Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Memasak Untuk Keluarga


__ADS_3

setelah mereka puas dengan adegan mesra itu mereka pun tertidur dengan satria yang memeluk erat tina, tak lama satria pun terbangun dan menatap gadis yang berada di pelukan nya itu dia terus melihat dengan begitu sayang nya karna bisa menemuka gadis sepolos tina yang sanggup meluluhkan hati satria


"kamu begitu sempurna gadis ku, aku begitu mencintaimu meskipun satu dunia ini menentang aku akan tetap memperjuangkan mu" satria mengusap lembut pipi tina sambil tersenyum melihat kekasih nya tertidur lelap


"lelap lah sayang aku akan menjaga mu sampai pagi menjemput lelap mu" satria mencium kening tina lalu dia pun membaringkan tubuh nya kembali


mereka terlihat begitu mesra meskipun dalam tidur nya, satria yang terus memeluk tina sambil sesekali mencium kening nya dan tina yang terlelap tepat di dada satria terlihat begitu hangat nya dekapan mereka


Epiologg....


pagi pun telah tiba sinar sang mentari telah nampak jelas menyinari dan menembus dari celah gorden kamar satria yang membangun kan tina dari tidur lelap nya "huh.. ternyata sudah pagi"


tina menggeliat kan tubuh nya untuk merelax kan otot otot nya yang kaku karna kegiatan mereka berdua semalaman dan terlihat pula satria yang masih tertidur di samping nya


karna tina tidak ingin mengganggu kekasih nya tidur dia pun beranjak dari tempat tidur secara perlahan agar tidak membangunkan satria tina perlahan turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri


tak lama dia pun keluar dan sudah terlihat sangat rapi dengan penampilan yang sebenarnya dirinya


"hem aku udah selesai, sekarang aku harus keluar dan menuju ke dapur untuk memasak makanan supaya nanti kedua orangtua satria bisa sarapan"


tina pun keluar kamar dan menuju ke dapur untuk memasak dan menyiapkan makanan untuk keluarga satria namun dia di kagetkan ternyata di dapur sudah ada seorang wanita paru baya yang sedang sibuk dengan kegiatan nya


"bik, apa boleh saya ikut masak ?" tina bertanya kepada perempuan yang tak lain adalah pembantu di rumah itu


"eh nona nggak usah non nanti mas satria marah sama saya kalau tau pacar nya masuk ke dapur apalagi sampai ikutan masak juga"


"udah tenang aja bik nanti sebelum satria keluar kamar aku akan pergi biar nggak ketahuan kalo aku juga ikutan bantuin bibik masak, boleh ya bik ??" tina memohon agar dia di ijinkan untuk ikut memasak bersama dengan bibik yang ada di rumah itu


" tapi non"

__ADS_1


"udah tenang aja ya bik" tina pun berjalan dan mengambil panci serta beberapa sayur yang akan dia masak lalu dia pun memulai kegiatan memasak nya itu karna memang sedari kecil tina sudah terbiasa masak jadi bukan hal baru dia masuk ke dalam dapur


pembantu itu yang nampak kebingungan dengan tingkah tina dia pun memilih untuk meneruskan pekerjaan nya dan membiarkan tina melanjutkan apa yang ingin dia lakukan


tak lama semua masakan pun sudah selesai dan jadi lalu tina pun menyiapkan nya di atas meja makan yang sudah tersedia dia menata dengan begitu rapi dan cantik setelah selesai tina pun membereskan semua peralatan masak yang sudah dia kotori


namun dia saat dia sedang memegang panci dan ingin membersihkan nya pembantu rumah itu pun mencegah nya dan memberitaukan kepada tina kalau satria sudah bangun dan mencari nya "nona sudah taruh saja disitu biar bibik aja yang beresin, sama itu mas satria udah bangun dan mencari nona"


"hah satria sudah bangun, ya udah makasih ya bik dan maaf aku nggak bisa bantuin bibik buat beres beres dapur" tina pun berjalan dengan sedikit berlari karna dia tidak ingin kalau satria sampai tau dirinya masuk dapur dan memarahi bibik nya


tina pun membuka pintu kamar satria dengan pelan dan di intip nya sedikit untuk melihat satria sedang ada dimana dan karna merasa aman tina pun masuk ke dalam kamar lalu dia melihat pintu kamar mandi terkunci ternyata satria sedang mandi "syukur deh aku nggak ketauan sama satria, aku takut kalau sampai dia marah sama bibik nanti"


tak lama satria pun keluar dan sudah terlihat rapi dan wangi lalu dia pun menghampiri tina yang sedang duduk di pinggir ranjang "hallo sayang selamat pagi, kamu tadi kemana sih aku cari cari nggak ada ??"


"maaf sayang tadi aku keluar nyari udara seger"


"oh. ya udah gakpapa" satria pun duduk di sebelah tina dan memeluk nya sambil berkata "aku mencintaimu sayang"


"ayo keluar sayang kita sarapan pasti bibik sudah masak buat kita" tina mencoba menghindar agar satria mau melepaskan pelukan nya itu


dan karna satria juga sudah merasa lapar dia pun menyetujui ajakan tina lalu mereka pun keluar secara bersamaan dan di susul pula dengan kedua orangtua satria yang sudah terlihat menuruni tangga


"selamat pagi ayah ibu" satria menyapa kedua orangtua nya itu


"selamat pagi yah bu" di susul pula dengan tina yang menyapa


"selamat pagi anak anak, kalian sudah bangun ternyata ayo sarapan bareng" ibu satria pun mengajak mereka berdua untuk sarapan


di tengah kegiatan sarapan bibik pun datang untuk mengantarkan makanan penutup dan menyiapkan keperluan yang akan di bawa sang majikan pergi

__ADS_1


"bu, semua keperluan bapak sama ibuk sudah saya siapkan dan saya masukan ke mobil y bu, sama keperluan nona dan mas satria juga sudah saya siapkan"


"makasih ya bik"


tina yang tidak tau apa yang di maksud dengan perkataan bibik dia hanya tersenyum sambil menatap bibik yang sedang menyiapkan makanan penutup untuk mereka semua


mereka menikmati sarapan dengan begitu lahap sedangkan tina sedikit bengong melihat kedua orangtua satria sarapan dengan lahap dan habis banyak dia pun merasa lega karna ternyata kedua orangtua satria menyukai masakan nya meskipun mereka tidak tau kalau dirinya yang memasak


tina melihat kedua orangtua satria begitu lahap dengan makanan yang dia masak, hati nya pun begitu senang ternyata calon mertua nya menyukai masakannya tina pun meneruskan makan nya


"hey sayang, kamu nggak mau nambah lagi ??" satria menawari tina untuk menambah makan nya


"hehe. udah kok ini udah lebih dari cukup kok sayang"


"ayah ibu nggak nambah lagi, ini enak banget loh bu masakan nya bibik" tina berusaha untuk ramah dengan kedua orang tua satria


"udah udah kenyang ayah sama ibu mau pamit pergi kerja dulu ya, kamu sat jangan lupa nanti balek lagi ke Coffe Shop ya adit kan ini masih sibuk"


"iya bu nanti siang aku berangkat kok"


"ya udah ati ati ya, jaga pula itu pacar kamu"


"siap bu" satria dan tina pun bersalaman dengan kedua orang tua satria lalu mengantar mereka ke depan


setelah mobil kedua orangtua satria sudah tidak terlihat dan sudah meninggalkan rumah mereka berdua pun masuk kembali kedalam sambil sedikit bercanda satria berusaha membuat tina untuk tersenyum


Bersambungg...


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊

__ADS_1


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2