Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Pergi Ke Butik


__ADS_3

waktu tutup taman tersebut pun tiba dan mereka berdua tina dan silvi pun keluar dengan perasaan yang sangat senang dan gembira "ohh.. iya tin aku udah pesen taxi ya nanti kita pergi ke suatu tempat lagi"


"kita mau kemana lagi vi ?? emang nggak capek itu kaki kamu"


"haha, kamu kayak nggak tau aku aja sih tin pokoknya kita pergi ke suatu tempat buat ngerubah penampilan kamu" silvi menarik tangan tina dan mengajak nya masuk ke dalam taxi karna taxi yang tadi di pesan sudah datang


tina dengan perasaan yang penuh tanda tanya akan ucapan nya silvi hanya bisa menuruti kemauan dari sahabat nya itu dan berusaha untuk tenang


di tengah jalan tina pun bertanya perihal ucapan silvi yang tadi "vi, sebenarnya kita mau kemana sih ?? kasih tau aku dong jangan buat aku penasaran deh"


"hehe.. kita mau pergi ke butik langganan aku buat ngerubah penampilan kamu biar terlihat lebih cantik dan anggun" silvi tersenyum sambil melihat tina yang merasa geli akan ucapannya barusan karna memang dari dulu tina tidak terlalu suka untuk merubah penampilan nya


"ihh.. apaan sih kamu vi, aku tuh suka dengan penampilan ku yang seperti ini karna memang aku nggak pantes buat jadi seperti kamu" tina menundukkan kepalanya karna dia merasa kalau silvi malu mempunyai teman seperti dirinya


"kamu jangan beranggapan aku malu ya punya sahabat seperti kamu, aku pengen ngerubah penampilan kamu karna aku pengen kamu nunjukin kepada teman2 SMA kita dulu yang sering ngebully kamu.. paham kan tin??" silvi sedikit jengkel kepada tina karna anggapan nya tadi


"kamu jangan marah dong vi. bukan gitu maksud ku ya deh iya aku nurut sama kamu buat kamu ngerubah penampilan aku, tapi aku nggak ada uang buat beli semua nya apalagi sampai beli baju di butik pasti kan mahal mahal harga nya"


"masalah uang tenang aja, kan aku yang mau ngerubah kamu jadi itu semua biar aku tanggung" silvi senang karna tina mau menuruti kemauan nya yang akan merubah penampilan nya


tak lama perjalanan mereka pun sampai di sebuah butik yang terkenal di semarang mereka pun turun dari taxi dan silvi menarik tangan tina untuk masuk karna dia tidak ingin tina kabur darinya


"ayo masuk, ada update terbaru loh dari butik ini jadi aku mau beliin kamu semua nya"


"tapi vi, kamu juga beli kan buat kamu sendiri ??" tina bertanya kepada silvi karna dia merasa tidak enak kalau hanya dirinya yang harus beli barang barang dari butik tersebut


"iya.. iya aku juga beli kok" silvi berusaha meyakin kan tina kalau dirinya juga akan beli tapi itu hanya siasat belaka untuk meyakinkan tina supaya mau

__ADS_1


"baiklah" mereka pun masuk dan di sambut hangat oleh karyawan karyawan yang kerja disana karna mereka tau kalau silvi adalah langganan mereka


"tin kamu tunggu disini dulu ya, aku mau bicara sama mbak2nya itu sebentar"


"oke" silvi pun meninggalkan tina sendiri dan dia pun menghampiri satu karyawan di butik itu dan bicara kepadanya


"mbak tolong pilihin semua baju yang bagus dan cocok buat sahabat ku itu, yang duduk di kursi itu tuh"


"baiklah mbak" salah satu karyawan pun menghampiri tina yang sedang termenung duduk sendirian


"mbak, mari ikut saya biar saya tunjukkan update baju baju terbaru dari butik kita ini"


"tapi mbak, teman ku belum datang tunggu bentar ya mbak"


"ohh.. mbak silvi ya tadi sudah ngomong sama saya mbak nya di suruh pilih pilih dulu mbak silvi nya lagi di kamar kecil" karyawan itu membujuk tina agar dia mau mengikuti nya


"baiklah mbak" tina pun mengikuti langkah dari karyawan tersebut dan mereka berhenti di sebuah ruangan yang khusus update terbaru dari butik tersebut


"ehh.. nggak usah mbak biar saya cari sendiri" tina memegang salah satu baju yang terlihat cantik dan anggun lalu dia melihat bandrol harga yang ada di baju tersebut dan dia pun kaget bukan kepayang


"gila ini yakin harga nya segini, kalau bener ya cukup buat aku makan satu bulan nih" tina hanya bergumam dan nggak jadi memilih baju disana namun tanpa dia sadari silvi sudah datang dan ada tepat di belakang nya dengan membawa segunung baju yang menurut nya pantes buat sahabatnya itu


"tin.. coba deh kamu cobain ini semua, nanti kalau kamu ada yang suka langsung aja di sendiriin ya biar aku bayar semua"


tina kaget dengan ucapan silvi itu .. dia merasa tidak enak hati karna bagi tina pedulinya silvi sudah terlalu berlebihan kepadanya "ayo.. cepet lah kamu cobain nanti lihatin ke aku biar aku nilai cocok nggak nya" sambil tersenyum silvi meyakinkan tina


tina pun pergi ke ruang pas supaya bisa mencoba satu persatu baju pilihan dari sahabatnya itu dia pun bolak balik keluar masuk ke ruang pas karna memang baju yang di pilihkan oleh silvi banyak banget

__ADS_1


setelah beberapa saat tina pun selesai mencoba semua baju dan ada yang beberapa tidak dia ambil karna dia merasa harga nya terlalu mahal


"sudah ya tin .. udah dapet banyak nih buat ngubah penampilan kamu" silvi menarik tangan tina dan menuju kasir dan membayar semua pakaian tersebut dan semua nya silvi lah yang membayar kan


"ayo kita pulang tin.. capek deh aku" silvi menarik tangan tina dan keluar dari butik tersebut dan silvi pun sudah memesan taxi untuk mengantarkan mereka pulang


taxi itu pun melaju dengan cepat nya dan sekian lama di dalam taxi tina hanya terdiam melihat tingkah dari sahabatnya itu dan dia pun berusaha untuk bertanya kepada silvi atas semuanya "vi bukankah ini terlalu berlebihan ya ??"


"kamu ngomong apa sih tin .. udah tenang aja ya"


"tapi" belum sampai bicara silvi pun memotong pembicaraan tina


"stop jangan ngomong lagi aku nggak pengen kamu bilang kalau kamu nggak enak sama aku karna aku terlalu manjain kamu kan ??"


"makasih ya vi atas semuanya .. tapi kenapa kamu tidak beli apapun buat diri kamu sendiri ??"


silvi hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari tina namun di tengah diam nya itu silvi sangat senang karna dia berhasil untuk merubah sahabatnya itu


tak lama mereka pun sampai di kos.an tina, tina pun turun dari taxi namun tidak dengan silvi dia hanya menatap tina yang turun dan hanya berbicara sekali saja "jangan lupa barang barangnya di bawa ya, pokoknya aku pengen kamu memakai semua baju itu dan kamu harus ngebuang baju baju lusuh kamu"


setelah selesai tina menurunkan belanjaan nya silvi pun berlalu pergi dengan menaiki taxi yang sama dan tina hanya menatap dari jauh silvi yang mulai pergi meninggalkan nya


"terimakasih vi, kamu adalah kawan ku yang paling setia aku sayang kamu vi" tina pun masuk ke dalam kos nya dengan menenteng semua belanjaan yang banyak itu


Bersambungg...


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya

__ADS_1


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2