Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Pelukan Hangat


__ADS_3

satria pun terus mencoba mendobrak pintu itu sampai bisa kebuka sampai pada percobaan ketiga akhirnya bisa juga terbuka, setelah terbuka satria pun di kagetkan dengan adegan tina yang ingin mengakhiri hidupnya refleks satria pun langsung merebut dan membuang pisau yang di pegang tina sampai tangan nya luka


"kamu sudah gila ya, kenapa kamu bisa senekat ini ada apa ??" satria terus menghujani tina dengan segala pertanyaan namun tina tidak menjawab nya


"kamu tuh kenapa tin ?? bilang sama aku ngomong"


namun tina hanya terdiam dan terus menangis karna memang hanya dengan menangislah yang bisa membuat nya lega, dia terus menangis sambil sesekali berusaha untuk meraih pisau yang di buang satria tadi


"aku nggak mau rel, aku mau kamu pergi dari sini aku nggak sudi lihat muka kamu lagi !!" tina terus menyebut nama farel sambil sesekali memaki nya sampai sampai satria yang ada di hadapan nya di kira farel dan tina memukuli satria


tina terus memukuli satria sambil memaki nya sampai pada akhirnya satria pun memeluknya dan menenangkan nya


"tenang ya tin aku bakal jagain kamu kok" dan moment itu pun tidak di sia sia kan oleh seluruh penghuni kos yang kebanyakan adalah karyawan satria mereka mengabadikan moment itu dengan kamera ponsel nya


tina masih terus menangis di pelukan satria sambil terisak tina berusaha untuk menghentikan tangisan nya dan menyadarkan dirinya dan di tengah tangisnya yang mulai berhenti tina pun sadar kalau orang yang sedang memeluk nya itu adalah bos nya sendiri


masih dalam isakan tangis nya tina melepaskan pelukan itu dan ternyata benar saja dugaan nya kalau orang itu adalah satria


"kenapa bapak kesini ??" dengan suara yang serak tina pun bertanya kepada bos nya itu


"nggak usah banyak tanya, kamu di suruh kerja malah ngamuk itu kenapa ??" satria berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dan mencoba membuang rasa gerogi nya karna dia sudah memeluk wanita yang ada di hadapan nya itu


tina tidak menjawab dia hanya tersenyum tipis kepada satria dan tak sengaja tina menyentuh luka yang ada di tangan satria dan refleks satria pun mengaduh "aow, sakit tau nggak"

__ADS_1


"maaf maaf pak, ini pasti gara gara saya ya pak bapak tunggu disini ya" tina bangkit dari duduk nya menuju meja kecil dan membuka laci untuk mengambil obt yang ada disana dan dia pun kembali untuk mengobati tangan satria


"sini pak biar saya obati" tina meraih tangan satria dan mengobati nya secara perlahan dan membalut nya dengan perban setelah selesai tina pun berniat untuk membereskan kamar nya yang sudah berantakan


"sudah selesai ya pak, bapak masih mau disini apa mau ke Coffe Shop saya mau beresin ini kamar dulu pak"


"saya bantuin ya tin biar cepet selesai"


"ehh.. nggak usah pak saya bisa sendiri kok" tina tersenyum kepada satria dan senyuman itulah yang membuat satria begitu tergila gila kepada nya


"nggak apa apa kok"


akhirnya mereka berdua pun bekerja sama untuk membereskan kamar tersebut dan kini tina sudah terlihat lebih ceria dari yang sebelum nya


tina pun pergi ke dapur dan membuatkan sesuatu untuk satria, setelah lama menunggu tina pun datang dengan 2 gelas jus strowberry minuman kesukaan nya


"ini pak silahkan diminum, biar seger" tina pun memberikan segelas kepada satria dan satria pun langsung meminum nya


"hemt.. pandai juga kamu membuat jus ini enak loh" satria memuji jus bikinan nya tina


" ini tuh jus kesukaan saya sama sahabat saya pak, udah jam 10 pak bapak nggak ke Coffe Shop ??"


"saya nggak ke Coffe Shop kamu juga nggak ya, hari ini saya mau ngajakin kamu pergi"

__ADS_1


"ngajak saya pergi pak, kemana ??" tina kaget bukan main karna tiba tiba satria mengajak nya pergi


"tapi pak bukan nya hari ini saya harus lembur kok malah di ajakin pergi ??" tina masih bingung dengan ajakan bos nya itu


"saya bebaskan kamu dari lembur hari ini"


tina masih nggak percaya dengan pembicaraan nya satria yang membebaskan dirinya dari lembur dia masih mematung di depan satria


"hey, ngapain kamu bengong udah sana siap siap ayo pergi" tina langsung tersadar dari lamunan nya itu dan pergi menuju kamar mandi untuk membasuh muka nya supaya terlihat segar lalu dia pun masuk ke kamar untuk bersiap dan berganti pakaian sesuai apa yang di inginkan oleh silvi kemarin


dan dia pun mengambil salah satu mini dress yang kemarin dia beli bersama silvi, warna nya yang kalem membuat tina terlihat makin cantik dan feminim setelah selesai dia pun keluar dari kamar dan sedikit malu karna ini adalah kali pertama dia memakai mini dress


dan ketika membuka pintu satria pun langsung terkejut dengan penampilan tina yang begitu cantik dan feminim itu dia melihat tina tanpa berkedip sekali pun dia terus menatap tina dengan perasaan kagumnya karna tina begitu terlihat sangat sangat cantik


"saya sudah siap pak"


"waow, dia benar benar cantik pakai dress itu cantik sekali" berbicara dalam hatinya satria tak berkedip sama sekali ketika melihat tina keluar


Bersambungg....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya


Terimakasih semua

__ADS_1


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2