
Alona yang tak berputus asa, kini beralih mengguncangkan kedua bahu Jack secara bersamaan. Hal yang selalu ia lakukan disetiap harinya jika tengah membangunkan Jack dari tidurnya.
"Jean tolong bujuk dia ..."
"Aku yakin pasti ia akan mendengarmu kali ini ."
"Aku mohon padamu Jean !"
Wanita yang masih berstatus sebagai istri Jack itu memilih untuk bersimpuh dibawah kaki Jean dengan berlinang air mata.
Jean hanya terus menggeleng tanpa memberikan jawaban apapun disana.
"Tidak Jean, tolong jangan katakan itu. Pasti ia akan menuruti segala permintaan mu !" tolak Alona .
Karena tak mendapati pertolongan dari Jean, kini Alona kembali bersimpuh dibawah kaki Neli. Dengan keyakinan yang masih terpatri di relung hatinya, ia yakin akan ada secercah harapan.
"Mam, tolong bantu aku membangunkan dia ..." pintanya dengan nada gemetar.
Ia meyakini jika satu kali panggilan Neli akan membangunkan kembali raga Jack.
Dalam kondisi yang pilu, bahkan ia yang tak memiliki lagi setitik semangat. Begitu kesal mendapati sikap Alona yang seperti anak kecil.
Neli lantas beranjak dan lebih mendekat pada wajah Alona, ia mencengkram erat kedua rahangnya disana sambil menatapnya dengan kebencian.
"Wanita bodoh!"
__ADS_1
"Apa kau gila, dia sudah mati !"
"DAN KAU YANG MEMBUNUHNYA!"
"Dirimu sekarang telah menjadi janda!"
"PLAKK!!" satu tamparan yang cukup keras tapi mungkin mampu menyadarkan khayalan semu Alona.
Neli pun kembali duduk dan memutuskan wajahnya dihadapan Alona . Mendengarn Neli, hati Alona begitu remuk dan menghujam disetiap dasar jiwanya.
Mungkin itulah yang Jack rasakan setelah pertengkaran itu terjadi, batin Alona. Melihat Alona dari kejauhan mendapatkan hal yang tak begitu menyenangkan dari Neli, seketika batin King rasanya teriris ngilu.
Ingin sekali rasanya ia menolong wanita pujaannya tersebut, tapi dirinya tahu bahwa ini bukanlah saat yang tepat. King kembali mengatur nafasnya untuk mengembalikan rasa emosinya disana.
*
*
*
Masih terlihat jelas disana, Alona memandangi selalu wajah suaminya untuk yang terakhir kalinya. Kedua matanya begitu sembab bahkan mungkin air matanya sudah terlanjur kering.
"Bawa aku pergi bersamamu Jack!" ucapnya lirih.
Sambil terus mengusap kain kafan milik Jack dari ujung rambut hingga kaki.
__ADS_1
"Ayolah kuatkan dirimu demi anakmu ini ..."
"Relakan Jack pergi ke tempat yang jauh lebih baik dari pada disini." imbuh Sarah yang juga merasakan duka mendalam atas kepergian Jack.
Setidaknya, kali ini ia bisa menempatkan posisi dirinya sebaik mungkin dalam suasana duka Alona.
"Bangun, jangan meratap!" seru Sarah kembali ketika mendengar bayi Alona sudah menangis sejak tadi karena mungkin telah menahan lapar.
Raungan bayi mungil tersebut bahkan tak bisa mendapatkan tempat dihati Alona, ia begitu terpukul bahkan saat ini benar-benar tak ada ruang sedikitpun untuk yang lain selain nama Jack.
"Beri dia susu, kasihan sejak tadi menangis." pinta Jean yang telah menggendongnya sejak tadi.
Dengan tatap mata yang kosong, Alona menerima bayi kecilnya itu dalam dekapannya. Tapi kedua matanya seakan enggan untuk pergi meninggalkan Jack yang hendak dibawa menuju tempat pemakaman.
Tiba-tiba saja kedua langkah kakinya ingin mengikuti seluruh orang yang hendak pergi mengiringi Jack, tapi lagi-lagi ia harus mengurungkan niat itu dengan pahit.
"Jangan lagi kau ikuti anakku!" bentak Neli sembari menghalangi jalan Alona dengan membentangkan satu tangannya.
"Cukup satu neraka dalam hidupnya kau bagi denganya, jangan berikan lagi." imbuh Neli tegas.
Kata-kata wanita itu begitu menusuk hatinya dengan sesak , bahkan Alona tak dapat berpikir dengan jernih mana mimpi dan kenyataan hari itu.
Ia beralih untuk menaiki anak tangga dan berlari menuju balkon sambil menggendong bayi mungilnya. Ia berharap masih bisa mengantarkan suaminya untuk yang terakhir kalinya meskipun terbatas hanya sampai disitu saja.
Dari kejauhan, ia melihat banyak orang mengiringi Jack dari belakang. Tapi tidak dengan dirinya.
__ADS_1
"Kau lihat, dia benar-benar pergi untuk meninggalkan kita boy!" serunya dengan menatap wajah kecil yang sejak tadi mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua sarung tangan miliknya.
Bersambung ❤️