
Kediaman rumah Jacob.
"Sayang, wanita itu tak mau menyerahkan bayi kita!" rengek Natasya dengan air mata yang sejak tadi tiada hentinya mengucur deras.
Ia menangis sepanjang waktu, hingga membuat sembab di kedua mata dan merah pada ujung hidung putihnya .
"Tenanglah, jangan risau." bujuk Jacob sambil meraih kedua tangan Nat dan duduk bersimpuh dibawa kaki sang istri.
"Aku tidak bisa tinggal diam jika anak itu nantinya tidak akan menjadi milik kita."
"Pasti aku akan membawanya ke jalur hukum!" protes kesal Natasya masih terdengar memanjang tak berujung.
"Hmm." Jacob berdehem .
"Jika dia milik kita, pasti akan kembali pada kita. Tapi jika bukan, anggap saja hadiah kecil dari Tuhan itu belum menjadi yang terbaik untuk kita saat ini." jelas Jacob dengan pehaman dari sisi seorang lelaki.
Natasya semakin risau tatkala mendengar kepasrahan Jacob yang seolah tak memiliki daya dan upaya.
"Sayang!"
"Kau telah tidur dengannya, bahkan benihmu pun telah berada di rahimnya!"
"Jadi wanita itu hamil anakmu bukan?"
"Tolong jangan pesimis seperti itu, karena aku bisa gila karena sikapmu ."
Rintihan seorang wanita yang sudah sangat lama mendambakan kehadiran seorang bayi kecil ditengah-tengah kehidupannya.
Masih dengan rasa kukuh akan pendiriannya, Jacob menuturkan sekali lagi akan pandangannya.
__ADS_1
"Jika dia bisa hamil kenapa tidak dengan kamu sayang?"
Seketika ucapan yang hanya terkesan singkat itu, dapat membungkam seluruh protes keras yang sudah dilayangkan berkali-kali oleh Nat pada dirinya. Natasya adalah wanita baik, bahkan lembut dan penyayang. Tapi keadaan itu akan jauh berbanding terbalik jika ia telah menyingung masalah anak.
"Aku tak percaya kau akan mengucapkan hal itu padaku!" dengan tatapan mata nanar Nat segera membelakangi Jacob yang saat ini berdiri tepat dihadapannya.
"Sayang, aku sama sekali tidak bermaksud menyakiti hatimu. Tapi, coba renungkan lah kembali jika dirimu saja tak dapat aku hamili kenapa wanita lain bisa aku hamili. Terlebih lagi gadis itu berprofesi dunia malam."
"Rentan sekali ia akan menepati janjinya untuk berhenti menerima seorang tamu lagi, dan jika lelaki lain juga tengah bermain dengannya malam itu. Apa kita masih bisa menyebut anak itu anak kita?" tegasnya dengan hati yang berkecamuk.
Tak dipungkiri, Jacob juga begitu mendambakan malaikat mungil itu dalam hidupnya saat ini. Tapi dirinya tak berharap banyak lagi, setelah mengetahui kebenarannya malam itu.
Ia mencoba menghubungi Neli dengan sebuah nomor baru.
"Hallo, apa aku bisa menyewa satu perempuan ditempatmu?"
Tak selang berapa lama kemudian, Neli pun mengirimkan seluruh foto para gadis tersebut satu persatu ke ponsel Jacob . Betapa terkejutnya, bahwa kesepakatan yang telah ia buat dengan Jacob dan Nat di ingkari begitu saja oleh Neli.
Jacob hanya bisa terdiam dan kecewa, ketika Neli juga mengirimkan foto Alona dalam daftar gadis yang akan ia sewa.
"Nat tidak boleh sampai tahu akan hal ini." sumpahnya dengan memeras ponsel miliknya dan berlalu pulang.
Bahkan hari-hari berikutnya masih dengan misi yang sama, Jacob tak berhenti berpuas diri sampai disitu. Ia bahkan melakukan pengintaian disetiap harinya didekat rumah Neli untuk mengawasi Alona.
Sudah berulang kali, Jacob mendapati Alona keluar masuk hotel bersama dengan para lelaki hidung belang.
*
*
__ADS_1
*
"Kalau begitu, aku akan melakukan tes DNA setelah kelahiran bayi itu nantinya."
"Mereka tentu tidak akan pernah bisa menolaknya, karena telah kita sepakati dalam surat perjanjian bermaterai." timpal Nat dengan wajah geramnya.
"Baiklah, semua itu terserah kehendakmu sayang." ucapnya.
*
*
*
Kediaman rumah Neli.
"Aku bersumpah , jika wanita itu tak mengandung anak Jack!"
"Kau lihat saja sikap dingin Jack, bagaikan kulkas lima pintu yang memiliki kedinginan bagaikan kutub utara."
"Aku yakin si, pernikahan semua ini hanya hasil rekayasa mami sementara untuk menutup aibnya!"
Keduanya begitu asyik menggosipkan Alona dihadapan Jean, yang sejatinya mengetahui segala kebenarannya.
Yola dan Sarah bahkan sesekali menyindir Jean dengan sindiran keras.
"Apalagi dia, bagaikan ibu tiri muda. Selalu membela keduanya dimanapun!"
Bersambung ❤️
__ADS_1