
silvi yang kecewa karna tidak ada hasil membujuk tina untuk bisa menjenguk satria hanya bisa menangis selain dia begitu sayang dengan kedua nya namun silvi tidak bisa memaksakan tina untuk bisa menerima satria kembali
"tin kenapa kamu bisa seperti itu padahal satria sangat sayang sama kamu dia nggak mau kehilangan kamu tin"
silvi pun berjalan menuju ke tempat adit yang menunggu nya dia hanya bisa menangis karna tidak bisa membawa tina bersama nya
"sayang maafin aku, aku nggak bisa bawa tina"
"udah dong jangan nangis mungkin sekarang ini tina memang belum bisa siapa tau besok dia berubah fikiran kita kan nggak tau"
"tapi sayang tina kalau udah sama keputusan nya dia akan kekeh dan nggak akan merubah nya"
"hati orang siapa tau sih sayang, udah tenang aja ya" menenangkan kekasih nya sambil memeluk dan mengusap kepala nya
adit menenangkan tunangan nya dan sambil sesekali menyeka air mata nya karna dia nggak tega lihat seorang cewek nangis
di tengah kegundahan silvi berbeda dengan tina yang sekarang di rasa bimbang antara menjenguk seseorang yang pernah hadir di hidup nya atau tidak
"kenapa sih vi kamu harus kesini aku sudah mulai melupakan satria kenapa kamu harus ingatkan aku dengan nya lagi" berbicara dalam hati nya
karna tidak ada yang menjawab semua pertanyaan nya tina pun merasa kesal dan tak sengaja membanting sebuah nampan yang dia pegang
"prang"
suara itu pun mengagetkan ibunya yang sedang ada di dalam kamar lalu sang ibu pun bergegas menyusul suara yang ada di dalam dapur
"ada apa tin ??"
"eh.. nggak apa apa kok bu maaf tadi tangan tina licin jadi jatuh deh"
"tapi kamu nggak kenapa napa kan ?? nggak ada yang terluka kan sayang ??" sang ibu membolak balik kan tangan sang anak mencari jika ada luka
"bu ibu aku nggak kenapa napa loh"
"benar kan sayang nggak kenapa napa ??"
"iya ibu, ini aku juga baru selesai membereskan dapur tinggal nyiapin makanan di meja makan aja"
"ayo ibu bantu"
"iya bu makasih ya" tersenyum melihat sang ibu
mereka pun menyiapkan semua makanan yang ada dan sekalian menunggu sang ayah pulang dari sawah selagi menunggu karna makanan pun sudah tersaji tina memilih untuk beberes yang lain lagi
"bu ini kan sudah selesai aku beres2 yang lain dulu ya"
"iya nak tapi ati ati loh jangan sampai melamun lagi kayak tadi"
"iya bu aku nggak bakal melamun kok"
__ADS_1
tina meninggalkan sang ibu dan mencari kesibukan yang lain nya dia memilih untuk menyapu halaman depan dan merapikan taman kecil yang ada disana
"wah bunga nya udah pada mekar semua bagus banget sih" dia tersenyum melihat semua tanaman bunga di halaman sangat indah
tina begitu suka dengan bunga makanya kenapa halaman rumah penuh dengan tanaman bunga termasuk anggrek dia adalah penggemar bunga anggrek
"bu ini bunga nya bagus bagus banget sih"
"iya nak kemarin ibu mau beli bunga anggrek lagi tapi uang nya malah udah kepakai dulu"
"udah lah bu nanti masalah bunga mah gampang"
tak lama kemudian sang ayah pun pulang dari sawah dengan menenteng seikat sayuran yang segar dan juga membawa ubi
"bu ayah sudah pulang"
"eh iya nak"
"ya udah ya bu aku masuk dulu ibu sambut ayah"
"iya nak"
terlihat dari raut wajah sang ayah terlihat begitu lelah namun dia tidak ingin memperlihatkan nya ke istri serta anak nya
"ayah pulang" sambil memperlihatkan apa yang di tenteng nya
"ayah, sini ibu bantu bawa yah .. ayah pasti capek kan sekarang ayah bersih bersih dulu terus nanti makan siang bareng tina loh yah yang masak"
"iya ayah pasti ayah suka deh"
"iya udah ayah bersih bersih dulu ya bu, ibu masuk aja"
"baiklah yah"
sang ayah membersihkan seluruh badan nya yang kotor sedangkan sang ibu masuk dengan membawa apa yang di bawa sang suami dari sawah tadi
ibu masuk menuju dapur dan meletakkan barang bawaan nya di sana setelah itu dia pun mengambil dan menata piring di atas meja makan agar sang suami selesai bisa langsung makan
"tin sini deh coba kamu lihat"
"iya bu sebentar" sambil tergesa gesa menyusul sang ibu
"ada apa bu ??"
"nih lihat ayah mu bawa apa"
"wah cocok nih bu, oh iya bu aku sebenarnya mau ngomong dari kemarin tapi lupa"
"ada apa nak ??"
__ADS_1
"gimana kalau kita buka usah kecil kecil.an gitu di depan rumah kalau nggak ya kita jual online aja, gimana menurut ibu ??"
"bagus juga ide kamu nak, tapi mau usaha apa ??"
"nanti kita fikirin dulu deh bu, oh iya ayah mana bu ??"
"lagi bersih bersih nak"
"oh iya udah kita tunggu dulu ya bu"
"iya sayang" mereka begitu terlihat harmonis semua orang pun iri dengan keharmonisan mereka bertiga
namun berbeda jika sang putri yang satu di rumah yang ada hanya berantem dan terikan karna putri satu nya lagi adalah anak yang tidak pernah bersyukur mempunyai keluarga seperti itu
"hallo kesayangan nya ayah udah nunggu ya"
"iya ayah aku sama ibu udah nungguin dari tadi loh cacing cacing di perut udah protes minta makan terus . hhhe"
"aduh aduh kasian anak ayah ini, ayo kita makan bareng"
"ayo yah"
"masak apa tadi anak ayah ini"
"ada deh yah pasti ayah suka deh iya kan bu"
"iya yah pasti makan nya ayah bakal lahap deh tau masakan nya tina"
"ibu ini bisa aja ya"
"hehe, sini yah duduk" sang ayah pun langsung duduk di tempat yang tersedia
"ini ibu ambilin banyak di jamin ayah bakal nambah nambah dan nambah lagi deh"
"pastinya dong bu kan sudah lama nggak ngerasain masakan nya anak ayah yang satu ini" sambil mengusap kepala sang anak
"ayo yah silahkan di makan dan di rasain gimana rasanya"
"iya selamat makan anak ayah dan juga istri ayah"
"selamat makan ayah" ibu dan juga anak bersamaan mengucapkan nya
begitu harmonis keluarga itu mereka menikmati makanan nya dengan lahap mereka saling bercanda dan sambil menikmati semua suguhan yang ada
tina terlihat begitu bahagia nya bisa melihat senyum dari kedua orangtua yang begitu amat dia sayang betapa tidak ingin nya dia kehilangan moment seperti itu tina ingin selalu bisa di samping kedua orangtua nya meskipun harus hidup serba pas pas.an
Bersambunggg.....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
__ADS_1
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘