
di rumah sakit satria di rawat silvi dan juga adit selaku sahabat dari satria serta tina hanya bisa melihat satria yang masih dalam keadaan terkulai lemah dan koma tanpa ada berita kapan satria bisa sadar
"sayang kenapa ini satria belum juga sadar dari koma nya padahal udah berbulan bulan loh"
"sabar ya sayang kita doain aja semoga dia cepat sadar atau mungkin kamu coba deh hubungi tina suruh dia kesini"
"udah sayang aku udah sering banget hubungin dia namun dia nggak mau angkat telfon aku sama sekali bales chatt aku aja nggak mau"
"gimana kalau kita coba buat datengin tina di rumah nya siapa tau dia mau kan kalau kita datang kesana dan kita sekalian aja minta ijin sama orang tua nya tina, gimana yang ??"
"tapi kalau dia tetap nggak mau gimana coba ??"
"aduh sayang jangan pesimis dulu dong kita juga belum nyoba kesana kan, lagian kamu juga udah kenal sama keluarga nya"
"ya udah deh kita coba kesana tapi nunggu orangtua satria kesini dulu ya sayang biar ada yang jagain"
"iya sayang" adit mencoba menenangkan silvi memang mereka adalah sahabat namun sudah seperti saudara sendiri
silvi dan adit memang bergantian dengan kedua orangtua satria untuk berjaga di rumah sakit namun berbulan bulan lamanya satria belum juga ada perubahan dia masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit
memang cukup parah kecelakaan yang di alami satria pada saat itu namun hal seperti ini tidak pernah di bayangkan oleh sahabat serta kedua orangtua satria
"eh sayang gimana ya kalau aku coba hubungi tina dulu siapa tau dia mau angkat telfon aku"
"iya coba deh yang"
silvi pun mencoba menghubungi tina lewat sambungan telfon berharap sangat kalau tina mau menjawab telfon nya itu
"kring kring kring"
"aduh yang nggak ada jawaban nih"
"coba lagi sayang"
__ADS_1
"baiklah" silvi mencoba menghubungi lagi
"kring kring kring" bunyi hp pun terus berdering
silvi masih mencoba terus untuk menghubungi tina dan sangat berharap tina mau menjawab telfon nya itu agar dia bisa memberitaukan akan kondisi satria saat ini yang masih dalam keadaan koma
"kring kring kring"
"kring kring kring"
"kring kring kring"
masih belum juga ada jawaban dari tina di chatt pun juga nggak di bales memang tina benar benar ingin bebas dari hubungan yang berkaitan dengan satria meskipun dalam hal manusiawi
tina yang melihat hp nya berdering sedari tadi hanya bisa mendiam kan nada dering hp nya dia takut ibu nya mengetahui kalau dia sedang tidak akur dengan sahabatnya silvi
"maafin aku ya vi, aku nggak bisa angkat telfon dari kamu karna aku nggak ingin bersangkut paut dengan satria lagi aku udah ihklas kok kalau aku harus mundur dari hubungan ini"
karna tina merasa terganggu dengan semua pesan serta telfon yang terus menerus dia pun akhirnya mau membalas chatt dari silvi meskipun itu hanya sebuah penolakan
"vi, aku minta maaf kalau kamu menghubungi aku hanya untuk membujuk ku untuk menengok satria maaf aku nggak bisa aku sudah nggak mau berurusan lagi dengan keluarga itu terutama ibu nya satria yang jelas jelas sudah merendahkan ku di depan umum bahkan di depan kamu dan juga adit"
"tolong kamu jangan mengganggu ku lagi kalaupun kamu ke rumah aku juga nggak bakal mau ikut kamu untuk kamu ajak ke rumah sakit meskipun kamu membujuk ku seperti apa aku akan tetap dengan pendirian ku"
tina membalas pesan silvi dengan benar benar detail akan apa yang dia rasakan saat ini tina begitu sakit hati akan ucapan dari ibu satria yang begitu merendahkan nya di hadapan umum
silvi yang mendengar nada dering hp nya menandakan ada pesan masuk dia langsung membuka pesan itu yang ternyata dari tina sahabatnya
"sayang sayang ini tina balas chatt aku, sini deh kita liat gimana tina balas pesan aku" silvi memanggil adit untuk mendekat
dan setelah melihat isi pesan tersebut silvi benar benar di buat kecewa dia kecewa karna percobaan nya untuk membujuk tina agar mau menjenguk satria ternyata gagal dan nggak ada hasil
silvi begitu kecewa dia bahkan membanting hp nya karna begitu kecewa dengan sikap sang sahabat yang sekarang ini berubah 180°
__ADS_1
"kenapa sih tin kenapa kamu setega ini sekarang aku bahkan nggak kenal dengan kamu yang sekarang"
"dulu kamu nggak seperti ini bahkan kamu sangat baik dengan semua orang meskipun orang itu sering menyakiti kamu tapi kamu tetap menyayangi nya tapi kenapa sekarang kamu seperti ini tin" silvi menangis
adit yang melihat sang kekasih menangis dia pun langsung memeluk silvi agar dia bisa tenang adit menenangkan silvi dengan begitu besar kasih sayang
"sudah ya sayang jangan nangis biarkan tina untuk berfikir dulu, mungkin kata kata ibunya satria begitu menusuk dalam hatinya jadi itu yang membuat tina bisa berubah terhadap satria saat ini"
"tapi sayang saat ini satria benar benar membutuhkan tina membutuhkan cinta nya tina bahkan pas tina kesini kata dokter jari tangan satria bergerak kan memang ikatan batin mereka benar benar sudah terikat dengan kuat sayang"
"iya tapi saat ini tina masih dalam keadaan yang nggak menentu pasti sebenarnya tina juga ingin kesini untuk menjenguk satria namun dia takut kalau sampai bertemu lagi dengan ibunya satria"
"iya kan dia bisa kesini saat ayah ibu nya satria nggak disini yang, aku tuh kasian sama cinta mereka yang harus terpisah karna restu orang tua itu juga ibunya satria kenapa nggak ngasih restu padahal tina kan juga baik cantik pinter pula"
"biarkan lah semua berjalan sesuai dengan garis takdir dari sang kuasa ya yang, siapa tau hari ini mereka nggak bisa bersatu dan suatu saat mereka akan di persatukan kembali mungkin ini adalah cobaan untuk cinta mereka"
"semoga ya sayang"
"sekarang kamu jangan nangis lagi ya kasian tuh hp mu kamu banting dia kesakitan loh"
"ih apaan sih kamu yang, mana mungkin hp bisa nangis kesakitan sih" silvi mulai tersenyum
"gitu dong baru cantik kalau senyum" adit sedikit menggoda sang kekasih agar sang kekasih bisa ceria lagi seperti semula
adit dan silvi terlihat begitu serasi sudah sangat cocok mereka menjadi suami istri namun karna silvi masih ingin melanjutkan pendidikan nya mereka pun mengubur sebentar keinginan mereka
Bersambungg.....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘
__ADS_1