
Berusaha positif thinking dengan jawaban suami nya namun di hati kecil nya tidak bisa ia bohongi kalau dia benar benar takut semua yang suami nya katakan akan jadi kenyataan
"udah malam yah kita tidur ya yah, biar besok ayah bangun dengan badan yang lebih segar"
"iya bu, tapi tolong besok mandiin ayah ya bu"
"hah, apaan sih ayah masak udah gede masih minta di mandiin sih"
"iya bu kan ayah nggak bisa mandi sendiri besok"
"iya baiklah yah besok ibu bakal mandiin ayah kok, ya udah yok tidur yah"
"iya bu makasih ya" tersenyum kepada istri nya namun sang istri tidak tau kalau itu bakal menjadi senyum terakhir suami nya
Mereka pun tidur dan beristirahat agar besok bangun dengan keadaan yang lebih fit, sang suami pun memeluk istri nya dengan hangat
Ke esokan pagi nya sang ibu pun bangun dengan sangat hati hati dia melihat sang suami yang tidur dengan pulas sambil tersenyum terlihat begitu jelas wajah suami nya yang cerah
Ibu pun keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan dia menuju ke arah dapur dan pas di depan kamar tina sang ibu pun di panggil oleh tina
"bu"
"iya sayang"
"ibu mau ngapain ??"
"mau masak buat kalian sarapan juga ayah"
"ayah udah bangun bu ??"
"belum nak ayah mu masih tidur, ibu lihat tadi tidur nya nyenyak banget nak"
"aku boleh lihat ayah bu ??"
"boleh lah sayang, sana gih ke kamar"
"ok bu" tina sedikit heran nggak biasanya ayah nya bangun siang meskipun sedang sakit sekalipun
Tina berjalan menuju kamar ayah nya sedangkan sang ibu berjalan menuju dapur untuk masak dan menyiapkan makanan untuk sarapan
"ayah" tina memanggil ayah nya sembari membuka pintu kamar namun tidak ada jawaban
"ayah, ayah belum bangun ya ??" masuklah tina mendekati ayah nya yang terbaring di ranjang
"ayah bangun sudah pagi loh, ayo sarapan bareng aku kangen tau sarapan bareng ayah sambil bercandaan gitu" tina mencoba membangun kan ayah nya namun tak ada respon sedikitpun
Tina memegang tangan ayah nya dan terasa dingin lalu tina berusaha untuk membangun kan ayah nya agar sadar namun semua nya sia sia karna sang ayah sudah pergi meninggalkan nya
__ADS_1
"ibu kakak" teriaklah tina dari dalam kamar ayah nya sambil nangis
"kak aurel ibu cepet kesini" teriak
"ada apa sih cil ??" sahut sang kakak
"ayah kak ayah"
"ayah kenapa ??" mulai panik
"ayah kak ayah"
"ayah kenapa gobl*k" mulai nangis karna melihat tina yang tidak bisa menjawab serta hanya menangis
"huhuhu, ayah sudah nggak ada kak ayah sudah meninggal"
"nggak mungkin" sahut sang ibu dari luar sambil berlari menuju tempat suami nya terbaring
"ayah bangun yah jangan tinggalin ibu, kami masih butuh ayah disini ayah bangun yah bangun .. Huhuhu" makin menjadi tangis dari ibunya
Tina yang melihat itu semua pun juga makin menjadi jadi tangis nya melihat ibu yang begitu terpukul kehilangan sosok suami seperti ayah nya itu
"ibu kakak kenapa ayah ninggalin kita kak bu ??" pertanyaan yang terlontar dari mulut tina
mereka bertiga pun hanya bisa menangisi kepergian sang ayah dari kehidupan mereka, di bilang siap juga belum di bilang belum siap tapi itu semua sudah jadi kehendak Tuhan
"maaf untuk apa bu ??" jawab aurel
"sebenarnya ayah kalian sudah lama mengidap penyakit ini namun ayah mu melarang ibu untuk bicara dan menyampaikan ini kepada kalian, karna ayah kalian ingin melihat kalian bahagia terutama untuk kamu aurel yang kini sedang berusaha menggapai cita cita mu"
"kenapa bu kenapa ibu nggak bilang dari dulu kalau ayah sakit, kalau aku tau aku nggak akan maksa buat kuliah dan merepotkan kalian untuk membiayai semua nya" aurel nangis tersedu sedu sambil memeluk ayah nya yang kini sudah tidak bernyawa lagi
"maafin ibu nak"
"bu aku mau nanya sejak kapan kalian tau kalau ayah sakit keras ??" aurel bertanya
"sejak kamu SMA"
"hah sudah begitu lama tapi kenapa ibu nggak ada ngomong sama aku bu kenapa ??" aurel sedikit jengkel karna ayah serta ibunya menyembunyikan berita yang begitu penting
"maafin aurel yah, aurel janji aurel bakal jadi anak baik dan berubah seperti apa yang ayah inginkan"
Namun semua usaha pun sudah tak berarti apa apa karna kini sang ayah sudah meninggalkan mereka bertiga ibu serta kedua anak perempuan nya itu hanya bisa menangisi semuanya
Tina pun tak tahan untuk menahan lagi tangis nya airmata pun langsung keluar dengan derasnya dia menangis tersedu sedu di depan jenazah ayah nya karna memang dari kecil dia begitu dekat dengan sang ayah
"ayah aku janji bakal mewujudkan semua impian ayah"
__ADS_1
Tak selang berapa lama warga pun datang satu persatu untuk melayat dan tina juga tak lupa mengabari sahabat nya silvi
"vi ayah meninggal"
"apa apa lu bilang ??"
"iya ayah gua meninggal lu bisa kesini kan ??"
"iya gua bakal kesana sekarang kok, lu yang tenang ya"
"iya" mengirim pesan singkat ke sahabat nya dengan emot sedih
tina melihat foto yang berada di dinding yaitu foto 5 hari yang lalu sebelum sang ayah meninggalkan mereka dia melihat betapa manis nya senyum sang ayah tina benar benar tidak menyangka kalau hari ini adalah hari terakhir untuk nya melihat ayah
"kamu yang sabar ya dek" aurel memeluk tina dari belakang
"iya kak, kakak juga yang sabar"
"iya, aku tau kok dari kecil kita nggak pernah akur tapi aku sayang banget sama kamu kita saling menguatkan satu sama lain ya dek ??"
"iya kak aku juga sayang banget sama kakak" balas tina memeluk sang kakak
"kenapa secepat ini ya kak kita di tinggal ayah ?? Padahal aku juga belum sukses seperti yang ayah inginkan"
"sama dek kakak juga nggak nyangka bakal secepet ini ayah ninggalin kita"
"yang terpenting kita do.akan ayah biar tenang disana ya kak, kita ihklasin semuanya yang terjadi kita coba untuk membuka lembaran baru lagi ya kak"
"iya dek"
Mereka terlihat sangat akrap dan pelukan aurel pun begitu hangat kepada tina, memang mereka sekarang tidak seperti dulu namun aurel masih belum berubah 100% tapi sikap nya kini sudah mulai hangat terhadap keluarga nya
Tak selang berapa lama silvi pun sampai di rumah dia langsung menghampiri tina dan juga aurel yang tengah di landa tangis dan luka yang begitu dalam silvi mencoba untuk menguatkan kedua kakak beradik ini
"kalian yang sabar ya"
"iya vi makasih ya udah mau kesini"
"apasih yang nggak buat sahabatku ini"
"kamu memang sahabat terbaik ku vi" peluk hangat tina kepada silvi
Bersambungg....
Hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘