Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 80


__ADS_3

tina aurel yang kini terlihat akrap sekarang mulai terbuka satu sama lain mereka terlihat selayak nya saudara yang saling mengasihi dan saling menyayangi mereka terlihat begitu saling sayang nya


"kak ini kan udah pagi aku mau ke pasar beli bahan bahan buat bikin pesanan kakak mau ikut nggak ??"


"hemm, nggak deh tin maaf aku bantuin ibu aja di rumah"


"ok baiklah kak kalau gitu mah"


"iya kamu ati ati ya"


tina kaget dengan kata kata aurel barusan baru satu kali ini dia mengatakan itu kepadanya karna memang sedari dulu aurel tidak pernah perhatian sama sekali dengan tina


"baik kak, bu aku berangkat dulu ya"


"iya sayang ati ati ya"


"siap bu"


tina pun berjalan keluar dari rumah ke pasar pun dia juga berjalan karna memang sudah kebiasaan nya berjalan kaki kalau mau kemana mana, namun aurel yang tidak tega melihat tina pergi sendirian akhirnya dia pun menyusul


"bu aku ikut tina aja ya, kasian dia nggak ada temen nya jalan sendirian pula"


"iya udah sana mumpung belum jauh tina nya"


"baik bu" aurel berpamitan dengan ibu nya


aurel mengejar tina yang tengah berjalan dengan santai nya memang benar ternyata tina belum terlalu jauh berjalan nya dan aurel pun dengan cepat bisa menyusul nya


"hey" mengageti tina dari belakang


"hey, kamu kak bikin kaget aja"


" kamu kira siapa ??"


"aku kira orang gila, hahaha"


"wah kamu ini ya berani sekali ngatain kakak kamu sendiri gila" aurel sedikit kesal dengan bercandanya tina


"maaf maaf kak kan cuma bercanda"


"iya deh"


mereka berjalan bersama menuju pasar untuk membeli bahan bahan yang di perlukan namun di tengah jalan ternyata mereka bertemu dengan teman teman tina yang sering membully nya


"hahaha lihat deh gaes mereka berdua" kata dari ketua geng itu


"iya bos tumben mereka akur, hahaha" sahut salah satu dari gerombolan orang itu


"mungkin kakak nya lelah kali berantem terus sama itu tuh si cupu" sahut kembali sang ketua geng


"hey apaan kalian ini berani sama gua lu lu pada hah ??" di timpali oleh sang kakak


"huh takut, hahhaha" ketawa sang ketua geng

__ADS_1


"apa hah berani lu sama gua, oh jadi kalian kalian ini ya yang selama ini ngebully adek gua ??"


"kalau iya emang kenapa kan emang pantes adek lu di bully udah cupu jelek lagi, hahaha"


"kurang ajar kamu ya" sang kakak melayangkan tangan nya dan menampar sang ketua geng tersebut


"auw dasar orang gila ya, berani sekali lu nampar gua"


"ngapain nggak berani lu berani sekali lagi ngebully adek gua lu bakal berhadapan dengan gua" aurel langsung menarik tangan tina dan mengajak nya untuk segera pergi dari tempat itu


"lihat aja lu ya rel tunggu pembalasan gua"


"gua nggak takut sama luu" jawab aurel dengan lantang


aurel dan tina pun berjalan bersama menuju pasar untuk membeli bahan bahan yang di perlukan di perjalanan tina hanya diam seribu bahasa tanpa membahas sesuatu dengan sang kakak


"hey tin kenapa sih lu harus takut sama mereka ??"


"hemm" jawab tina singkat


"dan kenapa lu juga mau di injek injek sama mereka kenapa nggak lu lawan aja itu geng kampungan"


"hemm" jawab nya


"lu itu ya di ajak bicara jawab nya cuma ha hem ha hem doang gua timpuk juga lu tau rasa"


"udah lah kak jangan bahas mereka sudah sih biarin aja aku juga nggak ngerasa di rugiin kok nanti kalau mereka capek juga bakal diem sendiri"


"ah kakak sudah lah jangan di bahas lagi, ini aku udah dapat semua bahan nya ayo kita pulang"


"serius nih udah semua ??"


"iya kak aurel ku yang cerewet, hahha"


"apaan sih lu" aurel sedikit tersenyum


aurel dan juga tina pun berjalan dengan santai menuju rumah mereka terlihat sangat dekat tidak seperti biasa nya kalau bertemu pasti hanya sunyi yang ada


namun kini sikap aurel pun sudah mulai lunak dengan tina jadi mereka terlihat akrap dan terlihat dekat karna memang sekarang aurel mulai bisa menerima apa yang ada dan apa yang dia punya


"oh iya nanti gua bantuin bikin pesenan nya ya biar nggak bosen gitu gua"


"hahaha, serius nih ??"


"ya serius lah emang nya kenapa ??"


"hahhaha, kakak gua yang semual bodo amat sama gua sekarang sudah mulai sayang sama gua, makasih ya kakak"


"haha iya"


"jangan ngambek dong kakak ku yang cantik"


"apaan sih lu"

__ADS_1


tina terus menggoda kakak nya yang ngambek itu dia berusaha untuk membuat aurel bisa tersenyum kembali meskipun sulit untuk membuat aurel tersenyum


"hey kak jangan marah lah"


"ayolah pulang udah siang juga loh katanya mau bikin pesanan"


"iya iya kak aurel"


aurel berjalan di depan meninggalkan tina karna merasa sedikit kesal kepada nya yang sedari tadi menggoda nya dia berjalan dengan cepat tanpa menoleh ke belakang


tina yang merasa sedikit geli dengan tingkah sang kakak dia hanya tersenyum melihat sang kakak yang ternyata memiliki sifat begitu manja kepadanya namun dia begitu sayang dengan aurel


"kakak kakak meskipun kamu terlihat begitu keras namun ternyata kakak juga bisa manja ya tapi aku sayang banget sama kamu kak"


"tetap jadi kakak aku yang lembut seperti ini ya kak jangan berubah kayak dulu lagi ya" tersenyum sendiri


tina berusaha mengejar sang kakak yang berjalan begitu cepat di depan nya sambil sedikit tersenyum melihat tingkah sang kakak


"kakak tungguin"


"bodo amat"


"halah kakak jangan gitu dong tungguin sih ah"


"ya makanya cepetan dong"


"iya tapi ini belanjaan kan juga berat kak bantuin kek"


"ogah"


tina masih terus berjalan sambil sedikit lari mengejar sang kakak terlihat dia begitu keberatan dengan belanjaan yang dia tenteng


tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah dan ternyata sang ibu pun sudah selesai menyiapkan semua keperluan dagangan nya aurel yang melihat sang ibu sedikit sibuk dia pun langsung sigap untuk membantu nya


"bu aurel bantuin ya"


"eh aurel, iya nak kamu bantuin tata tempat duduk aja gih yang nggak berat"


"iya bu"


aurel pun langsung menjalan kan apa yang di perintahkan oleh ibunya dia langsung mengambil semua kursi dan menata nya dengan rapi


"bu makasih ya sudah mau bersusah payah mencari nafkah untuk ku dan juga tina dan makasih juga sudah menjadi orangtua yang baik untuk kami"


aurel melihat sang ibu dengan berbicara dalam hatinya sendiri betapa bangga nya dia bisa mendapatkan keluarga yang begitu sempurna seperti ini dia melihat sang ibu yang pantang menyerah demi anak anak nya dan juga sang ayah yang terus mencari nafkah meskipun hanya bisa untuk menyukupi untuk makan sehari


Bersambungg.....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘

__ADS_1


__ADS_2