Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 91


__ADS_3

Adit mengajak silvi datang kesuatu tempat yang begitu indah dan istimewa ya memang sih itu adalah tempat kenangan yang pernah adit lakukan disana bersama sang mantan kekasih dulu tapi tak ada salahnya jika dia mengajak silvi kesana


"kita jalan jalan sambil nunggu tina dan satria selesai ya sayang"


"iya sayang, emang nya mau kemana sih yang ??"


"ada deh tapi aku jamin pasti kamu betah"


"ok lah kalo gitu, aku mah ikut aja yang penting ada cemilan buat aku"


"ya tuhan kamu tuh ya ngemil terus kalo kamu gendut tau rasa"


"emang nya nggak suka ya kalo aku gendut yang ??"


"suka kok dan aku tetap sayang sama kamu"


"serius ??" silvi mulai khawatir dengan kata kata adit


"seriusan sayangku jangan cemberut ya, bentar lagi kita sampai loh"


"beneran yang ??"


"beneran dong makanya jangan cemberut"


"iya deh iya"


Silvi mulai tersenyum mobil nya pun mulai mendekati tempat tujuan mereka dan sudah terlihat sedikit penampakan pemandangan yang ada disana memang malam namun pemandangan disana paling bagus di lihat saat malam


Selain menyaksikan lampu seluruh kota semarang disana pula banyak kunang kunang berterbangan menambahkan kesan yang begitu indah apalagi di tambah saat langit cerah dan berbintang


Sungguh indah dan tiada tanding nya dengan yang lain ternya suasana malam itu pun sangat pas langit cerah dan berbintang serta udara pun sangat sejuk


"tara yuk kita turun" adit mengajak silvi


"hah indah banget sayang kamu tau aja sih kalo ada tempat kayak gini"


"iya dong aku gitu loh"


"tapi jangan bilang kalo bukan hanya aku yang kamu ajak kesini ??"


"hehehe, iya"


"iya apa ??"


"dulu pernah ngajak salah satu cewek yang pernah pacaran sama aku kesini tapi karna dia di jodohin akhirnya kita pun putus dan aku memilih untuk mengalah"


"hah, aku baru tau soal itu"


"ya memang aku nggak pernah ngomong kok sama kamu"


"iya deh iya, nama nya juga mantan terindah"


"bukan lah sayang yang terindah itu kamu, kan kamu yang bakal jadi ratu di hati ku kelak dan menjadi ibu dari anak anak ku nanti"


"gombal deh kamu yang"


Silvi benar benar terpesona dengan pemandangan langit serta suasana yang ada disana dia begitu mengagumi apa yang telah Tuhan ciptakan dengan begitu indahnya tanpa kurang satu pun


Silvi dan adit duduk di tempat yang tersedia disana mereka menghabiskan sedikit waktu untuk bisa berduaan sambil menunggu sahabat nya selesai dengan urusan nya

__ADS_1


"kira kira sampai kapan kita disini ya sayang ??" silvi bertanya kepada adit


"ya sampai dapat kabar dari satria kalau dia sudah selesai dengan semua nya baru deh kita pulang dan istirahat"


"oh iya deh lupa kalau kita disini tuh juga lagi nungguin mereka berdua, hehe"


"ya semoga aja ya sayang hati tante weni bisa luluh dengan tina supaya dia memberi restu kepada mereka berdua" harapan adit yang begitu menginginkan satria dan tina bersatu selamanya


"semoga ya sayang, akupun juga berharap seperti itu"


"tapi setau ku tante weni tuh keras banget hati nya kalau udah nggak ya nggak tapi untuk kali ini aku benar benar berharap banget satria bisa meluluhkan hati ibunya"


"semoga sayang"


Mereka menghabiskan waktu disana sambil menikmati pemandangan yang ada silvi adit adalah calon pengantin yang tidak lama lagi mereka bakal bersatu dalam ikatan pernikahan


Namun sebelum itu mereka begitu ingin menyatukan tina dan satria agar mereka juga terikat dalam ikatan pernikahan namun jalan mereka begitu berliku karna tina tak dapat restu dari orangtua satria


Walaupun begitu satria dan juga tina terus akan berusaha akan hal yang begitu penting dalam hubungan mereka itu jadi tina berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha sampai bisa mendapatkan nya


"kring kring kring" suara telfon masuk di hp silvi


"hallo"


"woy cil kenapa adek gua nggak lu balikin sih ??" aurel menghubungi silvi


"aduh kak mereka belum kelar kali kak, ini aja gua juga nunggu in mereka sampai ngantuk tau"


"lama bener itu bocah"


"alah biarin napa sih kak biar sampai kelar dulu"


"iya tau kak nanti juga bakal aku anterin pulang kok"


"cepetan loh jangan lama lama udah di cariin ibu gua soal nya"


"oh gitu ya, ya udah biar aku kasih tau ke mereka"


"ok" aurel langsung mematikan telfon nya tanpa permisi


"dasar punya kakak gila" silvi mengomel sendiri


"ada apa sih sayang ??"


"ini nih yang aurel gila"


"kenapa ??"


"telfon main tutup tutup aja"


"udah biarin aja lah sayang kan kamu tau sendiri karakter kakak nya tina"


"sabar sabar"


Silvi menghubungi satria lewat pesan karna memang ini juga sudah terlalu larut malam jadi mereka harus segera pulang


"sat udah malam nih, tina di cariin ibunya tadi kakak nya telfon gua"


"ok ini juga udah kelar kok, kalian dimana ??"

__ADS_1


"iya gua segera kesana"


"ok gua tunggu"


Setelah mendapat balasan dari satria silvi pun menarik tangan adit tanpa aba aba sehingga membuat adit kaget


"aduh sayang kenapa sih??"


"ayo jemput satria"


"ngomong dulu kek main langsung tarik tarik aja kan bikin kaget"


"iya iya maaf ayo"


"iya iya ayo" adit duduk di kursi kemudi sedangkan silvi duduk di sebelahnya


"cepetan sayang"


"iya iya sabar sih"


Adit mengendarai mobil dengan kecepatan yang sedang karna dia harus berhati hati saat berkendara namun silvi merasa tidak sabar dengan cara mengemudi adit dia hanya memandang adit dengan sinis


"ada apa sih sayang kok mandangin aku kek gitu ??"


"nggak apa apa kok"


"kurang cepet ya ??"


"itu tau kamu"


"jangan ngebut ngebut lah sayang kita itu harus berhati hati dalam berkendara"


"iya deh iya"


Silvi langsung diam dan memainkan hp nya sambil mengscroll sosmed nya terlihat silvi yang diam dia begitu manis dan sangat menggoda karna kecantikan nya yang begitu sempurna


Tak selang berapa lama mereka pun sampai di cafe yang mereka tuju mereka menjempun tina dan satria yang sudah bersiap di depan gerbang cafe tersebut


"hey" satria dan tina masuk di kursi belakang


"iya yuk gua anter lu tin buat pulang, katanya lu di cariin sama kakak lu"


"oh gitu ya ok, kenapa dia nggak ngehubungi aku ya ??"


"tadi dia telfon aku kok" silvi menjawab


"oh gitu ya, ok yuk pulang"


"udah siap semua nya ??"


"dah"


Mereka terlihat begitu bahagia setelah sekian lama satria dan tina harus memendam rasa kini mereka sudah bisa untuk bermesra mesra an kembali terlihat dari perlakuan satria kini mereka tidak merasa canggung lagi


Bersambungg....


Hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua

__ADS_1


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2