
pagi menyambut matahari pun sudah menyinari bumi tak terasa sudah pagi dan sudah waktunya untuk Tina bekerja namun dia masih terlelap dalam tidurnya saking kecapek.an nya dia sampai lupa kalo hari ini adalah hari pertama dia kerja
kring kring bunyi handphone pun berbunyi menandakan alarm yang Tina pasang semalam telah tiba
"huhh.. sudah pagi ternyata" dia pun melihat ke arah hp nya dan melihat jam berapa sekarang
"aduhhh aku telat hari pertama kerja malah telat dasar bodoh" Tina tergesa gesa untuk siap siap sampai dia lupa membawa persyaratan yang semalam Satria beri tau Tina pun telah tiba di Coffe Shop dan langsung dia menemui Satria
"Sat maaf aku telat ya ??"
"iya kamu telat banget ini jam berapa sampai sampai jam segini kamu baru datang" Satria hanya mengerjai Tina dan membuat Tina panik karna hari ini adalah hari pertama dia kerja dan dia telat berangkat nya
"maafkan aku sat" Tina tertunduk tidak berani menatap Satria yang berada tepat di depan nya itu
"hahaha .. lucu juga ya kalo kamu panik gini"
"apa.. jadi kamu hanya mengerjaiku saja sat ??"
"hehe .. maaf maaf habis kamu sih kepagian datang nya kan semalam aku udah bilang kalo Coffe Shop bukanya jam 11.00 lah ini kamu datang jam berapa ??"
"hihi.. baru jam 08.00, lah terus kamu ngapain jam segini sudah disini kalo memang belum buka ??"
"aku lagi nyiapin semua perlengkapan nya kamu mau ikut sekalian belajar bikin kopi yang enak ??" Satria menawari Tina untuk belajar membuat kopi yang paling sepesial di Coffe Shop nya
__ADS_1
"boleh dong,biar nanti kalo aku pulang bisa bikinin ayah kopi enak dengan racikan ku sendiri.. hehe"
mereka pun membuat kopi bersama dan saling mengasih arah satu sama lain terutama Satria untuk membelajari Tina membuat kopi andalan di Coffe Shop nya itu tak terasa tingkah mereka berdua di saksikan oleh Adit yang tak lain adalah teman nya Satria dan juga meneger di Coffe Shop itu
"huh .. mereka berdua sangat lucu spertinya mereka cocok deh jadi pasangan, haha" Adit pun terbahak lepas melihat tingkah dari kedua orang yang ada di depan nya itu sampai tak di kira bahakan nya terdengar oleh Satria dan Tina
"ehh.. pak meneger, selamat pagi pak maaf kalo saya sudah membuat rusuh pagi pagi seperti ini"
"iya gak apa apa terusin saja, sat aku keluar dulu ya"
"oke bro hati hati ya" Adit pun meninggalkan kedua pemuda pemudi itu yang sedang asyik dengan tingkah nya dan Tina merasa malu karna sudah ketahuan oleh meneger nya karna sudah membuat berantakan di meja Barista
"udah lah sat aku mau kembali ke kos aja, kan masih lama jam kerja nya"
"tapi.."
"nggak pake tapi tapi.an, duduk dan diam disitu awas kalo sampai pergi" Satria pun memperingati Tina agar dia tidak pergi dari tempat duduk nya itu dan menunggu apa yang sedang di siapkan oleh Satria untuknya
sudah hampir setengah jam Tina menunggu namun Satria belum juga datang dia pun merasa kesal dan berniat untuk pergi belum juga berjalan Tina sudah di kagetkan oleh suara laki laki yang di tunggu nya tersebut
"awas pergi aku bilangin sama pak meneger lohh" Tina pun langsung mengurungkan niatnya untuk pergi dan kembali duduk di tempat duduk nya tadi
"tara.. nih aku bawain kopi spesial buat kamu tin, cobain deh pasti kamu suka"
__ADS_1
"ehh.. makasih lohh sat" Tina pun mencoba kopi yang telah di bawakan oleh satria untuknya dan dia pun menikmati kopi yang di suguhkan oleh satria
"oh. iya sat kamu sebenarnya orang mana sih kok menurutku kamu nggak asing ya saat pertama kali aku ketemu sama kamu, kayak pernah lihat gitu"
"aku tuh sebenarnya asli orang sini cuma aku di Purwodadi ikut sama nenek ku, ya kemarin aku baru pulang dari nenek makanya kita bisa ketemu di satu bis" Satria tersenyum sambil menatap Tina yang terus menikmati kopi hangat nya itu "ohh.. iya gimana rasanya tin ??"
"enak kok, kamu hebat banget ya masih muda tapi udah jadi pengusaha sukses" Tina pun mulai membayangkan dirinya bisa seperti Satria menjadi pengusaha sukses di bidang nya namun semua itu mungkin hanya akan menjadi mimpi yang tak akan terwujud kan
"ya udah ya sat aku kembali ke kos dulu, makasih kopi nya ya " Tina tersenyum melambaikan tangan nya dan bergegas pergi dari Coffe Shop itu dan meninggalkan Satria sendiri
"ehh.. tunggu tin jangan pergi" namun panggilan nya sudah terlambat Tina sudah pergi meninggalkan dirinya
"dasar.. belum juga ngomong iya sudah pergi aja itu anak, sebenarnya dia baik sih cuma aku lihat lihat dia datang ke kota bukan hanya untuk kerja namun juga untuk menghilangkan beban pikiran nya soalnya dari kemarin aku lihatin dia sering melamun" Satria pun mulai menerka nerka tentang penglihatan nya kepada Tina yang di lihatnya seperti orang banyak pikiran
waktu pun berlalu dengan cepat dan menunjukkan pukul 10.30 dan sudah waktunya karyawan Coffe Shop tersebut untuk berangkat bekerja dan bersiap
Bersambungg....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘
__ADS_1