
karna sudah mendapat kabar tentang keadaan kekasih nya kini satria pun merasa sedikit lebih lega karna wanita nya dalam keadaan baik baik saja dan dia pun bisa beristirahat dengan tenang
"ya syukur deh tina baik baik aja. jadi aku bisa tenang dan bisa beristirahat supaya besok bisa jemput tina pagi pagi dan memberinya surprise untuknya" satria berencana untuk memberi sedikit hadiah untuk kekasih nya dan dia memikirkan apa yang akan dia berikan
satria terus mencari ide dan hadiah apa yang akan dia berikan karna satria belum terlalu paham hal apa yang tina suka dan tidak suka .. terlihat dengan dirinya yang nampak kebingungan
"duhh.. besok aku bawa apa ya buat surprise untuk wanita ku" dia begitu berpikir keras untuk menyiapkan hadiah apa yang pantas dia bawa besok
dan karna pikiran nya sudah buntu akhirnya satria memutuskan untuk menghubungi silvi sahabat nya tina dan berharap akan dapat info tentang apa saja yang di sukai dan tak di sukai oleh tina
"aha.. gua dapet ide kenapa gua nggak nanya aja ya sama silvi dia kan sahabat dekat nya pasti tau lah apa saja yang di sukai tina" lalu satria pun langsung meraih hp nya dan menghubungi silvi
"kring kring" bunyi yang menandakan ada panggilan masuk namun silvi yang sudah tidur tidak mendengar kalau ada panggilan masuk untuk nya
karna tidak di angkat akhirnya satria pun memikirkan nya sendiri dan memutuskan untuk membelikan tina buket bunga dan juga coklat untuk nya karna memang hanya itu yang ada di pikiran satria
Epiologgg.....
dan pada ke esokan harinya tina pun bangun dengan sangat ceria karna sudah merasa enakan dan dia pun keluar ke teras untuk menghirup udara segar di pagi hari itu "huh. keluar deh biar tau udara di pagi hari"
akhirnya tina pun keluar dan duduk di kursi yang ada di teras sambil sesekali melihat lihat suasana di pagi hari .. dan terkaget lah dia ketika melihat seorang pria datang menghampiri nya yang sedang duduk di kursi "hah.. siapa anda ya kok kesini ada yang bisa saya bantu ??"
"iya ada saya ingin anda menikah dengan saya hari ini juga" tina pun tambah kaget ketika mendengar suara yang tidak begitu asing untuk nya dan ternyata dia adalah farel yang tak lain sepupunya sendiri
"hah.. kamu gila ya rel nggak mungkin ya kita nikah kamu itu sepupu aku ngerti" tina berusaha menghindari farel dengan cara meninggalkan nya dan masuk ke dalam rumah
namun farel yang tak rela di tinggalkan oleh tina dia pun menarik tangan tina dan menahan nya agar tetap di tempat karna dia tidak ingin melepaskan tina lagi "rel lepasin tangan aku sakit tau"
"nggak akan aku lepasin sebelum kamu mau jadi istri aku"
__ADS_1
"aku nggak mau rel.. lepasin tangan aku atau aku teriak biar semua orang keluar dan memukuli kamu" tina mencoba mengancam farel supaya dia mau melepaskan genggaman nya
"silahkan saja kamu teriak aku nggak takut"
"mbak lila tolong. mbak mbak lila tolongin aku mbak" tina teriak dan memanggil seniornya berharap dia mau menolong nya
"mana nggak ada kan, ayo sekarang ikut aku ke KUA buat nikah aku nggak akan lepasin kamu lagi tin" farel menarik tangan tina namun tina berusaha menolak dengan sekuat tenaga nya walaupun dia tau dia kalah tenaga dengan farel
dan karna tina tidak mau akhirnya farel pun menggendong tina untuk menuju ke taxi yang sudah menunggu nya dan sebelum tina sampai di masukkan ke dalam taxi ada sebuah mobil berenti di depan kos tina dan yang datang adalah satria yang tak lain kekasih tina
"hey.. kau siapa ?? turunin pacar ku"
"kamu yang siapa dia adalah calon istriku. seenaknya saja kamu ngaku ngaku dia pacar kamu.. aku dan dia bakal menikah hari ini juga" satria pun kaget dengan kata kata farel yang barusan
"sayang jangan percaya omongan nya farel.. dia ini sepupuku tolongin aku sayang" tina berusaha untuk menyadarkan satria agar tidak termakan dengan omongan nya farel
"sayang percaya sama aku.. tolongin aku sayang" tina terus berusaha meminta tolong kepada satria agar dia mau menolongnya dan melepaskan nya dari cengkraman farel
dan karna farel kepancing emosi dia pun menurunkan tina dari gendongan nya dan meladeni satria yang sudah ngatain dia gila, karna dia sudah tidak tahan lagi farel pun langsung memukul satria sampai tersungkur
satria pun berusaha bangkit dan membalas tindakan farel dan akhirnya mereka pun terlibat dalam perkelahian yang begitu sengit untuk memperebutkan satu wanita .
"stop sat rel stop jangan berantem lagi" mereka berdua tidak menggubris kata kata tina mereka masih melanjutkan duel mereka dan siapa yang menang akan mendapatkan wanita yang mereka perebutkan
"mbak lila tolong mbak" tina berusaha untuk meminta tolong kepada senior nya
"iya tin apa kenapa kamu panik banget"
"satria mbak dia berantem sama farel.. coba deh mbak lila telfon pak adit buat kesini"
__ADS_1
"okok kamu jangan mendekati mereka ya tin.. takut nya nanti malah kamu yang kena pukulan dari mereka" lila berusaha untuk mencegah tina yang mau melerai mereka berdua
lila terus menghubungi adit dan akhirnya tak selang berapa lama adit pun datang dan melerai perkelahian antara dua pria yang memperebutkan satu wanita
"hey stop.. kalian itu kayak anak kecil aja ya, pake acara berantem segala"
"aku nggak peduli dit.. yang penting tina tetap jadi milik ku" tina yang mendengar satria berkata seperti itu dia pun melihat sosok pria kedua yang akan dia cintai selamanya setelah ayahnya
"stop sayang jangan terusin perkelahian ini.. aku nggak ingin kamu kenapa napa, mau di apakan saja aku tetap memilih kamu sayang" tina pun memeluk satria yang kini sudah mulai tenang setelah perkelahian itu
"makasih ya sayang.. dan kamu orang gila yang katanya sepupunya pacar ku kamu sudah dengar sendiri kan kalau tina lebih memilih aku dan aku minta sama kamu jangan pernah ganggu wanitaku" satria menegaskan farel untuk menjauhi tina
"sayang kamu nggak papa kan ?? nggak ada yang sakit kan ??"
"ohh.. iya kamu rel aku mau bilang kamu jangan pernah ganggu aku lagi mulai sekarang berusahalah untuk bisa melupakan aku dan aku minta sekarang kamu pergi dari sini"
"ohh.. jadi itu yang kamu mau ya tin ok.. lihat aja nanti"
"hey.. jangan pernah kamu sentuh wanitaku lagi kalau tidak ingin berurusan lagi denganku"
"gua nggak takut sama lo pengecut" farel pun menaiki taxi dan pergi meninggalkan mereka semua dan farel masih begitu kecewa dengan keputusan tina yang lebih memilih satria dia masih belum bisa terima kekalahan itu
"sayang kenapa sih kamu harus kesini kan jadi babak belur begini toh"
"kalau aku nggak kesini kamu bakalan nikah dan ninggalin aku beneran, aku nggak pengin itu terjadi sayang" satria memeluk erat tina dan mengusap punggung nya dan tak ingin melepaskan nya
Bersambunggg.....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya
__ADS_1
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘