
hari pun sudah menjelang pagi tina yang masih terlelap dalam tidur nya belum juga bisa bangun karna memang kecapek.an sampai sampai seniornya lila membangunkan nya
"tok tok tok, tin bangun ayo berangkat kerja" lila berusaha membangunkan tina yang masih terbuai dalam mimpi nya
"tok tok tok .. tin tin bangun"
setelah lama berusaha membangunkan akhirnya tina pun bangun meskipun belum terlalu sadar dia pun langsung meraih handuk dan pergi mandi, lila yang masih berada di depan kamarnya pun terheran heran terhadap sikap tina yang tidak seperti biasanya
lila terus memandangi tina yang sudah tidak terlihat karna masih berada dalam kamar mandi, lila memikirkan apa yang sudah terjadi dengan tina kenapa sikap nya begitu aneh tidak seperti biasanya
"tina kenapa ya kok aneh banget nggak seperti biasa nya dia kayak gini" karna lila nggak mau ambil pusing lila pun ikut bersiap untuk berangkat kerja setelah selesai dia hanya menunggu tina di teras depan
sedangkan tina masih sibuk untuk bersiap berangkat kerja dia kebingungan dengan seragam nya yang entah pergi kemana "seragam ku kemana ya kok ilang ??"
tina sibuk mencari seragam kerja nya dia mengacak acak lemarinya dan belum juga ketemu dia terus mencari sampai ketemu dan ternyata ketemu di bawah ranjang "lohhh ini seragam kenapa bisa sampai di kolong sih, siapa yang naruh ya ??"
"tau lah penting kan udah ketemu dan aku bisa berangkat kerja" tina bersiap dan setelah siap dia pun menyusul seniornya lila dan menghampirinya karna dia nggak ingin kalau sampai di tinggal berangkat duluan
tina pun mengagetkan seniornya itu dan benar saja lila pun kaget bukan main sampai sampai dia terjatuh gara gara saking kaget nya "baaa .. mbak lila !!"
"ehhh.. dasar bocah ini ya bikin orang jantungan saja"
"maaf ya mbak, mbak lila sampai jatuh gara gara aku"
"hhe.. nggak apa kok tin, ayo berangkat udah telat tau"
"siap mbak" tina dan lila pun berjalan untuk berangkat kerja mereka terlihat sangat kompak seperti adik dan kakak yang sedang berjalan bareng
mereka berjalan dengan sedikit membubui perjalanan nya dengan candaan receh ala ala mereka berdua namun walaupun receh mereka begitu terlihat gembira dan senang
tak berapa lama mereka pun sampai di Coffe Shop tempat mereka kerja namun setelah sampai disana ternyata belum ada satu orang pun yang datang dan ternyata mereka kepagian "waduh mbak kenapa belum ada orang ya ??"
"hehe.. kita kepagian tin, daripada nunggu disini kita jalan jalan yok di taman deket sini tuh"
__ADS_1
"boleh juga tuh mbak" tina sangat antusias dengan ajakan dari seniornya itu dan mereka pun berjalan menuju taman itu karna memang taman dan Coffe Shop tersebut tidak jauh jaraknya tak perlu lama lama mereka pun sampai di taman tersebut
"wow indahnya mbak, mbak lila kenapa nggak pernah ngajakin aku sih kesini"
"hehe.. maaf habisnya kamu juga sibuk terus sih"
"ohh.. iya mbak nanti kalo weekend kita di ajakin jalan sama silvi sahabat ku lohh, mbak lila mau kan ??"
"ya bisa di atur lah tin, asal kamu nggak sibuk sama pak satria aja"
tina terlihat mau setelah seniornya menyebut nama salah satu bos nya itu dan lila pun tau kalau di antara tina dan satria mereka itu pacaran namun lila berusaha untuk pura pura tidak tau
"apaan sih mbak"
"ciee malu nih yee, emang nya kamu pacaran ya sama pak satria ??"
"nggak kok mbak" tina berusaha menyembunyikan hubungan nya itu dari seniornya namun biar begitu lila sudah tau semua nya
"oke lahh, aku kirain kamu pacaran"
"tapi kalau kamu di dandani juga terlihat cantik kok tin, kayak kemarin kamu pake mini dress"
"waduh mbak lila kemarin juga lihat aku pake dress itu ya" tina bergumam dalam hati nya karna dia merasa malu dengan penampilan nya yang kemarin, kalau bukan karna silvi tina pun tidak akan punya yang namanya dress ataupun gaun
mereka berjalan jalan di taman itu sambil menikmati satu gelas es teh yang di beli nya tadi, sampai di suatu tempat tina menemukan sesuatu yang menarik perhatian nya yaitu taman bermain anak anak kecil
dia teringat saat dia jatuh yang membuat nya koma sampai 3tahun lebih dan dia begitu trauma atas kejadian itu namun disisi lain dia pun ingin mencoba permainan itu karna sudah lama dia tidak pernah bermain lagi
"mbak mbak kita main itu yuk ??"
"gila kamu ya, itu kan mainan anak kecil"
"ayolah mbak sekali aja" tina memohon sambil menyatukan tangan nya di hadapan lila untuk membujuk lila supaya mau menemani nya bermain jungkat jungkit
__ADS_1
"iya deh tapi sekali aja ya tin"
"horee akhirnya mbak lila mau" tina sangat kegirangan saat mendengar lila mengiyakan kemauan tina layak nya seperti anak kecil mendapatkan permen dari orang tua nya
mereka pun berniat untuk bermain jungkat jungkit namun sesuatu terjadi kepada tina, dia begitu histeris setelah mereka mendekati permainan tersebut dia merasa takut dan ingin pulang ya, mungkin trauma nya kambuh kembali
"tin kamu gakpapa kan ??" lila menanyakan keadaan tina sembari mengajak nya duduk di kursi taman yang sudah di sediakan " hey tin kamu gakpapa kan jawab mbak deh"
"nggak kok mbak aku gakpapa"
"terus kenapa kamu kayak orang ketakutan gitu ??"
"aku cuma trauma aja sama permainan itu mbak" tina menjelaskan kepada lila kalau dirinya punya trauma terhadap permainan jungkat jungkit dan lila pun memahami apa yang terjadi terhadap tina
karna tidak ingin terjadi yang lebih lagi lila pun mengajak tina untuk kembali namun ajakan lila itupun di tolak oleh tina karna dia lebih memilih untuk berada di taman tersebut
"tin ayo kembali ke Coffe Shop aja, aku nggak mau kamu kenapa napa tin"
"hehe.. gakpapa kok mbak aku sehat sehat aja"
"tapi tin..."
tina pun tidak menggubris omongan lila dan dia berusaha mendekati permainan itu karna dia ingin trauma nya hilang sehingga dia bisa bebas dari beban fikiran nya
tina terus mendekati permainan itu sambil sesekali dia teriak kesakitan karna trauma nya itu namun itu semua tidak menyurutkan tekat tina yang ingin menghilangkan trauma nya tersebut "aku pasti bisa.. tin kamu pasti bisa semangat"
tina menyemangati dirinya sendiri supaya dia lebih kuat untuk menahan sakit nya tersebut, dia terus berusaha mendekati permainan itu dan benar saja setelah memegang jungkat jungkit tersebut tina pun langsung kesakitan menahan sakit nya itu
Bersambungg...
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘