
satria terus menjalankan mobil yang mereka naiki menyapu keramaian jalanan tina yang sedari tadi hanya terdiam sesekali dia melihat ke arah luar dia sangat antusias karna memang arah ke rumah satria itu satu arah dengan ke rumah nya walaupun memang jarak nya sangat jauh
"sayang, ini kan arah ke kota P U R W O D A D I toh ??"
"hehe.. iya sayang kan keluarga aku emang orang PURWODADI jadi kita akan pulang kampung, kalau mau nanti kita mampir deh ke rumah kamu juga"
"tapi sayang kan jauh kalau mau mampir ke rumah ku, toh juga mau ngapain ke rumah ??" tina berusaha menutupi kerinduan nya kepada kedua orang tua nya termasuk ayahnya itu
"yakin kamu nggak mau sayang ??"
"iya sayang" tina menjawab singkat pertanyaan satria lalu dia pun memalingkan muka nya ke arah kaca karna dia tidak ingin kalau satria sampai tau kalau dirinya sedang menangis
namun walaupun tina berusaha menutupinya satria pun tau kalau dirinya sedang menangis, satria pun memberikan tisue untuk kekasih nya itu "sayang ini tisue buat kamu"
"iya sayang makasih" tina pun menerima uluran tisue dari satria dan menghapus air matanya itu
satria terus melaju kan mobil dengan kecepatan sedang dan dia hanya terdiam dan sesekali melirik kekasih nya untuk memastikan kalau kekasihnya tidak sedih lagi "sayang jangan sedih lagi ya.. nanti kita mampir ke rumah kamu kok"
"ehh.. jangan sayang aku nggak mau kalau sampai ayah tau kalau aku udah punya pacar, nanti malah di buru buru nikah memang nya kamu mau apa belum lulus sarjana udah nikah"
"waduh.. aku malah senang sekali kalau begitu sayang malah pengen ku juga biar cepet cepet nikah sama kamu, aku nggak pengin kamu di rebut orang gila tadi"
"sayang nggak mungkin lah aku mau sama dia, dia kan sepupu ku masak ya iya aku mau nikah sama sodara ku sendiri" tina begitu senang karna memiliki satria yang begitu sayang dengan nya dan begitu peduli dengan dirinya
"ohh.. iya sayang ini masih jauh ya, kok dari tadi nggak sampe sampe sih ??"
"sebentar lagi sampai kok sayang sabar ya, nanti kamu disana biasa aja anggap aja keluarga kamu sendiri"
"tapi malu lah sayang"
"kan ada aku sayang tenang aja ya" satria tersenyum agar tina tidak merasa cemas akan hal yang dia pikirkan
__ADS_1
tina pun hanya menganggukkan kepala nya dan sedikit berfikir tentang apa yang nanti akan terjadi jika keluarga satria tau kalau dirinya bukan dari keluarga yang berada
dia terus memikirkan itu sambil sesekali menghela nafas nya panjang agar bisa lebih tenang walaupun dia meng khawatir kan hal itu . satria tetap berusaha untuk bisa menguatkan
tak lama perjalanan mereka pun terhenti di depan sebuah rumah yang begitu mewah .. ya memang sih tidak terlalu besar namun tampak dari luar kalau rumah itu begitu mewah bagaikan rumah sultan
"sayang kita sudah sampai.. ayo kita turun"
"tapi sayang.. aku takut" tina memegang erat tangan satria karna dia merasa tidak pantas berada di rumah itu
"sayang tenang ya.. kan ada aku, aku bakal lindungin kamu kalau sampai ada yang mau macem macem sama kamu, sekaramg kita turun ya dan temui keluarga ku" satria pun memberi tina senyuman agar tina bisa tenang
"tapi janji ya kamu nggak akan jauh jauh dari aku ??"
"iya sayang janji" dengan ragu tina pun membuka pintu mobil dan keluar perlahan dia pun mengikuti satria dan berada tepat di sebelah satria agar dia bisa merasa lebih nyaman
mereka berdua pun memasuki halaman rumah keluarga ALEXANDER yang terkenal di kota itu tina berusaha untuk mengimbangi satria agar dia bisa di terima oleh keluarga satria dengan baik
"anak ku sayang.. akhirnya kamu pulang juga dan ini siapa nak kenapa kamu ajak kesini ??"
"ini pacar aku bu.. namanya tina" satria mengenalkan tina kepada ibunya dan dia sangat senang karna sambutan ibunya begitu baik kepadanya
"oh.. iya nak silahkan masuk ayo duduk dan makan ibu sudah masak buat kalian berdua dan disini juga ada sodara sodara satria" weni adalah nama ibu dari satria dia adalah seorang perempuan karir dia begitu hebat di bisnis ekspedisi nya
"ohh.. iya bu terima kasih" tina mengucapkan rasa terimakasih nya dengan tersenyum karna memang dia tidak ingin membuat satria malu di hadapan orang tua nya kalau dia memiliki kekasih seperti nya
dengan rasa yang berkecamuk tina berusaha untuk tenang dan mengendalikan dirinya agar tidak drop di depan semua keluarga satria, karna memang tina kalau terlalu capek dia akan langsung drop dan jatuh pingsan
"sayang kamu kenapa ?? kok badan kamu dingin dan muka kamu juga pucet"
"hehe.. nggak apa kok sayang aku hanya kecapek.an aja kok nanti istirahat sebentar juga normal lagi, kamu tenang aja ya sayang"
__ADS_1
dan benar saja apa yang di khawatirkan oleh tina pun terjadi dia drop dan jatuh pingsan di hadapan semua orang yang berada di meja makan "hey sayang kamu kenapa bangun sayang ??"
"satria mending kamu bawa dia ke kamar biar istirahat" weni menyuruh satria untuk membawa tina ke dalam kamarnya agar tina bisa beristirahat dan tanpa pikir panjang satria pun dengan gagah nya langsung menggendong tina yang terkapar lemas menuju ke kamar nya
"sayang bangun hey sayang" satria terus berusaha membangunkan tina dengan berbagai cara dia terus berusaha dan sampai akhirnya tina pun membuka mata dan langsung mencari satria
"sayang .."
"syukurlah kamu udah bangun sayang, aku khawatir banget sama keadaan mu sayang kamu bikin cemas aku tau"
"maaf ya sayang, aku drop lagi sebenarnya aku nggak boleh capek capek dan banyak pikiran karna bisa membuat aku seperti saat ini" tina pun menceritakan tentang keadaan nya kepada satria
"kenapa kamu nggak ngomong sih sayang" satria langsung memeluk erat sang pacar dan sesekali dia mengusap punggung tina
mereka pun begitu asyik saking asyik nya mereka berdua terbawa dalam suasana yang begitu romantis itu sampai sampai suatu hal pun terjadi
mereka pun berciuman dengan begitu lama dengan sesekali tangan satria berjalan di area yang dia sukai mereka begitu menikmati dan terhanyut lah dalam suasana yang sangat satria inginkan dimana mereka akan saling memadu kasih berdua
satria terus menyesap bibir tipis tina sampai tidak ada yang terlewat dan begitu pula tangan nya terus berjalan dia area yang dia suka sedangkan tina terus memeluk erat kekasih nya itu dengan penuh cinta
melam terus larut kegiatan mereka pun belum juga selesai mereka terus menikmati dan meluapkan hasrat masing masing ..
Bersambungg...
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘
__ADS_1