
namun walaupun tina sudah resmi menerima lamaran dari satrria dia masih bimbang dengan hati nya karna dia merasa kalau kedua orangtua satria tidak menyukainya
"gimana ini ya, aku udah menerima satria namun kenapa hati ku serta pikiran ku masih bimbang seperti ini aku merasa kalau orangtua satria nggak suka sama aku karna memang terlihat dari sikap mereka ketika melihatku" tina hanya berbicara dalam hatinya dan berusaha untuk bersikap tenang di depan satria
namun tina terlihat sedikit melamun dan membuat satria penasaran dengan apa yang di lamunin oleh kekasihnya itu .
"hey sayang, kenapa kamu kok melamun sih ??"
tina pun kaget dengan pertanyaan satria dan terbangun dari lamunan nya itu "hey nggak apa kok sayang"
"beneran nggak apa kamu ?? kalau ada apa apa bilang ya jangan di simpen sendiri loh sayang"
"iya sayang" tersenyum tipis agar satria tidak meneruskan pertanyaan kepadanya
"ya udah di lanjutin makan nya biar kenyang"
"hehe. iya sayang" tina pun makan dengan tatapan kosong mengarah ke depan tanpa menghiraukan kalau satria ada di depan nya
walaupun tina terlihat melamun dia masih terus makan karna tidak ingin satria tau kalau ada sesuatu hal yang mengganggu fikiran nya
setelah merasa kenyang tina pun berenti makan dan mengambil satu gelas air putih untuk dia minum "sayang aku udah kenyang"
"iya udah karna kamu sudah kenyang sekarang kamu mau kemana aku turutin deh"
"hemm , aku mau di rumah aja lah yang sambil nunggu waktu untuk kita balik lagi ke semarang"
"beneran kamu nggak mau jalan jalan gitu ??"
"iya sayang" tina tersenyum manis kepada satria
"ya udah kalo gitu aku beresin mobil dulu ya biar nanti kalo mau pulang kita bisa langsung cusss"
"ok sayang"
satria pun keluar menuju garasi tempat mobilnya terparkir disana, dan tak lama kemudian kedua orang tua satria pun pulang
__ADS_1
"hallo nak kamu ngapain ??"
"beresin mobil bu biar nanti kalo mau balik sudah siap semua tinggal cuss deh"
"oh gitu ya udah di lanjutin ya nak, ayah ibu mau masuk dulu"
"iya bu" satria meneruskan pekerjaan nya sedangkan kedua orangtua nya masuk kedalam untuk beristirahat
dan setelah masuk ibu nya melihat tina yang santai di depan tv sambil menonton tayangan yang dia suka dan ibu itu pun terlihat tidak suka dengan sikap tina yang membiarkan satria membereskan mobil sendiri sedangkan dirinya enak enakan nonton tv
namun beda dengan ayah satria yang terlihat sangat ramah tak lupa dia pun menyapa tina dengan baik
"hallo tin lagi nonton tv ya ??"
"eh iya ayah, ayah ibu sudah pulang dari pergi ya"
"iya nak, ayah ibu istirahat dulu ya terusin aja nonton tv nya"
"baik yah" tina pun tersenyum manis kepada kedua orangtua satria yang tak lain tak bukan kalau sekarang mereka adalah calon mertua nya
kedua orangtua itu pun pergi dan berlalu begitu saja dan tak lama ibu satria turun dari tangga dan menghampiri tina yang sedang asyik nonton tv sambil cengengesan
"iya bu ada apa ya ??"
"pinter sekali kamu ya enak enakan duduk di sofa sambil nonton tv sedangkan anak ku kamu suruh beres beres mobil mikir dong kamu disini cuma orang lain yang nggak di harapkan terutama saya"
tina begitu sakit hati dengan ucapan ibu dari satria namun dia berusaha untuk bersikap tenang di depan ibu satria
"maaf bu tadi mau tak bantuin tapi satria nya nggak mau" tina berkata sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga
"jangan kamu fikir saya bersikap baik sama kamu saya suka ya, tidak sama sekali saya belum bisa terima kamu sebagai pacar ataupun calon istri dari anak saya kamu fikir dong kita itu beda dalam segala hal"
ucapan ibu satria itu benar benar menyakiti hatinya namun tina berusaha untuk terus bersikap baik terhadap ibu satria
"iya bu saya faham kalau kita memang beda jauh namun saya dan juga anak ibu sudah saling mencintai dan tak ingin di pisahkan dalam hal apapun, lagi pula satria sudah janji sama saya kalau dia bakal pertahanin hubungan ini sampai kapanpun"
__ADS_1
"haha.. jangan harap kamu ya, sekuat apapun kalian berdua mempertahankan hubungan kalian satria akan tetap menurut dengan perkataan ku dia nggak akan membantah dengan apa yang saya putuskan"
tina begitu takut dengan kata kata yang baru saja ibu satria ucapkan dia benar benar sangat takut kalau satria akan meninggalkan nya dan memilih pergi
"semua terserah pada keputusan anak ibu biarkan saja dia yang menentukan semua nya, maaf bu saya permisi dulu" tina pamitan dan pergi menuju ke kamar setelah sesampainya di kamar tina hanya bisa menangis karna dia benar benar merasa takut akan hal itu
"tuhan semua ku pasrahkan kepadamu apapun yang terbaik untuk ku dan juga satria"
dia menangis dan tak lama satria pun datang menghampirinya dia duduk tepat di samping tina yang sedang menangis karna satria tidak tau apa sebab tina menangi dia pun langsung menyakan hal itu
"sayang kamu kenapa ??" satria yang cemas berusaha menanyakan apa hal yang membuat kekasih nya menangis
"nggak apa kok sayang" tina hanya menjawab singkat
"sayang coba kamu cerita sama aku, kamu sebenarnya kenapa kok kamu nangis bukan nya tadi kamu lagi nonton tv ya ??"
"nggak apa kok sayang beneran deh, acaranya nggak ada yang bagus jadi aku matiin terus masuk kamar deh"
"beneran kamu nggak apa apa sayang ??"
"iya beneran loh.. oh iya aku mau beresin baju baju kamu sama baju ku dulu ya biar nanti langsung cus balik deh" tina mengalihkan pembicaraan agar satria tidak terus menanyai nya dengan pertanyaan pertanyaan
tina terlihat sibuk membereskan semua barang barang mereka berdua dan terus mengingat apa saja yang akan mereka bawa nanti, karna mereka berada di kota sweike tina berniat untuk mampir membeli sweike terlebih dulu
memang sedari kecil tina adalah peminat berat sweike makanan yang terkenal di kota purwodadi itu namun sebagian orang juga merasa jijik dengan makanan itu
"oh iya sayang nanti kita mampir ke warung makan sweike ya aku pengen banget makan sweike sudah lama juga aku nggak balik kesini jadi mumpung disini boleh ya kita mampir sebentar" dengan wajah imut nya tina memberi isyarat kepada satria agar menuruti kemauannya itu
"iya deh iya apa sih yang nggak buat calon istri ku yang cantik ini, semua bakal aku turutin kok" satria pun mencubit pipi tina yang mirip bakpaow itu
dengan sedikit bercandaan pun akhirnya tina mampu mengalihkan pikiran nya dengan hal yang lain karna memang dari dulu dia berharap suatu saat dirinya akan mendapatkan kekasih yang begitu menyayangi nya
Bersambunggg......
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
__ADS_1
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘