Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 63


__ADS_3

keadaan satria kini makin kritis karna kehilangan banyak darah tina yang sekarang bimbang dengan hatinya dan keteguhan nya memikirkan satria dia merasa tidak enak dengan perasaan nya mungkin karna sudah lama menjalin hubungan batin mereka pun sudah terikat kuat


"gimana ya keadaan nya satria sekarang ?? semoga baik baik saja deh perasaan ku dari tadi nggak enak banget langsung kefikiran dia, coba deh aku hubungi silvi untuk tanya keadaan nya satria"


tina pun berjalan menghampiri sang ibu untuk meminjam hp nya


"bu ibu ??" dia mencari ibu nya dengan memanggil


"iya nak ada apa mencari ibu ??"


"hehe... nggak kok bu aku cuma mau pinjam hp nya boleh ndak ??"


"oh hp itu ada di meja tv kamu ambil aja, memang nya mau buat apa sayang ??"


"mau telfon silvi bu"


"ya udah itu ambil aja ya"


"makasih ibu ku sayang"


tina berjalan menuju ke meja tv untuk mengambil hp sang ibu dia bergegas untuk menghubungi sahabat nya dan menanyakan perihal keadaan satria


"kring kring kring"


"hallo tan ada apa ya ??"


"hey ini gua tina"


"ada apa lu telfon gua ??"


"nggak ada apa apa kok, gua cuma mau tanya soal satria gimana keadaan nya ??"


"mau tau datang aja kesini kemarin kan udah aku kasih tau di RS mana"


"gua nggak mau kesana gua nggak mau ketemu dengan orangtua satria"


"mereka nggak ada disini kok, mereka baru aja pulang lu kesini ya"


"ok baiklah tapi sebentar aja ya"


"iya terserah lu dah" tina mematikan telfon nya dan bersiap siap untuk menjenguk satria


"ibu ayah tina boleh ijin keluar bentar ya ??"

__ADS_1


"mau kemana sayang ??" jawab sang ibu


"mau ke RS menjenguk temen aku yang sakit"


"ya udah tapi hati hati ya"


" siap bu"


tina bersiap dan memesan taxi online untuk dirinya berangkat ke RS dia menunggu di depan rumah dengan perasaan yang cemas


tak lama taxi itu pun datang dan menjemput tina lalu mengantar nya ke RS


"mau kemana bu ??"


"ke RS ****** ya pak"


"baik bu"


taxi itu pun berjalan dengan kecepatan sedang memecah keramaian jalanan tina di jalan pun tidak bisa tenang karna hatinya begitu berkecamuk memikirkan keadaan satria saat ini


sesampainya di rumah sakit tina pun menuju ruang pendaftaran dan menanyakan ruang rawat satria


"sus mau nanya ruangan pasien atas nama satria dimana ya ??"


"sebentar saya cek dulu mbak"


"mbak atas nama satria masih di ruang ICU"


"ruang ICU dimana ya sus ??"


"di lantai 4 mbak"


"terimakasih sus"


"sama sama" tina pun langsung beranjak menuju lift untuk segera ke atas menuju ruang ICU


setelah sampai di lorong ICU tina pun langsung berjalan ke arah ruangan dan ternyata di depan masih ada adit dan juga silvi disana mereka menunggu secara bergantian dengan kedua orangtua satria


"akhirnya kamu sampai juga tin"


"gimana keadaan satria vi ??"


"kamu lihat aja sendiri kedalam"

__ADS_1


tanpa kata apapun tina langsung masuk kedalam ruangan itu dia berganti dengan pakaian steril dan menuju ke tempat satria di rawat


tirlihat satria terkulai lemas di atas kasur dengan keadaan tak sadarkan diri tina melihat keadaan satria seperti itu dia hanya bisa menangis


"sat kenapa kamu bisa seperti ini ??" bertanya tanpa ada jawaban


"cepat sembuh ya aku kangen sama senyum manis mu meskipun kita sudah tak sejalan lagi aku harap kamu bisa bahagia tanpa aku" sambil menyeka air mata


tina pun menggapai tangan satria yang terkulai lemas dia memegang erat tangan itu namun apalah daya mereka terpisah karna restu orangtua yang tak di beri oleh orangtua satria


"aku sebenarnya masih sayang dan cinta sama kamu bahkan pas kamu lamar aku itu rasanya nggak nyangka bakal seserius ini kamu sama aku sat, tapi nyatanya orangtua mu tidak merestui kita"


menangis dalam diam namun terlihat mereka begitu sangat saling membutuhkan satu sama lain mereka sudah terikat batin meskipun belum bisa memiliki secara utuh


di saksikan dari luar ruangan oleh adit dan juga silvi mereka pun turut prihatin dengan keadaan hubungan tina dan satria


"sayang lihat lah betapa mereka saling sayang nya meskipun tina berusaha menutupi rasa cinta nya namun terlihat jelas kalau dia masih cinta" silvi berkata kepada adit


"iya sayang terlihat begitu jelas kalau mereka masih saling membutuhkan satu sama lain tapi entah apa yang membuat tina berubah fikiran"


"hemm.. tadi pas telfonan sama tina dia sebut sebut kedua orangtua satria yang apa mungkin mereka nggak dapat restu dari orangtua satria ya sayang ??" tanda tanya besar di kepala silvi


"tapi masak iya sih mereka nggak ngasih restu kelihatan nya kedua orangtua satria baik baik aja kok sama tina tapi bisa jadi kalau tante yang nggak ngasih restu, soalnya aku tau banget selera nya tante"


"lah mungkin aja sayang coba nanti kita tanya deh sama tina, kan kemarin satria nggak tau tuh alasan nya tina berubah karna apa ya mungkin satria belum tau atau belum denger sendiri"


"mungkin aja sayang kita nanti tanya tina ya" silvi dan adit begitu bahagia bisa melihat tina dan juga satria bersama seperti itu


meskipun sekarang keadaan satria tak sadarkan diri namun kasih sayang tina begitu tulus dan terlihat kalau tina bahagia bisa melihat satria


"sat udah ya aku pulang dulu dan buat kamu cepet sehat ya jangan sakit lagi biar bisa mewujudkan semua impian kamu katanya mau bahagiain orangtua kamu kalau kamu seperti ini gimana bisa" sambil tersenyum dan mengelus tangan satria


"oh iya ini cincin yang kamu kasih akan aku simpen kok nanti suatu saat kalau kamu mau nikah jangan lupa undangan nya juga ya buat aku"


"terimakasih sudah pernah menjadi pelangi di hidup ku terimakasih juga kamu sudah mau terima aku namun maaf untuk melanjutkan hubungan ini mungkin kita tidak bisa" menangis tersedu


"untuk semua kenangan yang pernah kita ukir bakal aku kubur dalam dalam di hatiku dan aku bakal lupain kamu kok, sekarang kamu pasti kan sudah lupa semua kisah kita jadi aku bakal lupain kamu juga" mencium kening satria untuk yang terakhir kali nya


kisah mereka disaksikan oleh sahabatnya betapa mereka masih saling mencintai satu sama lain namun apalah daya restu orangtua tidak di dapat tina hanya bisa pasrah akan semua nya yang menjadi jalan takdirnya


Bersambungg.....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊

__ADS_1


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2