
satria yang sudah sadar dari koma panjang nya dia tidak ingat apa apa soal hubungan nya dengan gadis yang begitu dia cinta satria melupakan segalanya dia hanya ingat kalau dirinya masih dalam kesendirian nya
"hey kawan gimana kabar mu ??" adit menyapa terlebih dulu
"hey kau, ini siapa yang di sebelah mu kawan ??" satria ternyata lupa dengan silvi yang sudah menjadi tunangan dari sahabat nya
"oh ini kenalin dia silvi calon istri ku"
"kapan lu tunangan ?? lu jahat banget ya nggak ada ngabarin gua kalau mau tunangan"
"iya maaf lagian juga udah lama kok, makanya lu cepet sembuh nanti pas nikahan gua lu bisa sama pasangan luu"
"pasangan ??" satria bertanya tanya dan nampak bingung
"oh iya gua lupa kalau lu kan masih nikmatin kesendirian lu ya, hahaha"
"ngejek aja terus luu"
"ya abis lu sih gua udah mau nikah lu masih aja jomblo"
"ya makanya cariin biar gua bisa kayak lu juga, hahaha"
"iya nanti gua cariin dah"
adit silvi dan juga satria pun bercanda riya mereka terlihat sangat bahagia akan keadaan satria saat ini yang sudah mulai membaik meskipun belum sepenuhnya pulih
silvi yang melihat kedua sahabat itu juga ikut bahagia karna bisa melihat tawa mereka yang sekian lama hilang namun dalam hatinya masih ada kejanggalan karna satria belum bisa mengingat kalau dia juga telah melamar seorang perempuan yang begitu dia sayangi
"semoga cepat atau lambat kamu bisa mengingat siapa itu tina ya sat" silvi berbicara dalam hatinya
karna hari pun sudah mulai malam silvi dan adit pun ijin untuk keluar dari ruangan satria dan membiarkan satria untuk beristirahat agar dia bisa segera pulih dan bisa pulang ke rumah
"hey gua sama tunangan gua keluar dulu ya, lu istirahat aja biar cepet sembuh dan bisa pulang ke rumah"
"oke, lu juga jangan lupa buat istirahat kasian tuh tunangan lu pasti dia juga pengen pulang"
"eh nggak kok tenang aja ya aku bakal ada disini sampai kedua orangtua kamu datang kok" sahut silvi
"keren sahabat gua dapat calon istri yang begitu baiknya" satria mengagumi silvi
__ADS_1
"iya udah kalau gitu gua sama silvi keluar dulu ya"
"iya, makasih sudah nemenin gua"
"ok tak masalah"
adit dan silvi pun keluar dari ruangan itu mereka masih terus bergandeng tangan dan seolah olah tak ingin terpisahkan satu sama lain
mereka terlihat begitu romantis tiada hari tanpa adanya senyum dan tawa dari silvi untuk adit mereka terlihat sangat serasi dan saling melengkapi satu sama lain
namun di sisi lain silvi masih mencemaskan akan hubungan satria dan tina dia sangat berharap kalau tina dan juga satria bisa kembali lagi merajut kasih yang telah lama hilang
"sayang gimana kalau kita comblangin tina sama satria ??" silvi bertanya kepada adit
"lah kan memang mereka sudah saling suka kan kenapa harus di comblangin lagi sih sayang ??"
"ya kan ini satria belum ingat kalau tina adalah kekasih nya jadi kita coba deketin lagi aja mereka siapa tau pelan pelan satria bisa mengingat semua nya syukur syukur dia langsung mau nikahin tina, ya kan ?"
"hemmm. ide kamu bagus juga ya tapi gimana caranya kan kamu tau sendiri tante weni gimana sikap nya ke tina"
"hemmm. itu bisa di susun nanti deh yang terpenting kamu setuju dulu sama ide aku"
"iya sayang aku setuju sama kamu" sambil mencubit pipi silvi dengan lembut
karna silvi merasa lapar akhirnya mereka pun berjalan menuju kantin rumah sakit untuk mencari makanan meskipun hari pun sudah mulai larut namun silvi yang terkenal dengan kecantikan nya tidak pernah menghindari makan malam
"sayang emang kamu nggak takut gendut apa makan malam malam gini ??" tanya adit dengan iseng
"ngapain takut sih yang lagian kamu pasti trima aku kan walaupun gendut nantinya ??"
"ogah, hahaha" jawab adit singkat
"oh.. begitu ya ok fine sekarang aku tau" silvi ngambek
"uluh uluh jangan ngambek dong sayang kan aku cuma bercanda doang masak ya ngambek sih gitu aja"
"ya abis kamu juga kek gitu"
"iya iya sayang maafin aku ya" mencium kening silvi
__ADS_1
tanpa berkata kata silvi pun merasa malu karna adit mencium nya di tengah keramaian kantin dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya
di tengah adegan mesra adit dan silvi berbeda lagi dengan satria yang berada dalam kamar inap sendirian dia memikirkan soal tina atau cewek asing baginya yang menemui nya tadi
"tadi itu siapa ya ?? apa aku pernah kenal sama dia rasanya tuh kayak deket banget sama aku" satria bertanya tanya dalam hatinya
"kata tunangan nya adit dia sahabat nya tapi kok bisa kenal sama aku memang nya kita udah pernah ketemu apa ya dan kenapa rasanya itu dia seperti deket banget sama aku ??"
satria terus memikirkan nya dan ucapan manis dari tina pun masih terngiang ngiang dalam hati dan fikiran nya dia memikirkan betapa manis nya saat tina mengucapkan lekas pulih untuk nya
karna begitu keras nya satria memikirkan itu dia pun merasakan sakit kepala yang begitu hebat dia meraung kesakitan sambil memegang kepala nya dan menjambak rambutnya
karna tidak ada satu orang pun disana satria hanya bisa menahan rasa sakit itu dan tangan nya pun mulai meraih bel untuk memanggil suster, dan tak lama kemudian suster dan dokter pun datang
"ada apa mas ?? mas kenapa ??" dokter menanyakan tentang keadaan satria saat itu
tanpa fikir panjang dokter pun menyuntikan obat penenang kepada satria agar bisa tenang dan setelah tenang dokter pun memeriksa keadaan satria
"keadaan nya baik baik saja"
"sus tolong panggilkan keluarga nya"
"baik dok" suster pun keluar mencari silvi dan juga adit
namun karna silvi adit tidak ada di tempat suster pun bingung harus bicara dengan siapa akhirnya suster pun inisiatif untuk menghubungi lewat sambungan telfon karna memang sudah di tinggali nomor nya adit
"kring kring kring" suara hp adit terdengar
"hallo"
"hallo mas ini saya suster rumah sakit mau mengabarkan perihal pasien yang bernama satria kini sedang merasakan sakit yang sangat hebat bisa kah anda kesini sekarang ??"
"baik sus, terimakasih info nya"
adit pun langsung berbicara dengan silvi dan mengajak nya untuk segera kembali ke ruangan satria karna memang ini dalam keadaan genting dan darurat adit tidak bisa mengatakan sesuatu
Bersambunggg......
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
__ADS_1
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘