Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Malam Yang Indah


__ADS_3

malam semakin larut mereka berdua masih belum menyelesaikan ritual nya satria dan tina masih terus meluapkan hasrat mereka masing masing sampai benar benar puas dan terselesaikan


kini malam sudah menunjukkan pukul 02.00 setelah mereka puas akan kegiatan nya mereka pun saling memeluk satu sama lain sambil sesekali satria mencium kening tina yang berada tepat di depan nya


"sayang terima kasih karna kamu sudah mau menjadi kekasih ku.. aku janji aku nggak akan melepaskan mu karna aku benar benar mencintaimu" satria mencium kening tina dengan lembutnya


dan ternyata ciuman satria membangunkan tina yang sedang tertidur di pelukan nya itu "hah.. sayang kok kamu melek sih ?? kamu nggak tidur ya ??"


"hehe.. nggak apa kok sayang aku lebih senang memandangi mu dan menciumi mu setiap saat sayang, udah malam tidur lagi gih" satria mengeratkan pelukan nya lagi dan menyuruh kekasih nya untuk tidur kembali


"ihh.. nggak mau sayang kamu aja melek aku ya harus melek lahh" tersenyum sambil sedikit menggoda satria dengan cara mencubit perutnya


"aduh .. sakit tau sayang"


"hehe.. maaf ya sayang kan aku cuma becanda" mereka terus memeluk satu sama lain seakan akan tidak ingin terpisah ataupun di pisahkan


begitu romantis nya kedua sejoli ini yang sedang di mabuk asmara mereka sama sama berharap kalau suatu saat impian mereka akan jadi kenyataan, mereka bermimpi akan datang nya hari dimana mereka akan menjadi satu


"sayang.. aku boleh nanya nggak ??"


"silahkan sayang" dengan nada penasaran satria menjawab pertanyaan tin dan mempersilahkan jika tina ingin bertanya


"kalau mama papa kamu nggak setuju dengan hubungan kita ini gimana sayang ?? apa kamu akan terus memperjuangkan ku dan juga cinta kita ??"


"kalau pun semua orang tidak setuju dengan hubungan kita aku bakal tetap memperjuangkan cinta kita sayang, apalagi hanya ayah ibu ku" satria berusaha untuk menguatkan tina yang kini dalam keadaan bimbang


"udah malam lanjut tidur lagi gih.. biar besok bangun lebih enakan badan kamu sayang" mencium kening tina dengan begitu lembut dan penuh cinta


mereka pun tertidur dengan pulas dan nyenyak tina yang masih berada dalam pelukan satria terlihat begitu senang dan bahagia karna dia bisa menemukan pria yang begitu mencintainya

__ADS_1


"makasih ya sayang.. sudah mau mencintaiku dengan semua kekurangan ku" tina bergumam dalam hatinya sambil sesekali ngusel ngusel kekasih nya .


Epiologg.....


hari pun sudah berganti pagi, satria yang sudah bangun sedari tadi keluar kamar terlebih dulu untuk menemui ayah ibu nya dan berbicara dalam ikatan keluarga "selamat pagi ayah ibu"


"pagi juga sayang, sini duduk sarapan sama ayah dan ibu"


"hehe .. iya yah bu" satria pun duduk di kursi yang sudah tersedia di meja makan dan dia duduk tepat di samping ibu nya


"oh.. iya yah bu ada yang mau aku omongin boleh kan ??"


"iya sayang silahkan, kamu mau ngomong apa ??" weni menjawab pertanyaan anak nya dengan lembut dan penuh kasih sayang


"ayah ibu kalau aku nikah dalam waktu dekat boleh nggak ?? ya aku tau kalau ayah sama ibu pengen aku sarjana dulu tapi aku udah nggak sabar pengen menghalalkan pacar aku yah bu, dan aku juga takut kalau sampai tina di rebut oleh orang lain"


"kamu sudah yakin sayang mau menikah dengan pacar kamu itu, kamu sudah memikirkan ini dengan matang ?? pernikahan itu bukan hanya untuk sesaat sayang tapi pernikahan itu untuk selamanya sampai ajal memisahkan.. kamu beneran udah yakin ??"


"iya bu aku udah yakin dengan keputusan ku ini, aku ingin memiliki tina seutuh nya, karna aku nggak mau lagi kalau sampai kejadian waktu itu terulang lagi ayah ibu"


kedua orang tua satria pun hanya terdiam saat mendengar sang anak benar benar sudah yakin akan keputusan nya untuk menikah muda, namun kedua nya hanya bisa memberikan pengertian akan apa arti dari pernikahan itu


"sat, kalau memang kamu sudah yakin dengan keputusan kamu mama dan juga papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian, mama papa setuju jika memang kamu sudah yakin dengan itu semua"


setelah mendengar jawaban dari sang ayah satria pun sangat senang karna dia sudah mengantongi lampu hijau dari kedua orang tua nya, dan misi selanjutnya hanyalah tinggal meminta restu dari kedua orang tua tina


mungkin akan sangat berat buat meyakinkan kedua orang tua tina, karna tina adalah anak kesayangan yang tak mungkin langsung bisa mereka setujui jika tina harus menikah muda


"makasih ya ayah ibu atas restu yang kalian berikan untuk satria, terima kasih karna selalu suport satria dalam hal apapun itu"

__ADS_1


"ohh.. iya mana pacar kamu kok nggak di ajak untuk sarapan bareng kita ??"


"tadi sih masih tidur bu, mau aku bangunin kasihan dia kelihatan capek banget mungkin karna perjalanan juga jauh ya makanya semalem dia pingsan, dia kalau kecapekan pasti langsung pingsan bu"


"oh.. ya udah kamu bawain makanan ya buat dia biar dia cepet baikan dan bisa ngumpul sama papa mama, mama mau kenal lebih dekat sama pacar kamu itu" weni berusaha untuk memberikan perhatian untuk pacar sang putra


"sebentar ya bu, aku cek dulu dia udah bangun belum" satria pun bangkit dari duduk nya dan menuju ke kamar untuk mengecek tina


dan sesampai nya di kamar satria kaget bukan main karna melihat seorang wanita mengenakan kemeja putih berada dalam kamar nya dan setelah di cek itu adalah tina kekasih nya sendiri


"sayang, itu kamu toh bikin kaget aja deh" satria menghampirinya dan duduk tepat di sebelah nya lalu satria pun memegang tangan tina dengan hangat


"maaf ya sayang aku pakai kemeja kamu dan ini kedodoran soalnya tau sendiri kan kalau aku kecil, habis tadi aku abis mandi cari baju baju kamu cuma ada kemeja doang nggak ada kaos santai gitu jadi bingung aku deh .. lalu aku ambil aja salah satu kemeja kamu dan ternyata kedodoran, hehe"


satria hanya tersenyum mendengar cerita kekasih nya itu "nggak apa kok sayang, ayo kita keluar udah di tunggu sama ibu dan juga ayah di meja makan, kamu di suruh makan biar ada tenaga nya"


"tapi sayang aku malu, dan aku takut kalau sampai kedua orang tua kamu nggak suka sama aku gimana ??"


"aku tadi sudah ngomongin soal hubungan kita ini mereka sudah setuju jadi kamu tenang aja ya jangan takut" satria berusah untuk membujuk tina yang masih ragu dengan hatinya


namun tina masih tidak bergeming, dia masih terdiam dalam lamunan nya karna dia masih merasa takut jika kedua orang tua satria tidak menyetujui hubungan nya dengan putra tunggal mereka, hati nya terus bergejolak dan merasa ragu untuk bertemu dengan calon mertua nya


Bersambungg.....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘

__ADS_1


__ADS_2