Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 49


__ADS_3

"Aku pulang." ucap Jack sambil membuka pintu kamar selirih mungkin.


Tak ada suara Alona disana kecuali tv yang sudah menyala sejak tadi.


"Ini tv cuman nungguin orang tidur ternyata." seru Jack yang kini beralih kepada Alona yang tertidur pulas.


Dalam tidurnya, ia pun masih sempat menggendong beberapa Snack diperlukannya.


"Lihatlah ibu mu ini nak, dengan makanan saja dia sesayang itu. Tapi sama papa enggak!" protes Jack sembari tersenyum.


*


*


*


Saat malam harinya, tepat setelah makan malam berlangsung. Alona memutuskan untuk segera naik terlebih dahulu dari Jack. Tak ada yang nampak curiga dari perempuan itu, semua berjalan dengan baik seperti biasa. Hingga pada akhirnya Alona tiba-tiba merasakan rasa mulas diperutnya begitu hebat.


Hari kelahiran.


Jack yang baru saja membuka pintu kamar, melihat wajah Alona sudah terlihat begitu berkeringat dan menahan rasa sakit luar biasa di tepi ranjang. Wanita itu bahkan mengerang berulang kali dengan menarik kencang ujung ranjang besi itu.


Sambil terus memegangi perutnya yang kini tengah terduduk dilantai, ia mulai mengatur nafasnya dengan cepat dari ujung bibirnya. Berulang kali Alona berusaha meniupkan nafas pendek miliknya.


"Hei ada apa sayang?" tanya Jack panik .


Tapi Alona masih tak menghiraukan dan tetap melakukan tiupan itu berulang kali hingga sesekali mengerjapkan kedua matanya.


Jack yang telah berada disampingnya dengan siaga mengambil tisu untuk Alona kenakan menyapu wajahnya.


"Ayo kita segera pergi ke dokter." pinta Jack yang kemudian menarik tubuh Alona sekuat mungkin berada dalam dekapannya.


Ketika Jack hendak ingin menggendongnya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara erangan panjang Alona yang begitu berat. Seperti nampak mengejan hebat dan di iringi pecahnya air ketuban.


"Astaga, aku harus berbuat apa ini." Jack panik karena ini adalah hal pertama baginya.

__ADS_1


Karena bingung, ia pun mengambil ponsel miliknya dan meminta pertolongan Jean segera saat itu.


☎️"Jean cepatlah kemari ." ujar Jack dengan cepat dan gelisah, sementara Jean juga mendengar sepintas suara erangan Alona.


Sontak Jean pun terkejut bukan kepalang mendapatinya, ia bergegas untuk menghampiri keduanya dan berlarian.


Flashback Alona.


"ARRRGGHHH!"


Siang hari itu, dirinya yang baru saja hendak membasuh kedua tangannya di kamar mandi tiba-tiba saja terpeleset dengan kerasnya.


Masih dalam posisi terduduk dengan kaki lurus ke depan Alona berusaha menahan sakit bukan kepalang disana, ia terus meraih benda apapun agar ia bisa bediri kembali. Ketika Alona terjatuh, ia merasa bahwa bayinya juga ikut turun secara seketika. Ia merasakan seperti ada benda yang terjatuh didalam perutnya saat itu.


Dan benar saja, ketika ia sudah berhasil melewati hal itu Alona mendapati dirinya berulang kali mulas datang dan pergi begitu saja dalam hitungan menit. Hingga beberapa jam kemudian, ia pun mendapati sebuah darah seperti flek sudah menempel dalam celana dalamnyaa.


*


*


*


"Tolonglah Jean , bayi ini sudah mau keluar!" seru Jack semakin panik dan gelisah .


Rupanya akibat terpleset dan jatuh yang Alona alami tadi siang , membuat ia harus melakukan persalinan lebih cepat dari prediksi dokter.


Jean pun tak kalah paniknya harus berbuat apa, sementara matanya sejak tadi tak kuasa menahan sedih melihat kepala bayi itu sudah keluar lebih dulu ditangan Jack.


Ia pun berlarian menuruni tangga untuk memanggil mami.


"Mam ..."


"Alona melahirkan, cepat telpon dokter dan datang kemari. Bayi itu sudah hampir lahir, karena ujung kepalanya sudah keluar." ujar Jean dengan gelisah dan resah.


Neli yang sejak tadi asyik memakan camilannya, dibuat tersedak hebat bukan main.

__ADS_1


"Uhuk uhuk ..." batuknya hingga membuat ia kehilangan nafas dengan baik dalam beberapa menit lamanya.


"Aku akan memanggilnya segera, cepatlah naik keatas dan bantu mereka berdua!"


Neli pun meraih ponselnya untuk menelpon dokter pribadinya. Dengan kedua tangan yang sesekali mengusap keningnya, ia terlihat begitu resah. Hingga akhirnya, panggilan telponya pun diabaikan disana.


"Astaga!" imbuhnya kesal.


Disaat yang bersamaan, King yang hari itu baru saja tiba dari bandara. Lantas bertanya kepada Neli, apa yang membuatnya hingga gelisah seperti itu.


"Wanita itu mau melahirkan!" jelas Neli kesal dengan wajah memerah karena bingung.


"Ayo kita bawa saja kerumah sakit." ajak King .


"Tidak bisa, anaknya sudah keluar sebagian. Jadi kita harus cari dokter agar mau datang kemari!" jelas Neli.


"Akan aku bawakan!"


Imbuh King yang spontan berlarian ke depan untuk menelpon seorang dokter kepercayaan keluarganya.


*


*


*


Setelah menunggu cukup lama, dokter Fadlan pun tiba disana.


King pun menunjukkan jalan ke kamar Alona dan berjalan secepat mungkin disana.


Di kamar itu, Alona dan Jack beserta Jean telah berhasil mengeluarkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu dengan selamat. Ia masih terlihat menempel ditali pusat sang ibu dan juga tertempel beberapa bagian lendir dan darah .


Bertepatan dengan itu, King menatap bayi itu dengan begitu lekat. Seolah ada panggilan jiwa, nalurinya pun berkata bahwa dia adalah putraku.


Bersambung ❤️

__ADS_1


__ADS_2