
Di dalam satria dan tina terlihat masih canggung setelah sekian lama tak pernah dekat kini mereka harus dekat kembali namun itulah yang di harapkan oleh kedua sejoli ini tapi walaupun begitu tina tetap masih memikirkan nasibnya jika orangtua satria terutama sang ibu tau kalau mereka berdua mulai dekat lagi gimana akhirnya
"jadi selama ini kamu hanya pura pura hilang ingatan ya ??"
"hahaha, iya aku memang pura pura namun semua ini aku lakuin demi bisa mendapatkan kamu lagi dan lihat akhirnya aku bisa juga kan mendapatkan mu kembali dalam pelukan ku"
"dasar kamu ini ya"
Satria memeluk tina dengan erat betapa mesra nya mereka berdua saat bersama seperti ini harapan yang pernah sirna kini telah kembali lagi dua ingsan yang saling mencintai kini telah bersatu kembali dalam ikatan hubungan yang suci
"kamu jangan tinggalin aku lagi ya sayang" satria meminta kepada tina
"tapi"
"tapi apa mau bilang apa kamu ??"
"nggak jadi deh"
"soal orangtua ku itu urusan ku jadi kamu tenang aja ya"
"tapi kan"
"nggak ada kata tapi tapian ya sayang yang pasti aku dan kamu bakal terus bersama dalam suka maupun duka, ok"
"iya" jawab tina dengan singkat
satria tina kemudian keluar dari resto mereka berjalan menuju ke taman depan resto yang dimana ada sang kakak dan silvi serta adit disana
Mereka terlihat begitu bahagia dimana moment itulah yang aurel tunggu melihat tina tersenyum bahagia bersama pasangan nya
"eh kalian udah puas berduaan nya ??" aurel sedikit menggoda
"ih apaan sih kak, kan aku jadi malu" tina menjawab dengan pipi yang terlihat merona
"ngapain malu sih tin kayak sama siapa aja kamu kan sama kakak sendiri"
"hehe, iya nih kak adek nya kakak emang kayak gini ya pemalu"
"hahaha, pemalu katanya vi dia belum tau gimana kalo lagi sama kita kita ya kan vi" ketawa sedikit meledek
"hahaha, iya kak" sahut silvi
tina merasa malu karna semua nya di bongkar di depan satria dia takut kalau satria nggak bakal terima dia kalau tau dirinya yang sebenarnya
"kakak silvi hih kalian ini ya" sedikit ngambek
"apaan sih sayang mau gimana pun kamu aku tetap terima kok tenang aja aku bakal terima kamu apa adanya dan bakal jagain kamu dengan baik" sedikit membujuk agar tina tidak ngambek
"ya habis mereka tuh lihat nakal banget kan ngeledekin aku mulu dari tadi"
"nggak apa apa sayang aku tetap terima kamu kok"
"beneran ??" manja kepada satria
"iya sayangku cintaku my honey"
__ADS_1
"anjay lebay banget lu ya" sahut aurel yang sedikit merasa geli dengan ucapan satria barusan
"hahaha ternyata temen gua yang terlihat cuek dan angkuh dengan semua orang ternyata bisa juga bikin kata kata lebay kek gitu" adit pun merasa geli dengan ucapan satria
Mereka terlihat begitu gembira setelah melihat semua nya kembali dengan semestinya satria bersama tina silvi bersama adit namun aurel sampai sekarang pun belum bisa menemukan pasangan nya
Mereka tertawa lepas dan saling mensuport satu sama lain mereka benar benar terlihat sangatlah kompak di malam ini tidak ada kata rusuh sama sekali
"lah kakak kapan nemuin pasangan nya kak ??" tanya tina
"hahaha, kamu nanya ??"
"anjir lu ya kak" lanjut silvi dengan sedikit mencubit lengan aurel
"anjir sakit tau" jawab aurel
"hahaha, mereka berdua tuh kalo udah berantem emang kayak gini terlihat kayak kucing dan tikus" tina mulai tertawa
"iya emang cocok ya kalo mereka di satuin gitu" satria menjawab
" iya karna memang dari dulu mereka selalu cek cok"
"nggak apa apa lah sayang yang terpenting sekarang aku udah sama kamu lagi" mengecup kening tina di depan semua orang
"ih apaan sih kamu malu tau di lihatin orang banyak juga"
"nggak apa apa lah sayang sama pacar sendiri kok ngapain malu coba, kalau sama suami orang baru tuh malu"
"hah apa kamu bilang ?? Kamu nyuruh aku sama suami orang, kamu waras kah ??"
"dari pada sama suami orang mending jadi prawan tua loh ya"
" yakin ??" meledek tina yang terlihat cemberut
"terserah"
"jangan marah lah sayang masak sih baru juga baikan udah berantem lagi diem dieman lagi sih"
"abis kamu juga kek gitu"
"iya iya aku minta maaf" merayu tina yang masih cemberut
Aurel silvi dan adit menyaksikan secara langsung betapa romantis dan cocok nya mereka yang saling melengkapi satu sama lain serta selalu mensuport apapun yang di lakukan oleh pasangan nya
"vi adit kayak nya kita salah tempat deh" aurel mengisyarat kan kepada silvi serta adit untuk pergi dari tempat itu
"iya kak seperti nya sih begitu, yok kita tinggalin mereka berdua lagi biar puas gitu sayang sayangan nya kan udah lama nggak sayang sayangan, hahaha" silvi menjawab aurel
Namun tina dan satria tidak menggubris karna memang mereka berdua sedang meluapkan semua kerinduan mereka dengan cara bersama dan tertawa bareng mereka terlihat sangat lah ingin sedikit lagi mempunyai waktu untuk berdua
Jadi adit silvi serta aurel pun mengerti mereka meninggalkan kedua sejoli itu untuk berdua agar bisa menumpahkan semua rasa rindu mereka yang setelah beberapa bulan terpisahkan
"yok kita pergi dit vi"
"iya kak"
__ADS_1
Aurel silvi adit menjauh dari tempat itu aurel memilih untuk pulang terlebih dulu karna merasa capek dan tidak enak badan dia meninggalkan semua teman nya
"eh gais aku duluan ya badan ku capek banget nih"
"oh iya kak nggak apa apa kok nanti tina biar aku anterin pulang aja kak" adit menjawab aurel
"ok terimakasih"
"lah kakak pulang naik apa ??"
"naik taxi, taxi kan banyak tuh"
"hati hati ya kak"
"iya aku duluan ya vi adit"
" iya kak" silvi menjawab aurel
karna silvi merasa bosan akhirnya adit mengajak ke suatu tempat agar menghilangkan penat nya karna memang sudah di siapkan sejak awal
"sayang yok ikut aku" adit mengajak silvi
"eh mau kemana yang??"
"aku ajak ke suatu tempat yang aku jamin kamu bakal suka banget dan betah disana"
" kemana dulu ??" silvi merasa penasaran dengan ucapan adit barusan
"ya ayo sih ikut dulu kenapa"
"iya iya tapi jangan bohong loh ya, kalo bohong aku jotos loh"
"iya iya bawel"
"kok bawel sih yang" manja dengan adit
"abis dari tadi bicara terus, kamu tuh bawel banget tapi aku sayang sama kamu"
"yakin serius ?? Sayang sama aku ??"
"iya dong masak aku bohong sih sama calon istri ku"
"iya iya aku percaya, ayo berangkat"
" kemana ??" adit mulai menggoda silvi lagi
"terserah deh" cemberut dan manyun
Mereka benar benar terlihat serasi begitu pula dengan satria dan tina yang kini sedang meluapkan semua rasa rindu mereka meskipun tidak harus berlebihan namun sudah bisa mengobati semua nya
Bersambungg.....
Hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘