
Terlihat sangat jelas kalau memang tina benar benar belum siap kan kehilangan satria begitu cepat dia masih menginginkan satria kembali kepadanya namun keadaan pula lah yang membuat mereka begitu jauh
Selain restu dari orangtua kini satria pun dalam keadaan yang tidak baik baik saja kini satria kehilangan ingatan nya yang membuatnya tidak ingat siapa tina baginya
"itu cowok lu ya cil, lu masih suka kan sama dia kenapa nggak lu perjuangin sih kalo lu masih ingin bersama dia kenapa nggak lu pepet terus itu cowok, gua tau lu masih suka sama itu cowok gua juga tau kalo lu nggak mau kehilangan dia tapi kenapa lu lemah kenapa lu nggak perjuangin dia"
"kak aku perjuangin dia pun bakal sia sia"
"sia sia ?? Sia sia kenapa hah ??"
"orang tua nya nggak pernah suka sama aku dan orangtua nya pun sudah menolak aku secara terang terangan dihadapan ku kak, katanya aku nggak pantes buat dia karna kita beda beda dalam segala hal"
"hah restu orangtua itu bisa lu dapetin secara perlahan lahan cil yang terpenting itu lu harus berjuang dulu untuk hubungan lu, kasih lah kesempatan hubungan lu buat bertahan jangan nyerah gitu aja"
"tapi kak dia juga udah nggak inget kok sama aku"
"iya karna dia hilang ingatan kan, itu kan yang membuat dia nggak inget sama lu coba deh lu pelan pelan ingetin dia tentang hubungan kalian"
"tapi semua nya nggak mungkin bisa seperti dulu lagi kak"
"kata siapa hah, siapa yang bilang lu nggak bisa balikin ingatan cowok itu asal lu mau berusaha lu pasti bisa cil lu bisa cobalah dulu jangan nyerah kayak gini dong, gua tuh tau lu dari kecil seperti apa kenapa soal ginian lu nyerah cil ayolah berjuang gua bakal dukung lu 100% gua bakal jadi tameng jika ada yang nyakitin lu cil" aurel sedikit membentak tina dan membuat kaget orang yang ada di sekitar
Aurel menangis di hadapan tina meminta agar tina tidak putus asa dalam hal ini karna memang hubungan itu harus saling menguatkan satu sama lain bukan menghancurkan
Aurel masih terus menangis melihat tina yang begitu lemah di hadapan nya dia melihat kalau tina yang dia kenal tidak ada lagi di dalam diri tina yang sekarang ada di hadapan nya
"ayolah tin jangan nyerah gua yang nggak tau apa apa soal hubungan lu aja gua pengen lu berjuang tapi kenapa lu yang ngerasain semua nya malah lemah kayak gini ??"
"udah lah kak jangan paksa aku, aku capek"
"udah kamu bilang hah, gua sebagai kakak lu ngelihat lu kayak gini gua juga nangis tau nggak asal lu tau setiap gua lihat lu suka ngelamun di kamar gua juga ikutan ngerasain betapa sakitnya jadi lu betapa pedihnya hati lu tapi kenapa di saat gua mencoba nyemangatin lu agar bisa berjuang untuk hubungan lu sama itu cowok, lu malah kayak gini" aurel menunjuk ke arah satria
Kemudian aurel pun menarik tangan tina dan berjalan mendekatkan tina kepada satria yang sedang duduk di meja sebelah
__ADS_1
"kak stop kak jangan kayak gini kenapa sih"
"nggak ada kata stop kali ini ya cil, kali ini gua mau lu kelarin urusan kalian dan perbaiki hubungan kalian ngerti" aurel langsung mendudukan tina tepat di sebelah satria
"dan untuk semua orang dan tamu yang sedang ada disini saya mohon maaf untuk ketidak nyamanan nya saya meminta kalian untuk keluar semua malam ini resto ini saya booking tidak ada yang boleh disini sampai besok pagi"
"silvi adit ayo kita keluar biarkan mereka berdua menyelesaikan urusan mereka"
"untuk mu satria perjelaskan lah kepada adik ku satu satunya ini akan kelanjutan hubungan kalian"
Aurel mengajak silvi serta adit untuk keluar meninggalkan mereka berdua begitu pula dengan pelayan pelayan yang bekerja saat itu dan kini di dalam resto hanya ada satria dan tina
satria dan juga tina terlihat masih saling diam tina yang belum berani bicara hanya bisa menangis di hadapan satria yang belum mengingat sedikitpun tentang hubungan mereka
Karna satria yang tidak tegaan terhadap wanita yang menangis akhirnya dia mencoba menenangkan tina dengan sedikit ragu satria pun memulai untuk membuka pembicaraan
"kamu jangan nangis ada apa sebenarnya ??" satria bertanya kepada tina
"maafkan aku" tina reflek memeluk satria dengan begitu erat
"hei jangan nangis aku nggak tega loh melihat cewek nangis, sebenarnya ada apa sih aku belum faham semua ini ??"
"aku mau bilang sama kamu kalau sebenarnya aku dan kamu itu punya hubungan dan hubungan itu pun sudah begitu dalam"
"maksudnya gimana sih aku belum faham ??"
tina masih belum bisa menjelaskan dia masih ragu dengan langkahnya kali ini namun mau gimana lagi sudah terlanjur jadi mau nggak mau harus dia jelaskan semua nya
Tina mengeluarkan hp nya dia membuka album foto dimana yang isi nya adalah foto kenangan mereka berdua dari pertama kali kenal hingga menjalin hubungan yang sudah menginjak beberapa tahun
Tina menjelaskan semua nya dengan detail namun di tengah tengah penjelasan nya satria merasa pusing di kepala nya memang satria belum sembuh belum pulih 100%
"eh kamu kenapa ?? Pusing ya ??"
__ADS_1
"iya sedikit, tapi kamu lanjutin aja ceritakan semua agar semua jelas aku pun juga pengen tau akan semua nya karna memang aku belum pulih 100% makanya masih sering sakit kalo ada yang cerita soal masa lalu aku yang hilang"
"ya udah nggak usah di lanjut ya kasihan kamu kesakitan banget kayak nya"
"nggak apa apa kok kamu lanjut aja"
"nggak mau"
Satria mencoba menahan rasa sakitnya dia masih ingin mendengarkan semua cerita tina dan mencoba untuk mengingat semua nya
"ini udah nggak sakit lagi kok, sekaramg kamu jelasin lagi ya aku ingin tau semua tentang kita"
"tapi aku takut kalo kamu kesakitan lagi gimana ??"
"udah jangan peduliin aku yang terpenting sekarang aku pengen tau semua nya dari awal"
Tina berusaha untuk tidak menceritakan lagi karna dia tidak tega melihat satria kesakitan seperti tadi dia takut kalau dia lanjut cerita bakal mempengaruhi ingatan nya jadi tina berenti cerita kepada satria
"ayolah cil lanjut lagi cerita nya sedikit lagi kamu bakal dapetin dia lagi cil" aurel merasa gemas dengan mereka berdua
"kak jangan kamu paksain karna kalau di paksa bakal mengganggu ingatan satria" silvi berusaha mengingatkan aurel
"tapi sedikit lagi dia bisa mendapatkan ingatan nya kembali"
"iya kak namun tidak dengan cara di paksa kak"
Merasa geram melihat adegan yang ada di depan mata aurel hanya bisa melihat nya dari luar resto dia melihat senyum tina yang hilang kini telah kembali lagi dia melihat tina yang ceria dan juga periang telah kembali
Bersambungg....
Hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘