengan baik dilemari es miliknya.


"Jangan khawatir, semua sudah aku belikan untuk satu minggu kedepan."


*


*


*


"Jangan seperti dokter, melarangku ini dan itu!" protes keras Alona terhadapnya.


Sambil melipat kedua tangannya, ia terlihat mogok ditengah jalan dan tak lagi meneruskan jalanya.

__ADS_1


"Eh, kok berhenti si." tanya Jack yang membalikkan tubuhnya dan menghampiri Alona.


Meskipun dengan perut besar dan tengah berbadan dua, tak membuat Alona terlihat begitu gemuk. Bahkan berat badannya hanya naik 2 kilogram selama kehamilan.


"Ayo pulang, jangan ngambek disini ."


"Ngambek diranjang aja nggak papa." rayu Jack sembari berbisik.


Yah, selama pernikahan keduanya bahkan Jack belum pernah merasakan sedikit saja sentuhan itu dari Alona . Ia adalah laki-laki yang paling berprinsip, tidak akan mungkin mengingkari setiap apa yang telah dijanjikannya.


Bahkan janji itu telah dibuat diawal pernikahan keduanya tempo hari itu.


"Plak!" Alona memukul tepat dipunggung Jack .


Setibanya dirumah, Alona yang sudah diantarkan untuk masuk kedalam kamar dan juga dibantu Jack untuk merebahkan seluruh tubuhnya diatas ranjang kini tengah mengambil sebuah buku favoritnya untuk ia baca dan menghabiskan waktu satu hari penuh didalam kamar.


Sudah dua bulan lamanya , Alona tidak lagi menerima tamu dan akan berlanjut hingga seusai ia melahirkan.


"Baiklah, aku pergi dulu." imbuh Jack yang selalu mengulurkan tangannya pada Alona.


Tapi bukanya disambut dan dicium uluran tangan itu , Alona menyambutnya dengan cara yang berbeda.


Ia terlihat menarik pergelangan tangan Jack untuk lebih dekat pada wajahnya. Dan menempelkan dua bagian sisi bibirnya pada pundak Jack.


Meskipun cara Alona aneh dan beda dari yang lain , Jack tetap menyambutnya dengan bahagia.


*


*


*


"Jack!"

__ADS_1


"Mana setoranmu bulan ini ..." teriak Neli diruang tamu yang tengah memerhatikan dirinya.


Bersambung ❤️


__ADS_2