Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 75


__ADS_3

setelah sampai di depan ruang rawat satria tina masih terus bersembunyi di belakang silvi dan juga adit dia takut kalau sampai ibu nya satria marah kepadanya


"hey kamu ngapain di belakang nya silvi ??"


"tante jangan marah ya sebenarnya aku yang ngajakin tina kesini, aku juga pengen kalau tina juga tau kalau satria sekarang sudah sadar dari koma nya"


"terserah kamu vi, tapi jangan harap saya ijinin dia masuk kedalam"


"tapi tante tina kan udah jauh jauh kesini masak nggak di bolehin sih cuma masuk lihatin satria doang kok nggak ngapa ngapain"


"saya nggak mau tau" jawab ibu satria sinis


"eh nggak apa apa kok vi, ibu udah ijinin aku lihat satria aja udah bersyukur banget malahan" tina membuka suara


"sabar ya tin, nanti kalau itu tante udah pergi kamu pokok nya harus masuk kedalam" silvi membisikan di telinga tina


"tapi aku takut"


"urusan tante weni biar aku yang atasi ya tin yang terpenting kamu bisa masuk lihat satria"


tina memberanikan diri untuk berdiri tanpa harus di tutupi oleh sahabat nya dia berdiri langsung di depan orangtua satria meskipun dia harus berkeringat dingin


"ayah ibu, apa kabar ??" mencoba untuk menjabat tangan kedua orangtua satria namun ibu nya tidak mau hanya sang ayah lah yang mau membalas jabatan tangan dari tina


"ayah ibu baik baik saja kok nak, kamu sendiri gimana ??" tanya ayah satria


"saya juga baik kok yah, ayah sehat kan ??"


"iya sehat semua kok, udah makan belum kamu ??"


"udah kok yah" tersenyum tipis


"oh iya kamu kesini pasti mau jenguk satria kan ??"


"iya niat nya juga gitu yah tapi kalau di ijinin juga sih"


"jangan harap kamu bisa masuk" sahut weni


"bu kamu tuh kenapa sih ?? ada orang mau jengukin anak nya yang lagi sakit kok nggak di bolehin"


"ayah semua orang boleh masuk kecuali dia"


"kalau ayah ngebolehin gimana ? ibu mau apa ??"

__ADS_1


"terserah ayah lah"


weni tidak bisa berkata apa apa setelah suami nya alexander menggertak nya dia hanya bisa diam karna memang weni tidak bisa membantah ucapan sang suami


setelah lama menunggu kabar dari dokter yang menangani satria akhirnya sang dokter keluar juga dari ruangan itu dan di cegat lah oleh keluarga satria yang sudah menunggu nya


"dok gimana keadaan anak saya ??" weni bertanya dengan panik


"satria tidak apa apa bu, namun dia kehilangan ingatan nya dari 2tahun kebelakang ini jadi untuk kejadian di 2tahun yang lalu satria tidak mengingatnya" jawab dokter itu


"terimakasih dok"


"sama sama bu, kalau begitu saya permisi"


"silahkan dok"


setelah mendengar semua ucapan dokter itu weni mulai sedikit lega karna anak nya hanya kehilangan memori di 2tahun terakhir ini


"tuh kalian dengar kan satria hilang ingatan di 2tahun terakhir ini jadi nggak mungkin satria ingat kamu ya gadis cupu"


"baik bu, saya hanya ingin melihat keadaan satria saja kalau memang benar benar dia lupa dengan saya saya akan benar benar pergi dari hidupnya"


"bagus lah kalau begitu berarti kamu itu sadar akan derajat kamu yang nggak sejajar dengan keluarga ALEXANDER"


"itu harus dong yah kita kan orang kaya sedangkan dia hanya orang miskin yang hanya ingin mengambil harta yang satria punya"


"tante saya memang miskin saya juga nggak cantik tapi tolong jaga ucapan tante itu" tina benar benar sakit hati disana


"kenapa hah ?? kamu sakit hati sama ucapan saya ya ??"


tanpa menjawab tina pun langsung pergi dari sana dia tidak ingin berlama lama disana karna bisa jadi semakin lama dia disana akan semakin sakit hati karna ucapan ibu satria


tanpa menghiraukan panggilan dari silvi tina terus berjalan menuju keluar dia benar benar sudah tidak tahan jika harus terus menahan rasa sakit dalam hatinya


"tin tunggu jangan pergi" panggil silvi


"tina tunggu" silvi terus berlari mengejar tina yang berjalan secara cepat dengan menangis


dan setelah silvi bisa mengejar tina silvi pun mengajak tina duduk di taman untuk menenangkan hati nya agar tina bisa berenti menangis lagi


"hey duduk sini dulu ya kamu tenangin hati kamu dulu"


"aku benar benar sakit hati vi dengan ucapan tante weni yang menghina aku kamu juga dengar sendiri kan coba deh kalau kamu di posisiku pasti kamu juga bakal nangis kayak aku ini" tina masih terus menangis

__ADS_1


"udah ya jangan nangis lagi"



"udah ya jangan nangis lagi aku tau kok kamu sedih kamu sakit hati tapi aku mohon sama kamu kuatkan lah hati mu kali ini untuk bisa melihat satria yang masih terbaring disana dan berusaha lah untuk mengingatkan satria kalau kamu dan dia adalah pasangan"


"tapi vi aku udah nggak kuat jika harus ngadepin sikap tante weni ke aku yang seperti itu"


"kamu harus bisa, dengarkan lah kata hati kamu"


tina masih terus menangis di pelukan sahabat nya itu dia juga sambil berfikir gimana cara nya agar dia bisa kuat untuk menghadapi sikap dari orangtua kekasih nya itu


setelah puas menangis dan tina mulai tenang dia pun langsung menghela nafas panjang untuk menetralkan hati dan juga fikiran nya itu


"tapi kamu tetap di sampingku ya vi temani aku untuk bisa kuat"


"aku adit bakal disamping mu terus tin" silvi menguatkan sahabatnya itu


"ayo kita masuk lagi ya buat jengukin satria"


"baiklah"


mereka berdua berjalan menuju ruangan satria kembali namun setelah sampai sana ternyata ibu dan juga ayah satria sudah masuk terlebih dulu jadi silvi adit dan juga tina menunggu sejenak di luar


"sayang kemana om dan tante ??" silvi bertanya kepada adit


"om tante sudah masuk duluan sayang, jadi kita nanti ya nunggu om tante keluar dulu"


"iya sayang nggak apa apa kok, ini tina juga mau aku ajak kesini lagi meskipun tadi sempet nolak sih"


"iya sayang"


mereka bertiga terlihat sangat cemas terutama tina begitu kelihatan dia benar benar bimbang dia memikirkan akan keadaan satria juga memikirkan akan kemarahan ibu satria


"tin kamu jangan cemas ya biar nanti tante weni om alex yang atasi, pasti kamu bakal di bolehin kok buat jengukin satria di dalam nanti kamu masuk sendiri ya aku pengen kamu ngungkapin semua rasa yang ada di hati kamu tanpa ada gangguan dari kami" adit mencoba menenangkan tina yang sedari tadi merasakan kebimbangan hati


tina tidak menjawab apa apa namun dia terus mencoba menguatkan hatinya agar nanti dia bisa untuk bertatap muka dengan satria langsung dan dia harus bisa mengungkapkan apa yang terjadi dengan hubungan nya itu meskipun satria tidak mengingat nya


Bersambungg......


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua

__ADS_1


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2