
"Apa dirimu tak menginginkan sesuatu?"
"Ngidam atau mungkin sejenisnya." imbuh King yang kini dengan seksama memperhatikan jalan sekitar.
Ia mencoba menerapkan apa yang telah ia baca dari buku panduan tersebut. Alona lantas menghentikan kunyahan dimulutnya untuk berpikir.
"Dirimu belum menikah, tapi sudah tau banyak hal tentang dunia kehamilan." celetuknya dengan sewot.
King hanya membalasnya dengan senyuman.
"Dulu almarhum ibuku sering diceritakan oleh papaku ketika ia mengandungku. Sedikit banyak aku tahu hal itu."
"Kau tahu, ibuku dulu sangat kebal selama kehamilannya. Tak pernah ngidam bahkan mual hebat sekalipun, ia terlihat seperti wanita normal lainnya yang tak mengalami kehamilan."
"Bisa di bilang hamil kebo!" tuturnya menjelaskan cerita papanya.
Entah mengapa setiap penuturan King saat itu sama persis dengan apa yang ia alami kali ini.
*
*
*
Setibanya dirumah.
"Ayo sayang kemarilah, dan lihat siapa yang telah datang kemari." sambut Neli pada Alona yang baru saja menyelesaikan tugasnya.
Dari kejauhan sudah terlihat sepasang perempuan dan lelaki sudah duduk tepat menghadap Neli, Alona mengingat kembali dengan pembawaan keduanya dari belakang.
"Aku seperti mengenal mereka ."
"Hei, Alona." sapa Natasya .
__ADS_1
"Kalian!" pandangan Alona mulai ketus dan sorot mata enggan.
"Ambil ini mam, aku ingin segera beristirahat."
Masih tak begitu menghiraukan Alona, Nat dan Jacob dengan bahagia menatap perut buncit Alona. Dengan kedua tangan yang saling bercengkrama, keduanya tampak haru.
"Eh, duduk disini ." perintah Neli, sedangkan Alona semakin risih tatkala keduanya menatap perutnya sejak tadi.
"Tidak aku berdiri saja!" ucapnya tak kala ketus.
"Sial, beraninya dia membangkang!" gumam Neli.
Kedatangan keduanya kesana emang ingin menjenguk Alona dan calon bayi keduanya, seakan tak sabar segera melihat bayi mungil itu. Natasya berusaha membujuk Neli agar Alona ikut tinggal bersama dengan mereka.
"Apa dia masih bekerja?" tanya Jacob melayangkan pertanyaan pada Neli .
"Ah tidak, iya kan sayang!" lanjut Neli dengan memberikan kode pada Alona.
"Syukurlah." Natasya merasa lega.
"Kalau begitu ikutlah dengan kami, karena kami berdua sangat ingin merawat anak kami dan dirimu dengan baik." pinta Natasya.
Alona semakin risih saat Natasya dengan berani menyebutnya anak kandung darinya. Dengan cepat ia pun menutupi perut buncitnya dari pandangan mata keduanya.
"Aku tidak mau!"
"Anak ini anakku, sejak kapan dia menjadi anakmu." Naluri keibuan Alona pun seketika muncul, bahkan ia menolak mentah-mentah ajakan Natasya dan Jacob.
"Hei ..." sahut Neli dengan segera.
"Tapi, dia anak kami kan Alona?" tanya Natasya dengan tangis yang sudah pecah disana.
Sesekali ia mengguncangkan tubuh Jacob agar membantunya untuk menjelaskan hal itu pada Alona kembali.
__ADS_1
"Jangan bermimpi."
"Selama aku hidup, aku takkan pernah menyerahkan dia pada kalian." tentang Alona semakin kasar.
Melihat kegaduhan itu, King yang sejak tadi menguping dibalik pintu mencoba beranjak masuk untuk membantu Neli menenangkan Alona.
"Cepat bawa wanita ini masuk ke dalam kamarnya King!"
Sementara Neli dan Jacob masih sibuk menenangkan hati Natasya yang hancur akibat pernyataan Alona.
"Sabar sayang, tenanglah. Bukankah hal itu wajar bagi ibu hamil pada umumnya. Insting seorang ibu akan selalu melindungi anaknya dari apapun, nanti dia juga akan segera sadar." terang Neli.
Sejenak isak tangis Natasya mereda dalam pelukan Jacob, dan kembali duduk untuk mendapatkan ketenangan sejenak. Tak lama kemudian keduanya pun berpamitan dan pergi dari rumah Neli setelah menitipkan sejumlah uang demi kebutuhan Alona dan calon bayinya.
"Aku tidak perduli perang dunia ke berapa yang akan terjadi nantinya, yang penting uang segar ini sudah ditanganku!" serga Neli setelah kepergian keduanya.
*
*
*
Sementara dikamar atas, King masih berusaha menenangkan Alona yang masih begitu gusar akibat pernyataan Nat.
"Beraninya mereka menyebut bayi ini sebagai anaknya!"
"Aku tidak akan pernah memberikannya!"
King terdiam sambil melamun.
"Barangkali itu memang anak kita," gumam King sambil menyoroti perut Alona yang begitu ingin ia peluk saat ini.
Bersambung ❤️
__ADS_1