Kidung Cinta Alona

Kidung Cinta Alona
Bab 7


__ADS_3

"Ada apa dengannya mam?" tanya Alona berhati-hati.


"Ah tidak, dia memang sedikit ceroboh" kelak Neli dengan kikuk.


"Tapi wajahnya ..." ucap Alona yang seketika terhenti di udara akibat terpotong oleh ucapan Neli.


"Itu tidak penting sayang, mari bawa koper mu dan beristirahatlah dengan tenang malam ini" sahut Neli.


Malam itu, dirinya diantar oleh oleh Jack ke kamar yang telah disiapkan khusus untuk Alona. Para wanita malam yang sudah menetap dirumah mami Neli, semuanya memiliki kamar khusus untuk dirinya sendiri.


Tak tanggung-tanggung, semua fasilitas yang terbaik pun akan diberikan Neli dengan cuma-cuma setiap bulannya untuk para wanita tersebut.


"Tk tk tk" suara langkah kaki Jack dan Alona bedecit dilantai.


Ketika keduanya telah sampai disebuah ruangan yang cukup besar dan luas, terlihat sebagian wanita penghuni rumah itu tengah berkumpul termasuk Jean dan Sarah.


Sarah yang tengah sibuk mengompres seluruh lukanya, tengah menggerutu sepanjang waktu. Sangat berbeda dengan Jean yang tengah menikmati seputung rokook miliknya.


"Wah, ada si tampan datang" sapa seorang wanita dengan rambut pirang.


"Iya ih, dia itu selalu bikin aku kesemutan" sahut manja seorang wanita lainnya.


Dalam rumah Neli, Jack memang menjadi seorang idola bagi kau hawa yang berada disana. Meraka selalu berjingkrak jika Jack sudah masuk ke dalam rumah tersebut, karena tak tahan melihat pesonanya.


Jangankan menyentuh, para wanita itu hanya bisa menatap Jack dengan tatapan yang haus akan kasih sayang dan belai manja.


Sepanjang jalan, Alona hanya terdiam sambil mengikuti langkah kaki Jack malam itu.


******Ceklek******


Suara pintu kamar terbuka dengan perlahan.


"Masuklah, mulai hari ini kau tidur disini. Dan ruangan ini telah menjadi ruangan pribadimu nantinya" ujar Jack dengan santai.


"Baiklah, terimakasih Jack" timpal Alona.


"Jack, apa aku boleh bertanya" pinta Alona, ketika mengetahui Jack hendak pergi dan membalikkan badannya untuk meninggalkan dirinya.


"Apa, katakan" Sahut Jack yang menghentikan langkahnya tanpa melihat Alona.


"Siapa para wanita itu, dan apa tugas mereka disini?" tanyanya polos.


"Seiring waktu, kau akan mempelajarinya sendiri dengan cepat. Semua tergantung pada dirimu, jika kau menikmati prosesnya dengan baik. Maka semua akan terjadi sesuai kehendakmu" terang Jack tegas dan kini berlalu meninggalkan Alona sendirian.

__ADS_1


Alona masih membiarkan pintu kamar miliknya terbuka lebar saat itu, ia masih menatap keadaan disekitarnya.


"Jack, apakah dia mainan baru mami?" tanya seorang wanita berambut pirang yang akrab dipanggil Yola.


Jack tersenyum tipis.


"Apalagi yang akan diantarkan Jack kesini, jika bukan seekor anak kucing yang telah tersesat ditengah jalan" sahut Sarah dengan nada acuh.


Ia telah menahan sakit yang luar biasa, dan dibalik bongkahan es batu tersebut Sarah tengah meringis kesakitan.


"Bersenang-senanglah kalian bersama dengan dirinya" imbuh Jack sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi.


Sementara di lantai atas, Alona yang masih berada didepan pintu kamarnya telah mendengar jelas semua perkataan mereka dengan baik dan jelas.


"Apa ini, tempat macam apa ini?" seru Alona uang kemudian memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya.


Dirinya menutup rapat-rapat pintu kamar serta korden kamar yang masih terbuka sepenuhnya lebar-lebar. Ketika Alona mendekat pada jendela, dan mulai menutup korden tersebut tak sengaja kedua matanya menatap sosok Jack digelapnya malam tepat menghadap jendela kamar milik Alona.


"Kenapa aku merasa, dia selalu mengikuti ?"


"Apa semua ini hanya perasaanku saja?"


"Ah, entahlah"


Srakk


Kali ini, badanya telah terhentak diatas tempat tidur yang cukup nyaman. Wajah lesunya tengah menatap langit-langit kamar yang redup akan sinar cahaya lampu.


"Bu, apa Alona tengah tersesat kali ini?"


"Do'akan aku, semoga semua akan terlihat lebih baik esok hari" tuturnya pada dirinya sendiri.


*


*


*


Sementara di ruang bawah, tepatnya diruang tamu mereka semua terlihat asyik membicarakan Alona saat itu.


"Kau lihat wanita tadi, tunggu dulu lebih tepatnya mungkin gadis tadi"


"Wajah dan tubuhnya nyaris sempurna bukan?"

__ADS_1


"Aku berani menaruhkan segalanya malam ini untuknya, ia pasti akan menjadi anak kesayangan mami nantinya" ujar Yola dengan menggebu.


Ia seolah tak ingin posisinya berada dalam ancaman bayang Alona.


"Dia junior kita disini, apa yang ia bisa lakukan untuk melangkahi kita semua hah?" sahut Jean kesal dengan kepulan asap menggumpal di ujung bibirnya.


"Dia tak bisa Jean, tapi apa kau lupa dengan mami?"


"Lihat diriku, malam ini telah menjadi korban kejahatan hati mami Neli padaku"


"aku babak belur seperti ini, akibat ulahnya yang egois demi mendapatkan pundi-pundi rupiahnya" ucap Sarah kesal meratapi nasibnya.


"Hah, bayangkan Jean jika semua itu terjadi. seluruh tamu kita akan berpindah tangan kepadanya. Dan kita tidak akan menghasilkan apapun, bayangkan apa yang akan terjadi pada kita" timpal Yola kesal.


"Tak akan ada hal buruk pada kita" imbuh Jean yakin.


"Apa ia dewa?, hingga meyakini semua itu dengan sombong". sela Yola.


"Jika kau tak mau yakin dengan ucapan bibirku, menyingkirlah dan jangan berani menampakkan batang hidungmu lagi sepanjang malam pada kami" perintah Jean kasar .


Karena merasa kalah telak, Yola hanya bisa mendengus kesal sambil membenamkan tubuhnya diatas sofa.


Jean adalah wanita pertama atau bisa saja dikatakan senior diantara banyaknya wanita dirumah itu. Sedangkan Yola, adalah wanita yang anti untuk diatur segalanya. Ia pun tak segan membangkang jika aturan itu berbeda dengan keinginannya.


"Menurutlah pada Jean , maka posisimu akan aman" imbuh Sarah.


"DIAMLAH KAU"


"Jika dirimu saja babak belur seperti badut terlepas dari karantina, apakah aku bisa percaya dengan dirinya begitu saja?" ucap kesal Yola dengan berdecak.


"Sudahlah, kau berbicara benar sekalipun dimatanya akan selalu salah" imbuh Jean sambil mematikan api yang berada pada ujung rookok miliknya.


Sedangkan dirumah mewahnya yang bak seperti istana, Neli terlihat tengah berbincang pada sahabatnya yang baru saja tiba lima menit yang lalu.


"Yakinlah kepadaku, dia adalah barang langkah yang aku miliki"


"Maka ia akan aku buka diharga 15 juta untuk satu malamnya" terang Neli dengan semangat.


"Astaga, harga itu 3 kali lipat dari sewa anak didikmu yang lainnya Nel?"


"Apa kau gila, mana ada lelaki yang akan membayarnya segitu hanya untuk satu malam" cela Nicole sahabat baik Neli.


Nicole adalah seorang wanita yang telah lama menjanda. Suami Nicole lebih memilih seorang pelaacurr dibandingkan dengan dirinya yang telah setia berpuluh-puluh tahun menemani dirinya.

__ADS_1


Maka tak heran, jika Nicole kali ini berbalik arah untuk berbisnis di dunia malam dengan Neli akibat dendam yang telah ia pelihara sepanjang tahun lamanya.


Bersambung ♥️


__ADS_2