Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 56


__ADS_3

Malam semakin larut, dan Alona masih tetap berada di balkon kamarnya sembari terus menimang bayi kecil yang telah tertidur pulas disana.


Hingga ia pun tak sadar dan juga ikut tertidur pulas di atas sebuah kursi yang dulunya menjadi kesayangan Jack. Di kursi itulah, ia dapat memantau segala keadaan tepat di depan jendela kamar Alona dari kejauhan.


Malam yang begitu gelap saat itu, di iringi dengan hujan rintik bahkan sesekali terdengar suara guntur bersautan di atas udara.


*


*


*


Beberapa percikan air kecil tepat mengenai wajahnya ketika telah tertidur pulas menimang boy.


Wajahnya terlihat menggeliat dan terbangun dari tidurnya.


"Maafkan aku sayang, ayo kita masuk ke dalam." ucapnya sambil menutupi wajah bayi kecil itu dari percikan air yang semakin banyak.


Bahkan dirinya masih begitu kaku untuk mengucapkan kata mama untuk bayi kecilnya itu.


Sekitar pukul dua pagi, boy tiba-tiba saja terbangun dan menangis begitu kencang tak mau berhenti meskipun Alona telah memberikan ASI nya. Mungkin bayi kecil itu juga telah merasakan kehilangan sosok Jack yang selalu terbangun dikala ia menangis dan sigap untuk meminangnya dengan sebuah nyanyian khusus.


"Hei, tenanglah sayang..." pinta Alona sambil terus menimang-nimang boy seorang diri.


Suaranya begitu kencang, hingga Neli pun dapat mendengarnya dengan begitu jelas.


"SIALAN!" umpatnya yang segera beranjak untuk naik ke atas tangga.


"Hentikan tangisannya, atau tidak aku akan membuang kalian dari dalam rumah ini..." makinya begitu keras dengan kedua bola mata yang terbuka begitu lebarnya.

__ADS_1


Mendengar suara melengking Neli, bayi itu bukannya berhenti menangis malah semakin kencang ia teriakan suaranya disana.


"Oeeek oeek ..." tangisnya berkepanjangan.


Dan suara itu semakin membuat telinga Neli begitu pengar.


"Cepat ikuti aku janda sialan!"


Dengan cepat ia menyeret pergelangan tangan Alona dan membawa keduanya menuruni tangga dengan cepat.


"Aku mohon hentikan mam, dia bisa jatuh!" jelas Alona yang begitu kesulitan menggendong bayinya dengan setengah berlari kecil.


"Akh!" erang Alona ketika kakinya tersangkut diantara cela anak tangga, dan hal itu hampir saja mencelakai boy yang hendak terjatuh dari pelukannya.


Tiba-tiba dengan cepat sebuah tangan memberikan pertolongan untuk keduanya dengan cepat saat itu.


"Kau jangan campuri urusan ini !" hardik Neli dengan tatapan menghujam ke arah King.


Setelah bayi kecil itu berpindah tangan pada king, tangisnya seketika mereda dan berangsur diam.


"Anak pintar ..." seru King sambil terus bersenandung untuknya.


Tanpa ia sadari, senandung itu membuatnya begitu bahagia bahkan bayi lelaki tersebut nampak tersenyum manis.


"Apa ini yang dinamakan surga kecil dunia?"


"Yah, menatapmu tersenyum seperti tadi membuat hatiku begitu tenang."


King semakin menyadari, jika rasa sayangnya semakin terpupuk sempurna untuk bayi Alona.

__ADS_1


"Keluar dari sini, aku tak mau melihatmu kembali !" usir Neli yang membuang tubuh Alona keluar dari pintu rumah tersebut.


Tubuhnya tersungkur ke tanah hingga membuat kedua sikunya mengalami luka lecet dibeberapa bagian.


*


*


*


Setelah tangisnya meredah, Alona lantas menatap King dengan pandangan memohon.


"Kembalikan bayiku ..." pintanya yang masih terduduk dibawah.


"Bayiku?" gumam King yang juga menirukan ucapan Alona.


Flashback King.


Pada hari kelahiran bayi lelaki mungil tersebut, King sudah sangat jauh hati padanya. Sejak itulah ia memutuskan untuk mengambil keputusan yang takkan pernah diketahui oleh Alona maupun Jack.


King mengambil beberapa helai rambut bayi itu dan membawanya ke sebuah lab untuk melakukan tes dna disana. Ia sangat ingin tahu, apa benar jika bayi itu memiliki ikatan darah denganya atau tidak sejauh ini.


*


*


*


"Beberapa hari lagi hasil itu akan segera keluar, maka aku akan menahannya dulu saat ini !" gumam King sambil bergantian menatap wajah bayi kecil itu dan Alona.

__ADS_1


"Ambilah, mungkin juga dia haus." imbuh King yang menyerahkannya begitu saja, karena ingin menutupi segala keresahannya juga.


Bersambung ❤️


__ADS_2