Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 36


__ADS_3

Dengan keadaan pakaian yang masih menempel di tubuhnya dengan utuh, keduanya seolah tengah mencari cara paling terbaik untuk menuntaskan perintah Neli.


Saat ini keduanya tengah menemukan posisi paling terbaik. Seketika King membenamkan seluruhnya tanpa membuka matanya sedikitpun.


Martha merintih kesakitan akibat benda tumpul King, tubuhnya berulang kali menggeliat. Dengan menggigit bibirnya yang tengah menahan rasa perih dan nyilu dibagian paling sensitif miliknya.


"Maafkan aku, maaf." seru King yang masih menutup matanya dengan sempurna , tapi tangannya menarik ujung sprei begitu kuat.


"Tolong percepat semua ini, aku sudah sangat kesakitan." rintih Martha yang mekayankan permintaan pada King.


Tak dapat dipungkiri bahwa King juga tengah terbawa permainan itu dengan begitu nikmatnya, benda padat yang memiliki kekenyalan dan tebal itu membuat King terjebak beberapa waktu.


"Duk!" tendangan kaki Martha begitu kuat ketika permintaannya tak dihiraukan oleh King.


"Hei ..."


"Sakit." rintih King sambil meremas pusakanya.


"Aku telah memintamu sejak tadi untuk berhenti." protes Martha yang seketika bangkit dan berlarian ke kamar mandi.


*


*


*


"Ketahuilah pak, istrimu berhati selayaknya malaikat!"


Alona berucap sambil terus menyisiri ranjang milik Natasya dan Jacob.


"Yah, aku sangat beruntung memilikinya. Panggil saja aku Jacob ." terangnya.


"Tentu kalian beruntung, tapi jika aku menjadi kalian takkan pernah terbesit cara seperti ini hanya untuk mendapatkan sebuah keturunan. Sama saja, kau juga telah menghancurkan wanita lain demi kepuasan kalian semata." imbuh Alona dengan kata-kata tegas penuh penekanan.


Jacob yang sudah bersiap di ujung ranjang lainnya, tiba-tiba saja menghentikan tangannya untuk membuka pakaian berikutnya.


"Kita bisa akhiri ini, jika kau tak menginginkannya." imbuh Jacob.


Alona tersenyum miris mendengar perkataan Jacob yang terkesan memaksa.


"Akhiri?"


"Semua sudah terlambat, jika uang itu sudah berada dalam tangannya. Aku bisa apa ?"


Wajahnya tertunduk ketika harus melakukan hal yang paling memilukan sepanjang hidupnya ini.


"Yah, lagi pula aku hanya wanita yang dapat dibeli dengan uang berapapun. Bukan wanita yang memiliki hak untuk sebuah kehormatan!"

__ADS_1


Meski sejak tadi Alona melontarkan kata-kata terpedas untuk Jacob dan Natasya didalam kamar, tetap saja tangannya bekerja dengan cepat untuk membuka seluruh kain yang membalut tubuh seksinya disana.


Kini, ia berjalan ke hadapan Jacob tanpa terbalut benang sehelai pun. Keadaan kamar itu memang telah gulap gulita, tapi Alona masih dapat mengetahui dengan jelas dimana posisi Jacob berdiri.


Hal serupa pun di alami oleh Jacob, ia tak dapat melihat Alona disudut manapun. Tapi ia mendengar dengan baik, jika ada suara langkah kaki tengah mendekat padanya.


Dengan tangan lembutnya, Alona mengusap tubuh bidang Jacob dari ujung rambut hingga ke perut bagian bawah. Bahkan aroma tubuh maskulin Jacob membuat Alona terbius, matanya terperangah ketika telah sampai di atas dada bidang kotak-kotak milik Jacob.


"Mari kita tuntaskan segalanya malam ini..." bisik Alona ke samping telinga Jacob dengan lirih tapi penuh menggoda.


Suara lembut Alona itupun menarik hasrat Jacob dengan cepat, hal yang serupa kini tengah di lakukan oleh Jacob pada Alona.


Kini keduanya sama sekali tak memiliki jarak, bahkan kulit halus keduanya saling menempel satu dengan yang lain. Hingga Jacob merasakan sebuah benda yang memiliki suhu yang berbeda dengan kulit lainnya.


"Berilah kami anak, dan aku akan berjanji akan menjagamu dengan baik." seru Jacob ketika keduanya telah terhanyut oleh suasana saat itu.


Alona sama sekali tak memberi tanggapan apapun, ia hanya sibuk meresapi permainan Jacob disana.


1 jam lebih keduanya menghabiskan waktu didalam, Jacob mengupayakan terbaik malam itu untuk menumbuhkan sebuah benih pilihan dalam rahim Alona.


Flashback Jacob.


"Sayang, sudah jangan terlalu banyak." protes Jacob dengan lembut, ketika Natasya menyiapkan segala keperluan vitamin baginya bahkan obat kuat sekalipun Natasya berikan pada sang suami sebelum memutuskan untuk mencari seorang mucikari.


Jarum jam terus berdetak meninggalkan menit demi menit, dan selama itu pula perasaan Natasya dibuat begitu risau dengan keadaan Jacob dan Alona didalam.


*


*


*


"Serrr," terasa sebuah cairan tengah melintas didalam benda sensitif milik Alona.


Pengalaman yang tak pernah ia dapati sebelumnya, cairan itu terasa hangat bahkan membuat tubuhnya seketika rileks dibuatnya.


Hal itu telah terjadi berulang kali selama penyatuan keduanya.


"Tapi aku tak yakin jika hal ini hanya dilakukan sekali maka akan muncul bayi itu disana." gumam Jacob sambil memandangi wajah Alona yang tengah kelelahan di atas ranjang miliknya.


Hatinya bergejolak ketika memandang wajah cantik Alona, tentu sebuah pemandangan yang biasa bagi semua pria yang melihatnya. Tapi tidak dengan Jacob, ia harus menepis rasa itu dengan segera karena baik hati dan raganya hanya milik Natasya.


"Ada apa denganmu Jac!"


"Sadarlah, jika diluar masih ada seorang wanita yang rela membagi hatinya dengan wanita lain seperti ini meskipun hatinya sangat hancur. " gumamnya.


Seketika Jacob bangkit perlahan dari atas tubuh Alona, dan menarik kemeja beserta celana miliknya.

__ADS_1


Gerakan Jacob tak membuat Alona terbangun sama sekali.


"Mungkin saja ia sangat kelelahan." terangnya sambil menutup daun pintu secara perlahan agar tak membangunkannya.


Melihat sang suami baru saja keluar dari kamar, Natasya dengan semangat bangkit dari sofa dan menghampirinya.


"Apa semua baik-baik saja?" tanyanya dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Tentu sayang."


Jacob menarik tubuh istrinya sambil mendekapnya begitu erat, ia tak ingin jika hal ini membuatnya begitu terluka.


"Lalu dimana dia?"


Nat berusaha mengintip dari cela pintu yang belum tertutup sempurna, tapi sama sekali tak terlihat Alona disana.


"Dia tidur, mungkin saja ia lelah."


Jelas Jacob dengan suara sedikit canggung dihadapan sang istri, melihat mimik wajah Jacob yang salah tingkah berada didepannya Natasya menggodanya dengan mencubit perutnya.


"Anggap saja ini malam pertama yang kedua denganku," ucapnya genit sambil bergelayut di tubuh Jacob.


Lelaki mana yang tak senang, jika istrinya begitu sabar memberikan sebagian kekuatan miliknya untuk pasangannya.


"Terimakasih sayang." imbuh Jacob dengan hati lega.


Setengah jam berlalu, Alona kini tengah terbangun dari tidurnya. Ia secepat mungkin mengutip seluruh bajunya dan beralih kekamar mandi, ia sadar jika Jack menunggunya sangat lama sejak tadi.


Dengan membasuh seluruh wajahnya, Alona kini terlihat begitu segar dan lebih fresh.


"Bu, katakan padaku apa aku terlahir kedunia hanya memikul beban seperti ini?" monolog Alona.


Tak selang berapa lama kemudian, Alona segera membuka pintu kamar itu dan menghampiri kedua pasangan suami istri yang tengah bercengkrama di ruang tamu.


"Ehem ..." Alona berdehem.


"Saya permisi dulu." ucapnya berpamitan dengan wajah yang kembali tegar dihadapan keduanya.


Seolah tak terjadi apapun diantara mereka berdua, Jacob dan Alona sama-sama sepakat untuk benar-benar menjaga perasaan Natasya.


Bersambung ❤️


...****************...


...Mampir kesini juga yuk❤️...


__ADS_1


__ADS_2