Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Di Ganggu Preman


__ADS_3

saat tengah datang ke warung dan membeli makanan Tina tidak merasa aneh karna pemuda yang nongkrong disana juga tidak jahil kepadanya namun di saat dirinya mau pulang ke kos.an dia tidak tau kalau dia di ikuti oleh pemuda tadi


"kok aku merasa ada yang ngikutin aku ya ??"


namun tina berusaha untuk tenang dan tidak panik dia tetap melanjutkan jalan untuk pulang ke tempat kos . tak selang beberapa saat dia pun mulai di ganggu oleng pemuda yang mengikuti nya "hay cewek sendiri aja mau abang temenin nggak ?? mau dong pasti"


"jangan ganggu saya ya atau saya teriak biar warga keluar dan ngeroyok kalian" tina berusaha menghindari ke empat pemuda yang mengganggu nya


"silahkan teriak sekeras keras nya" tangan dari salah satu pemuda itu pun memegang tangan tina dan tina pun refleks teriak dan meminta tolong


"tolong tolong" namun tidak ada yang menghiraukan teriakan nya itu


"ayolah sayang kita main main sebentar" dan pemuda lain nya pun mulai kurang ajar kepada nya


"kalian jangan kurang ajar ya, satria tolongin aku" tina refleks menyebut nama satria supaya dia menolong nya


ternyata teriakan nya sampai ketelinga satria yang saat itu masih ada di Coffe Shop dan sigap saja dia pun langsung mencari sumber suara yang memanggilnya karna dia tau itu adalah suara dari tina


"itu kan suara tina kenapa dia minta tolong ?? jangan jangan ada apa apa sama tina" satria pun langsung berlari menghampiri tina yang meminta tolong kepada nya


tak selang beberapa lama satria pun tiba di tempat itu . dia pun langsung memukul salah satu preman itu dan berkata "jangan kalian berani menyentuh nya"


"haha .. ternyata ada pahlawan kesiangan disini"


"lepaskan dia atau kalian mau babak belur dengan pukulan ku ??" satria langsung menghajar ke empat preman tersebut dan mereka pun terkapar di tanah dan mereka pun langsung pergi meninggalkan satria dan tina


satria sedikit memar di pipi kanan nya tina pun mengajak satria untuk pulang ke kos.an nya "ayo aku bantu kompres.in luka kamu, makasih ya sudah nyelametin aku dan maaf sudah membuat kamu jadi luka kayak gini"

__ADS_1


"sekarang kamu duduk disini dulu ya aku kedalam bentar ambil kompresan buat ngompres luka kamu itu" tina pun masuk dan mengambil kompresan untuk mengompres satria


"kamu diem ya aku kompres dulu pelan pelan kok" tina pun perlahan mengompres luka nya satria


"duh .. pelan pelan sih tin" satria hanya mengerjai nya pura pura kesakitan


"hemt . sakit ya maaf maaf" tina pun memelan kan kompresan nya dan setelah selesai kompres dia pun mengobati luka nya satria "aku kasih plester ya sat" perlahan tapi pasti tina pun memplester luka satria


"makasih ya tin sudah ngobatin aku"


"sama sama kamu kan juga sudah nyelamatin aku tadi, makasih ya kalo nggak ada kamu aku nggak tau nasib ku gimana tadi" sambil tersenyum tina pun berkaca kaca melihat satria yang ada di depan nya


"heh kamu kenapa tin kok berkaca kaca kamu nangis ya ?? jangan nangis lah kan aku juga nggak apa apa"


"nggak aku cuma ke ingat sama ayah ku padahal baru 3 hari aku pergi tapi rasanya seperti sudah 1thn saja"


tak terasa air matanya pun mengalir di pipi dan dia terisak dadanya terasa sesak karna menahan tangis dia merasa rindu dengan ayah nya dan refleks tina pun langsung memeluk laki laki yang ada di depan nya yang tak lain adalah teman nya sendiri


satria hanya terdiam dan membalas pelukan tina dengan memeluk nya kembali dan mengelus punggung tina "tenang lah tin disini ada aku, aku bakal jagain kamu kok"


karna masih nangis tina tidak menjawab omongan dari satria dia masih merasa sesak di dadanya dan meneruskan tangisan nya di dada pria yang di peluknya


satria hanya bisa terdiam melihat wanita yang sudah di anggap nya seperti adik sendiri itu memeluk nya dan membiarkan nya puas menangis supaya dia merasa lega


"sudah ya tin jangan nangis lagi" satria mengangkat kepala gadis tersebut dan mengusap air matanya dengan lembut satria berusaha menenangkan gadis yang ada di depan nya supaya dia berenti menangis karna dirinya tidak sanggup kalau harus melihat wanita menangis


"tin dengerin aku, stop jangan kamu menangis lagi sekarang kamu harus fokus sama tujuan mu datang ke kota dan kamu harus belajar menjadi wanita yang lebih kuat lagi kamu pasti bisa tin" satria menyemangati tina dan memberikan pelukan nya kembali sembari menunggu tina sampai tenang

__ADS_1


"iya sat kamu benar juga, aku bakal berusaha untuk menjadi gadis yang kuat. makasih ya kamu selalu ada buat aku" tina pun kembali tersenyum kepada satria yang sedari tadi di peluknya itu dan dia pun merasa nyaman ada di dekat satria karna satria terus menjaga dia dengan baik


"ehh.. maaf ya sat aku malah nangis di pelukan mu maaf ya aku sudah meluk kamu juga"


"hehe.. di peluk lagi juga nggak apa apa kok tin sampai pagi pun aku rela" satria berusaha untuk membuat tina tertawa lagi


"apaan sih sat" tina merasa malu dan kini pipinya pun merona karna saking malunya dan dia berusaha untuk mengontrol dirinya supaya bisa bersikap biasa saja


"ehh.. sudah malam loh sat kamu nggak pulang ?? Coffe Shop sudah tutup kan ??" tina berusaha mengalihkan pembicaraan nya kepada satria


"ehh.. iya ini sudah jam 11 lebih aku balik ke Coffe Shop dulu ya mau nutup soalnya"


"kamu perlu bantuan nggak kalau perlu ngomong saja sama aku, aku bakal berusaha bantuin kamu kalau aku bisa"


"nggak kok tin orang aku tinggal nutup doang kox" padahal di dalam hati satria sangat ingin di temani tina tapi karna gengsi Satria pun menolak nya


"ya udah aku pamit dulu ya, selamat malam ya dahh tina" satria melambaikan tangan kepada tina dan berjalan meninggalkan nya sendiri


"hati hati di jalan ya sat" tina menatap pria yang bergegas meninggalkan nya dan setelah di lihat nya sudah tidak ada lagi dia pun langsung masuk ke dalam dan beristirahat di kamar kosnya


Bersambungg....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘

__ADS_1


__ADS_2