
Tina pun menyiapkan semua keperluan nya untuk membuatkan pesanan pelanggan karna memang sudah mempunyai pelanggan tetap tina pun berusaha untuk bisa tetap stabil dan memuaskan hati pelanggan nya
"terima kasih tuhan telah memberiku jalan rejeki yang tak terduga dan datang dari arah mana saja"
Tina masih terus membuatkan semua pesanan itu sendiri karna memang tidak ada yang membantu nya jadi dia harus bekerja secara extra
"oh iya kakak gua tumben ngajakin jalan gua ada apa ya gua jadi penasaran apa yang mau dia tanyain nanti ??"
"apa ada hal yang gawat gitu sampe sampe dia harus ngomong secara empat mata dan nggak mau kalau ayah ibu dengar jadi penasaran sumpah ??" tina bertanya tanya dalam hatinya dia merasa aneh dengan sikap sang kakak hari ini
Namun karna dia masih sibuk dengan kegiatan nya akhirnya dia memilih untuk tidak terlalu memikirkan persoalan itu
"woy bocil" sang kakak memanggil
"apaan sih kak ??"
"sini bentar sih cil"
"ok, bentar gua selesaiin ini dulu ya kak"
"cepetan bocil, ini rame nih gua kuwalahan ngelayanin nya"
"iya iya" tina pun langsung berdiri dan berjalan menuju keluar rumah untuk membantu sang kakak
mereka pun saling bekerja sama dan terlihat sangat kompak, sang ibu yang melihat kekompakan kedua putri nya itu pun merasa sangat bahagia karna sekian lama suasana yang ia rindukan akhirnya tercapai juga
" ibu merasa senang nak melihat kalian akur, tetaplah seperti ini terus sampai nanti ya anak anak ibu" sang ibu pun berbicara sendiri sampai tanpa dia sadari kalau ia meneteskan airmata
Sang ayah yang melihat istri nya menangis pun kaget dan ayah langsung memeluk ibu yang tengah sesegukan karna menangis
"bu, ibu kenapa menangis ??"
"nggak apa apa yah, ibu hanya terharu saja dengan keakrapan kedua anak kita sekarang"
"iya bu sama ayah juga sangat terharu melihat mereka berdua yang kini sudah mulai akrap dan mulai dekat meskipun terkadang masih sering berantem tapi ayah sudah bahagia melihat mereka seperti ini"
"semoga mereka tetap seperti ini terus ya yah, ibu sangat berharap sekali mereka terus seperti ini"
"iya bu semoga saja"
Kedua orangtua itu pun merasa bangga bisa memiliki anak anak seperti mereka, meskipun dulu pernah berselisih faham namun kini kedua bersaudara itu pun sudah mulai melupakan masa lalu yang begitu pahit
Karna warung sudah mulai sepi tina pun melanjutkan membuat pesanan dari pelanggan itu, dia masuk kedalam rumah dan memulai kembali pekerjaan nya yang tadi sempat di tinggal nya
"uhh . Mulai lagi deh dengan pekerjaan utama ku membuat pesanan yang sudah menumpuk banyak"
__ADS_1
"tapi aku bahagia karna biarpun pekerjaan banyak aku bisa menghasilkan uang untuk membantu kedua orangtua ku"
Tina melanjutkan kerjaan nya sedangkan sang kakak menjaga warung, karna sudah mendapat tugas masing masing jadi mereka fokus dengan kerjaan yang di pegang nya
"huh ternyata jualan itu melelahkan juga ya" aurel bergumam sendiri
" tapi juga seneng sih bisa dapat duwit, oh iya gua kan mau telfon silvi buat acara nanti malam"
Aurel mengintip dari jendela untuk memastikan tina masih sibuk dengan kerjaan nya, dan setelah merasa aman aurel pun mengambil hp nya untuk menghubungi silvi
"kring kring kring" suara dering terdengar namun belum dapat jawaban
"kring kring kring" aurel mencoba menghubungi kembali
" ini bocah kemana sih di hubungi nggak di jawab" merasa kesal
"kring kring kring" aurel mencoba lagi
"hallo" jawaban dari silvi
"kurang ajar lu ya di hubungi dari tadi baru di jawab"
"sorry sorry kak, tadi gua masih di kelas"
"jadi lah kak aku udah ngobrol sama adit dan dia bakal ajak satria ke resto yang buat kita ketemuan nanti malam"
"bagus deh vi kalau gitu, ini tina juga mau kok gua penasaran sama perasaan mereka berdua jadi malam ini gua mau mastiin semua nya"
"iya kak gua juga pengen mereka balik lagi kek dulu"
"ok udah dulu ya ini tina mau kesini nanti malah denger lagi rencana kita"
"ok kak" silvi menutup telfon itu dan aurel pun menaruh hp nya karna sudah melihat tina yang berjalan menuju ke arah nya
"kakak ??"
"apaan cil ??"
"hehe, nggak apa apa kok kak pengin nyari udara aja bentar"
"emang udah selesai kerjaan lu cil ??"
" udah dong"
"gila cepet amat, tuh tangan apa mesin yang ngerjain ??"
__ADS_1
"hahaha, biasa aja kali kak"
"iya deh sini duduk sebelah gau cil"
Tina pun duduk di sebelah sang kakak dia duduk dengan santai sambil sedikit meledeki sang kakak
"hey cil"
"apa kak ??"
"gua mau nanya sama lu nih ??"
"nanya apa kakak ??" penasaran
"lu sebenarnya masih ada rasa nggak sih sama itu pacar lu yang gua lihat di kost.an lu dulu ??"
"udah sih kak nggak usah di bahas lagi soal itu, lagian dia juga udah bukan siapa siapa gua kok"
"tapi kata silvi itu pacar lu lagi koma di rumah sakit, emang bener ??"
"udah sadar kok dia"
"terus nyari lu nggak ?? sekedar nanyain lu gitu ??"
"dia amesia (hilang ingatan) jadi dia nggak bakal ingat gua lah lagian orangtua nya juga nggak suka kok sama gua"
"hah ? Nggak suka kenapa, lu cantik juga sexy terus kenapa itu orangtua nya nggak suka sama lu ??"
"karna gua bukan dari keluarga yang berada, puas lu kan udah tau semua nya ??" merasa kesal dan marah karna sang kakak terus menerus menanyakan perihal hubungan nya dengan satria
"kak gua minta ya sama lu jangan pernah lagi lu bahas soal itu laki lagi gua udah nggak mau inget sama dia karna hati gua udah terlanjur sakit banget sama ucapan orangtua nya dan gua juga udah nggak mau tau lagi soal dia, mau dia mati kek mau dia sekarat apa gimana gua udah bodo amat"
Tina pun langsung beranjak dari duduk nya dan pergi masuk kedalam rumah untuk menghindari sang kakak yang akan menanyakan semua tentang hubungan nya dengan satria
Ya memang tina tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dirinya masih mencintai satria sampai saat ini namun karna keadaan lah yang membuat tina harus bisa melupakan impian nya untuk bersama sama dengan satria
Karna akibat tidak mendapat restu orangtua tina hanya bisa pasrah dan merelakan hati nya untuk melepas kekasih yang begitu dia cintai meskipun dia harus menahan rasa sakit yang begitu amat menyayat
Bersambungg...
Hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘
__ADS_1