
tina pun beberes kamar dan langsung bersiap karna nggak mungkin dia menemui teman nya dengan keadaan yang kucel tina pun mandi setelah mandi dia pun bersiap menyambut teman baik nya itu yang katanya ingin main ke kos.an nya "hemm.. semoga selvi belum sampai soalnya aku belum selesai siap siap nya nih"
tak selang berapa lama tina pun sudah siap dengan keadaan dia yang sudah terlihat segar dan rapi menggunakan baju santai nya dia pun keluar dan memutuskan menunggu teman nya di teras kos nya setengah jam menunggu silvi pun datang "hey tina"
"hey, sini sini duduk kamu pasti capek kan nyari nyari alamat kos ku ini" tina menarik tangan silvi dan mendudukan nya di kursi yang tersedia di samping tina lalu dia pun masuk mengambilkan minum untuk silvi
"tunggu bentar ya vi"
tina bergegas masuk lalu keluar membawa dua gelas jus strowberry kesukaan mereka berdua, karna memang mereka berdua banyak kesamaan dalam hal kesukaan seperti minuman dan juga makanan jadi mereka selalu klop jika bersama sama
"ehh.. tina kamu masih inget aja sih"
"pastinya dong vi kita kan sama sama suka dengan jus strowberry, nih satu buat kamu satu lagi buat aku ya" tina tersenyum sambil menatap ke arah silvi teman nya itu yang sekarang sedang menikmati minuman yang di bawakan nya tadi
"ohh.. iya vi gimana kabarnya ??"
"ya seperti yang kamu lihat sekarang sehat dan baik baik saja"
"lah kamu datang kesini kapan ?? kok nggak ngabarin aku sih kalau kamu mau ke semarang"
"kan biar kejutan buat kamu tin, hehe" tina merasa senang karna teman nya itu masih ingat dengan nya karna hanya silvi lah yang selalu ada di waktu mereka masih duduk di bangku sekolah
"ohh. iya gimana kabar nya ayah sama ibu kamu kesini pasti datang ke rumah dulu kan pamitan sama ayah ibu ??"
"iya dong tin, mereka baik baik aja dan sehat kok tin kamu tenang aja ya kamu fokus aja sama tujuan kamu" silvi menyemangati tina supaya teman nya tidak terlalu menghawatirkan orang rumah karna dia tau kalau sampai tina mengetahui hal hal yang buruk tina pasti langsung nangis karna ini adalah kali pertama tina jauh dari keluarga nya
__ADS_1
"eh iya gimana kabarny sama kak aurel, dia juga baik baik aja kan vi ??"
"ihh.. kenapa sih kamu masih peduli sama orang kayak gitu" silvi merasa tidak senang karna tina menanyakan tentang kakak nya itu karna menurut silvi aurel adalah kakak yang jahat karna dia tidak pernah bisa bersikap dengan baik kepada tina yang jelas jelas adik nya sendiri
"ih. jangan kayak gitu lah vi mau bagaimanapun dia tetaplah saudara perempuan ku"
"tapi tin dia kan udah jahat sama kamu, malah sekarang kamu harus menanggung biaya kuliah nya dia"
"nggak apa apa kok vi walaupun aku nggak bisa kuliah yang penting kakak ku bisa dan dia bahagia" silvi merasa kagum karna ketulusan hati tina yang selalu mengalah demi melihat kakak nya bahagia dan tersenyum
"kamu itu memang baik banget ya tin aku bangga sama kamu walaupun kamu sering di sakitin sama dia kamu tetap nganggap dia saudara kamu" mata silvi pun mulai berkaca kaca melihat tina yang begitu tulus menyayangi kakak nya yang jahat itu
"ehh . vi kenapa kamu bekaca kaca gitu sih jangan nangis lahh, aku nggak tega tau lihatnya"
"nggak kok tin aku cuma kagum saja sama kamu" silvi pun memeluk erat teman nya itu dan mengusap punggung tina yang masih di peluknya
setelah lama silvi pun melepaskan pelukan nya dan tina berusaha untuk tersenyum di depan teman nya namun silvi tau kalau tina hanya terpaksa tersenyum supaya silvi tidak merasa khawatir terhadap nya
"eh.. iya tin gimana kalau kita jalan jalan ada tempat bagus lohh, kamu sudah pernah kasana belum ??"
" yang benar saja sih vi aku disini aja beru beberapa hari itu pun sibuk kerja terus mana ada waktu buat keluyuran, aku pergi jalan jalan juga baru kemarin pas hari weekend sama seniorku yang bernama mbak lila dia baik banget loh vi" tina menceritakan tentang senior yang sangat baik kepadanya
"ya syukur deh tin kalau kamu menemukan teman baik disini aku ikut senang kok, kapan kapan kalau weekend kita jalan yuk sama ajak juga itu senior kamu bisa sama sama gitu"
"oke bos, eh aku pulang dulu ya tina aku juga mau berangkat kuliah nih" silvi berpamitan kepada tina teman nya itu
__ADS_1
"ohh.. iya vi hati hati di jalan ya sukses terus ya vi" tina mengantarkan silvi kedepan sambil menunggu taxi yang di pesan oleh silvi datang
"itu taxi nya sudah datang aku pergi dulu tin, dahh" silvi melambaikan tangan nya dan pergi meninggalkan tina di depan kos nya tina pun membalas lambaian tangan dari silvi dan melihat silvi yang bergegas pergi meninggalkan nya
setelah taxi yang di tumpangi silvi tak terlihat lagi tina pun masuk kedalam dan membereskan gelas yang ada di meja itu dan membawa nya ke belakang dan mencucinya setelah selesai dia pun balik ke kamar dan beristirahat sambil membaringkan badan nya di kasur
"huh capek juga ya ini badan, eh. ternyata sudah jam segini aja sudah waktunya bersiap nih buat berangkat kerja" jam menunjukkan pukul 03.45 menit dan tina pun bersiap siap untuk berangkat ke Coffe Shop untuk bekerja setelah selesai bersiap tina pun keluar dan langsung berangkat menuju ke tempatnya bekerja
dan di tengah perjalanan dia berpapasan dengan satria yang juga ingin menuju ke Coffe Shop "ehh.. tina mau berangkat ya yuk bareng sama aku biar cepat nyampainya"
"nggak usah pak saya bisa sendiri kok"
"jangan nolak pokoknya cepat naik kalau nggak aku pecat kamu ya" satria mengancam tina supaya dia mau berangkat bareng dengan nya
"jangan dong pak masak saya mau di pecat gara gara ini, kan nggak lucu"
"ya makanya naik cepat" tina pun bergegas naik ke dalam mobil dan duduk tepat di sebelah satria
satria sangat senang karna akhirnya tina mau juga di ajak berangkat bareng dengan nya di tengah perjalanan mereka terus berbincang entah apa yang mereka bicara kan seperti nya asyik sangat sampai sampai mereka tidak sadar kalau mobil nya itu sudah memasuki ke halaman parkir di Coffe Shop nya itu
Bersambungg.....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘