Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 57


__ADS_3

Hasil tes dna King.


Dengan hati yang begitu gugup, ia menerima amplop putih berbentuk panjang dengan nafas yang menderu. Tak dapat dipungkiri, ia pun seakan tak sabar ingin mengetahui hasilnya.


Ia mulai membukanya perlahan dengan merobek ujung amplop tersebut.


Setelah usai, King pun mulai membentangkan satu lembar kertas yang terlipat menjadi tiga bagian disana.


Benar saja, seketika hatinya begitu riang tak terkira ketika mendapati hasil tes dna yang begitu ia tunggu sejak lama.


"Ternyata benar kau putraku!" ujar King dengan bangga.


*


*


*


Pagi hari itu, Alona sengaja mengajak tidur bayi kecil itu di depan teras rumah. Keduanya memang tak lagi di ijinkan untuk memasuki rumah Neli lagi. Alona yang kebingungan, tak mungkin mengajaknya pulang ke rumah peninggalan kedua orangtuanya dulu. Ia tak ingin akan menjadi beban nantinya untuk paman dan bibinya dirumah.


"Alona!" sapa Natasya yang masih berjalan mendekat beberapa langkah lagi pada dirinya.


Keduanya pun menepati ucapanya untuk menagih janji Neli hari itu.


"Kenapa kalian berdua disini ..." jelasnya sambil duduk tepat disamping Alona.


"Kami turut berduka cita atas kepergian Jack ya."


"Yang sabar."


Sambung Nat kembali sambil terus mengusap pundak Alona, tapi ibu muda itu sama sekali tak segan dengan kedatangan keduanya disana. Ia tahu jika kedatangan keduanya kali ini, hanyalah sebatas urusan dengan bayi kecil tersebut. Bukan benar-benar datang untuk berbela sungkawa dengan baik.


"Mami dimana ..." tanya Natasya sambil memutar wajahnya ke dalam rumah.


Pertanyaan Natasya semakin menguatkan kecurigaan Alona disana, ia pun hanya menatap wajah Natasya begitu kesalnya.


"Oh, hai sayang . masuklah." sapa Neli yang seolah sudah menunggu kedatangan keduanya disana.


"Ternyata memang benar, hatimu tidak pernah tulus mengucapkan hal itu padaku!" gumam Alona sembari terus memeluk putranya.


*


*


*


"Mam, kedatanganku kemari untuk menagih janji itu padamu!" ujar Nat tanpa basa-basi lagi.


Ia pun sudah tak tahan lagi menahan rasa keingintahuannya selama ini pada bayi kecil itu lagi.


"Haha, baiklah. Kau bawa saja bayi itu hari ini." imbuh Neli dengan mudahnya tanpa persetujuan Alona.


Sementara Neli tertawa terbahak-bahak didalam rumah, tiba-tiba saja Alona datang menghampiri ketiganya disana .


"TIDAK!" teriaknya sembari terus memeluk boy.


Bayi kecil itu mulai gelisah dan tak nyaman dengan teriakan ibunya, bibir kecilnya sudah mengambil ancang-ancang untuk menangis disana.


"Oeeek!" tangisnya pecah.

__ADS_1


"Diamlah, suaramu dapat menakutinya!" seru Nat yang segera bangkit dari duduknya dan tak sungkan menegur Alona dengan gamblang .


"Tahu apa kau tentang bayi ini !"


"DIA ANAKKU!" teriaknya kembali dengan nada penegasan.


Natasya mulai kalut ketika Alona bersikap tidak terbuka lagi dengan dirinya dan sang suami. Ia begitu takut jika usahanya kali ini akan berbuah sia-sia.


"Berikan pada kami bayi itu, kami akan membawanya pergi untuk melakukan tes dna. Itu sudah sesuai dengan kesepakatan kita bukan!" Natasya kembali memberikan penegasannya dengan tegas.


"Dia terlahir dari rahimku, jelas ini anakku bukan anak mu!"


"Kau hanya wanita mandul bukan!" sarkas Alona yang begitu geram.


Ia tak dapat lagi membedakan mana yang baik ataupun buruk dari semua ucapanya.


Mendengar kata kasar Alona, Nat sudah mengangkat satu tangannya dan hendak menampar wajah ibu muda tersebut. Tapi entah dari mana datangnya, King pun berusaha menghentikan tangan Nat dengan segera dan terhenti diudara.


Wanita itu terus melawan dengan menggerakkan satu tangannya yang tertahan, tapi tak kunjung berhasil lepas dari cengkraman tangan King.


"Kau lelaki, harusnya bisa mengajari mana yang baik dan bukan kan?" sahut King sembari menyindir Jacob yang sejak tadi hanya berdiri pasrah.


Lelaki itu nampak tak bergeming dari tempatnya sedikitpun.


"Kalian berdua jangan susah payah untuk melakukan tes itu, hasilnya sudah ada ditanganku!"


Ujar King dengan memperlihatkan satu carik kertas dihadapan ketiganya. Dan itu membuat mereka benar-benar terkejut bukan main .


"Tidak, mana mungkin dia anakmu. Jangan pernah permainkan kami dengan permainan licikmu ini !" tuduh Nat dengan mengacungkan satu jarinya tepat ke wajah King.


"Permainan ?"


"Aku sudah duga kalian akan menuduhku dengan hal rendahan itu!"


Tanpa mereka sadari, King hari itu juga telah menyiapkan petugas selaku penguji tes dna tersebut untuk hadir disana memberikan bukti. Ketiganya tak dapat lagi mengelak setelah tahu dari mana secarik kertas itu didapat. King melakukan tes tersebut disalah satu rumah sakit yang begitu besar dan terkenal dikota, bahkan namanya tak perlu diragukan lagi disana.


"Sayang ..." ucap Nat dengan keputusasaan, kedua matanya hendak merebak tapi Jacob dengan cepat menariknya untuk memberikan pelukan .


Hal ini memang telah ia ketahui sejak dulu, tapi Jacob hanya menunggu hati Nat sampai benar-benar memang siap untuk mengetahui segalanya.


"Kau memang wanita sialan!"


"PLAK!" satu tamparan yang berhasil melesat dipilih Alona, bahkan wanita itu masih tak percaya dengan semua bukti yang dipegang oleh King disana.


Tanpa melawan dengan perkataan, Alona hanya terdiam dengan melamun sambil memandangi kertas putih memanjang tersebut.


"Kau memang tidak tahu di untung sialan!"


"Maka cepat pergi dan angkatlah kaki mu dari sini jauh-jauh. Aku tidak sudi memelihara mu disini dengan bayi sialan itu!" olok Neli berkepanjangan.


King yang sejak tadi sudah sangat meredam emosinya, kini berbalik menyerang Neli dengan berdiri tegap dan membusungkan dada bidangnya dihadapan wanita yang dulunya ia panggil bos.


Ia teramat terluka, ketika wanita itu memaki sang anak dengan kata-kata tak sepantasnya.


"Hentikan mulut kotormu itu wanita sialan!"


"Apa kau mau, usahamu ini akan aku buat luluh lantah tak tersisa hanya dengan satu jentikan jariku?"


"Jangan pernah main-main dengan ku!" sahut King dengan gaya yang tak pernah sesombong itu sebelumnya.

__ADS_1


Tak terima dengan ucapan King, Neli segera membalikkan perkataan King disana.


"Hei, pemuda gembel. Siapa yang memberimu pekerjaan disini. Dan beraninya kau membangkang seperti itu padaku!" olok Neli jauh lebih pedas.


King pun melambaikan tangannya hanya cukup dengan sekali gerakan. Satu anak buah papanya pun telah menghampiri dirinya dengan sebuah koper hitam berisikan uang begitu banyak untuk dibuka dihadapan Neli.


"Aku rasa itu sudah melebihi uang yang telah kau berikan padaku, ambil saja kembaliannya untukmu. Hitung-hitung membalas budi calon istriku ini nantinya!"


King bahkan tak ragu menyerukan nama Alona untuk dipanggilnya sebagai seorang calon istri.


Masih dengan diamnya, kini pundak Alona tiba-tiba dirangkul begitu erat dengan King dan mengajaknya pergi dari rumah Neli hari itu juga.


*


*


*


"Sebenarnya siapa kau?" tanya Alona yang masih bingung, tapi kini berada dalam satu mobil dengan King.


"Aku adalah anak tunggal dari seroang yang dulunya sering mengejarmu tentang hutang ayahmu!"


"Pak Broto?" sahut Alona tak kalah herannya.


"Yah benar!" seru King membenarkan ucapan Alona.


Flashback King.


"Pa, tolong restui aku dan calon istriku nantinya. Kami telah memiliki seorang putra, dan papa telah menjadi eyang kakung kali ini ."


King memohon kepada papanya untuk meminta restu sebelum ia memboyong pulang Alona dan bayi kecilnya.


Tak nampak raut terkejut ataupun marah dari wajah Broto saat itu, karena ia pun telah menahan rindu teramat dalam pada King. Ia pun menyetujui semua permintaan putra semata wayangnya itu tanpa embel-embel apapun.


*


*


*


Satu bulan kemudian.


Pernikahan keduanya pun terjadi, setelah cukup lama King meyakinkan hati Alona. kini wanita itu akhirnya menerima juga pinangan dari papa kandung asli boy yang sesungguhnya.


Meski awalnya mereka tak ada terjalin rasa cinta, kini keduanya merajut kasih asmara begitu harmonisnya dengan putra semata wayang mereka. Jangan lupa, bayi kecil itu bernama Jack Kingderson. sebuah nama yang di ambil dari gabungan kedua nama ayah yang dulunya begitu menjaganya dengan baik sejak didalam rahim sang ibu.


...*...


...*...


...*...


...TAMAT ...


..."cerita ini hanyalah hiburan semata yah, jika terdapat kesamaan nama tokoh tolong dimaafkan. Semoga kalian selalu terhibur!❤️❤️. Yuk mampir juga ke kisah lainnya yang bakal othor up setiap harinya, inshaAllah 🙏." ...


...******...


TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE DI ATAS POJOK KANAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN CERITA SERU LAINNYA YAH.

__ADS_1


__ADS_2