Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 76


__ADS_3

cukup lama mereka bertiga menunggu kedua orangtua satria keluar namun mereka memaklumi itu semua karna tidak mudah bagi keluarga satria untuk bisa menghadapi kenyataan ini


"itu tante sama om kenapa lama banget ya sayang ??" silvi mulai merasa kesal


"sabar dong namanya juga baru bisa melihat anak nya yang sekian lama koma"


"tapi kan nggak selama ini juga kali yang"


"udah udah jangan marah marah sih vi, nanti kan juga bakal keluar om tante nya"


"iya tin tapi aku udah nggak sabar tau"


"nggak sabar apa sih vi ??"


"nggak sabar pengen lihat kedua sejoli yang telah lama berpisah akhirnya bisa bertemu kembali"


"kamu ini ya masih bisa bercanda" tina tersenyum tipis


"cie senyum gitu dong dari tadi senyum nya kan aku juga ikut seneng kalau kamu ceria lagi"


"udah ah kan jadi malu aku nya" terlihat merah pipi cabhy tina


"iya deh iya yang mau bertemu lagi ciee"


"terserah kamu deh vi" tina mencoba menutupi rasa gerogi dan malu dari sahabatnya


mereka masih menunggu kedua orangtua satria keluar cukup lama namun belum juga ada yang keluar tiba tiba hp adit pun berbunyi menandakan ada pesan masuk dan ternyata pesan dari ayah satria


"adit di situ masih ada tina kan ?? tolong ajak tina kemana dulu biar tante kamu nggak lihat ini mau keluar takut nya kalau tante mu lihat tina lagi dia bakal benar benar melarang nya untuk masuk, biar tante kamu om ajak pulang dulu biar kalian dan juga tina bisa leluasa bertemu dengan satria" isi pesan dari ayah satria


"baiklah om" jawab adit singkat


setelah menjawab pesan dari ayah satria adit pun membicarakan soal pesan itu kepada tina dan juga silvi kekasih nya


"tin aku boleh minta tolong sama kamu nggak ??"


"ada apa dit ??"


"ini om alex kirim pesan ke aku kamu di suruh mumpet dulu biar nggak ketahuan sama tante weni, om alex takut nya kalau kamu nggak di bolehin masuk beneran sama tante weni kalau sampai tante lihat kamu"


"tapi aku harus mumpet kemana dit ??"


"kamu ke toilet aja nanti kalau om sama tante sudah keluar dan pulang kamu biar di kabarin sama silvi"


"baiklah kalau begitu" tina pun menyetujui ide dari adit itu


akhirnya tina pun harus mumpet di toilet untuk menghindari ibu nya satria dan agar dia bisa bertemu satria juga


setelah semua usaha tina bersembunyi selesai akhirnya kedua orangtua satria pun keluar dengan wajah yang bisa di bilang bahagia namun juga masih bercampur dengan rasa sedih

__ADS_1


"om tante gimana keadaan satria ??" tanya adit


"satria sudah siuman dit namun dia benar benar seperti orang linglung"


"apa boleh adit sama silvi jenguk tan ??"


"boleh kok tapi tidak dengan gadis kampung itu ya"


"maksud tante tina ya ?? dia sudah pulang kok tan"


"bagus lah kalau gitu, oh iya dit om sama tante pulang dulu ya kalian jaga disini besok pagi om sama tante kesini lagi kok"


"siap tan, tante sama om hati hati di jalan ya"


"iya dit" jawab ayah satria sedangkan sang ibu sudah berjalan keluar dari lorong ruang satria di rawat


setelah adit memastikan kalau kedua orangtua satria sudah benar benar pulang dia pun menyuruh silvi untuk menghubungi tina agar datang ke ruang satria segera agar bisa cepat bertemu dengan satria


"sayang sekarang kamu hubungi tina ya untuk kesini biar dia masuk duluan bertemu satria"


"baik sayang, tapi om dan tante sudah pergi kan ??"


"sudah sayang mobil nya juga sudah jauh dari rumah sakit kok"


"baiklah kalau begitu"


silvi mengirim pesan kepada tina yang masih bersembunyi di dalam toilet


"baiklah aku akan segera kesana" tina pun bergegas keluar dari toilet dan berjalan menuju ke ruangan satria


dia berjalan dengan tergesa gesa meskipun dengan perasaan yang campur aduk tina berusaha untuk tenang agar nanti kalau bertatap muka dengan satria dia tidak gugup


"hey vi dit"


"hey, sekarang kamu masuk duluan ya biar kita berdua jaga disini dulu dan biar kamu ada waktu juga buat ngobrol berdua secara empat mata" adit menyuruh tina untuk menjenguk satria terlebih dulu


"tapi dit"


"nggak ada tapi tapian ya tin aku mau kamu segera masuk sekarang mumpung om dan tante nggak ada disini jadi kamu bisa leluasa bertemu dengan satria" adit menegaskan kembali


"baiklah kalau begitu aku duluan ya dit vi"


"iya silahkan"


tina menghela nafas dengan panjang karna ini adalah kali pertama dia bertemu dengan satria kembali setelah sekian lama mereka terpisah


tina membuka pintu ruangan dengan pelan dia melihat ke dalam dengan hati yang tidak karuan rasanya namun apalah daya sudah di depan mata dia mau nggak mau harus masuk dan menemui satria


"hay sat, apa kabar kamu sudah enakan kah ??"

__ADS_1


"kamu siapa ??"


"eh aku boleh duduk nggak ??"


"silahkan"


tina pun duduk di kursi yang tersedia dia duduk tepat di sebelah ranjang rumah sakit yang di tempati satria saat ini



tina masih belum bisa bicara dia hanya diam melihat satria yang terbaring itu sambil sesekali menyeka air mata nya karna tanpa dia sadari ternyata dia menangis


"hemm, kamu siapa ya ??" satria bertanya kembali


"oh iya kenalin aku tina"


"tina tina siapa ya ?? perasaan aku nggak pernah kenal dengan nama itu"


"eh nggak memang kita belum saling kenal kok"


"lah terus kenapa kamu ada disini dan kenapa kamu bisa kenal aku ??"


"udah lah jangan tanya tanya terus, gantian dong aku yang nanya kamu"


"mau nanya apa ??"


"gimana keadaan kamu sudah lebih baik kah ??"


"ya seperti yang kamu lihat"


"ya syukur deh kalau begitu aku juga ikut seneng kalau kamu sudah mulai membaik"


tina tidak berani mengaku siapa dirinya sebenarnya dia takut jika nanti bisa membuat satria sakit lagi jadi dia hanya memilih untuk menyembunyikan hubungan nya dengan satria


tina berusaha tersenyum tadi yang awalnya kaku kini sudah mulai bisa bercanda meskipun satria belum tau kalau wanita di depan nya adalah wanita yang sangat amat dia cintai setelah ibu nya


"oh iya sat kalau begitu aku keluar dulu ya di luar masih ada adit dan juga silvi yang mau menjenguk kamu"


"baiklah terimakasih sudah menghiburku hari ini"


"iya sama sama"


tina pun keluar dari ruang rawat satria dan di cegat lah dengan kedua sahabat nya yang menunggu nya di luar tina keluar dengan perasaan yang sedikit lega karna sudah bisa melihat pria yang dia cintai kini sudah mulai membaik keadaan nya


Bersambungg.....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua

__ADS_1


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2