
pagi pun menjemput menyinari bumi sang mentari pun sudah menuju tinggi namun tina yang merasa masih dalam tekanan batin dia hanya bisa tiduran di atas ranjang kost.an nya dulu
"sudah pagi ternyata, masih malas juga buat keluar dari kamar ini rasanya tuh nyaman banget tiduran seperti ini melupakan sejenak masalah yang ada"
dia masih dengan selimut yang ada hanya bermalas malasan disana melupakan sejenak apa yang terjadi padanya semalam dan melupakan semua masalah yang ada dalam hati dan fikiran nya
namun di tengah asyik nya dia menikmati santai nya di kamar terdengar suara ketukan pintu kamar yang terdengar
"tok tok tok" suara ketukan pintu kamarnya
"siapa sih pagi pagi gini bangunin orang lagi malas" dia beranjak dari tidur nya
"ceklek" suara pintu terbuka
"hallo, selamat pagi tin"
"hey mbak lila, ada apa mbak ??"
"sini sini keluar" sambil menarik tangan tina
"eh, iya iya sebentar sih mbak memang nya ada apa sih sampai narik narik tangan aku kek gini ??"
"hehe.. maaf ya aku cuma pengen ngajakin kamu buat menghirup udara pagi ini biar kamu bisa lupain sejenak masalah yang ada"
"ya tuhan" dia terharu melihat betapa perhatian nya lila terhadap nya bahkan dia tidak pernah merasakan nya saat bersama aurel kakak kandung nya
"betapa aku ingin merasakan sikap peduli ini dari mu kak aurel, tapi mungkin hanya bisa membayangkan" tina berbicara dalam hatinya
dia sangat senang bisa memiliki lila meskipun hanya kakak bertemu saat besar namun kepedulian nya terhadap dirinya begitu amat hangat
"gimana tin enak kan udara pagi ini ??"
"hehe.. iya mbak"
"oh iya kemarin tuh kakak kamu aurel kesini loh nyariin kamu nggak tau mau apa sih tapi dia sambil nangis nangis nyari kamu, aku pun juga heran melihat nya padahal biasanya kan dia marah marah kalo nyariin kamu"
"eh iya toh mbak ?? kenapa nggak bilang sama aku dari semalam sih mbak ??"
"maaf lupa"
"iya udah deh kalau gitu biar aku nyusul kak aurel ke kost.an nya, aku jadi takut dia kenapa napa"
"eh eh kamu mau kemana ??"
"mau nyusul kak aurel ke kostnya mbak"
lila tidak menjawab setelah mendengar jawaban tina kalau dia ingin menyusul sang kakak namu dia salut meskipun tina selalu di sakiti sama aurel dia tetap menyayangi aurel dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
dan meskipun terkadang aurel sering marah sering bentak bentak dia namun tina tetap trima meskipun terkadang dia menangis setelah kejadian itu
"mbak aku pamit ya"
"eh kamu nggak sarapan dulu apa ??"
"nggak usah mbak makasih, dah" sambil melambaikan tangan tina berlari menuju keluar gang dan mencari taxi
tak lama dia berdiri di ujung gang tersebut sebuah taxi pun lewat dia langsung menghentikan nya dan naik kedalam taxi itu
"mau kemana mbak ??"
"ke alamat ini ya pak"
"baiklah" taxi itu pun mulai berjalan dengan kecepatan sedang dan memecah keramaian kota tersebut
cukup lama sih perjalanan nya namun tina begitu menikmati perjalanan itu sambil melihat suasana di jalanan yang ramai lancar itu
tak lama kemudian taxi itu pun berhenti di depan rumah kost yang ada di alamat yang di berikan olehnya setelah membayar argo taxi tina pun turun dan menuju ke rumah kost tersebut
"makasih ya pak"
"iya mbak" taxi itu berjalan meninggalkan tina disana
tina mendekat ke arah pintu gerbang yang ada disana dia menekan tombol bel yang tersedia disana sambil mengucapkan kata "permisi"
tak lama kemudian keluar lah seorang wanita setengah tua dari dalam sana dan membuka kan pintu gerbang tersebut
"eh nggak bu, saya kesini mau mengunjungi saudara saya yang ngekost disini"
"oh iya silahkan masuk mbak" di persilahkan oleh ibu ibu itu untuk masuk
"kalau boleh tau siapa ya nama saudara nya mbak itu ??"
"kak aurel"
"oh aurel, sebentar ya mbak saya panggilkan mbak bisa nunggu disini atau di ruang tamu sana juga boleh"
"baiklah bu saya tunggu disini aja"
" baik kalau begitu saya permisi panggilkan dulu ya mbak"
"terimakasih bu"
ibu ibu itu pun pergi meninggalkan tina sendiri di ruang itu dan menuju ke arah sebuah kamar yang berada di lantai atas
"oh ternyata kost.an nya kak aurel bagus juga pantes dia betah banget disini" sambil melihat taman kecil yang ada di luar lewat dari jendela
__ADS_1
"tapi ada apa ya kak aurel nyariin aku sambil nangis nangis gitu kata mbak lila ??" pertanyaan yang ada di otak tina sekarang
cukup lama dia menunggu sang kakak keluar dari kamar kost nya namun sang kakak pun tak kunjung datang juga dia makin cemas dengan keadaan nya
dia mencoba keluar dan menuju ke arah taman kecil di luar rumah kost itu dia menikmati keindahan bunga serta kecantikan kupu kupu yang ada disana dan saat dia tengah asyik nya ada suara wanita memanggilnya
"hey gadis jelek" panggilan akrap nya dari sang kakak
"hey kak aurel apa kabar mu ??" sambil berjalan sedikit berlari menuju sang kakak
"sini sini ayo ikut aku" aurel menarik tangan tina dan mengajak nya ke kamar kostnya
"ada apa sih kak ??"
tanpa berkata aurel terus menarik tangan nya sampai dia sedikit merasakan sakit di pergelangan tangan nya namun baginya itu tidak ada apa apanya di banding dia harus menyaksikan sang kakak menangis
setelah sampai di depan pintu kamar kost nya aurel mereka pun masuk ke dalam kamar itu aurel yang dengan wajah begitu bengis terus menarik tangan sang adik
"ada apa sih kak ??" pertanyaan pertama tina untuk sang kakak
"kenapa sih kenapa kamu jahat banget sama aku ??"
"jahat ?? maksudnya jahat itu apa sih kak ??" tina masih belum tau duduk permasalahan nya itu
"aku minta maaf tin, maafin aku ??"
"hey kak, ada apa sih sebenarnya coba deh kakak cerita sama aku pelan pelan ??"
"sebenarnya aku mau di DO dari kampus karna aku belum bisa bayar uang dengan jumlah Rp.******** gimana ini ??"
"hah segitu banyak nya kak ??"
"iya tolong dong tolongin aku"
"kak aku sekarang udah nggak kerja lagi dan masih nganggur dirumah, aku di rumah cuma bantuin ayah ibu di sawah"
"hah apa ?? kamu nganggur terus siapa yang bakal bayar semua itu kalau nggak aku bakal benar benar di DO dari kampus"
"nanti coba aku usahain deh kak, kakak sekarang tenang dulu ya"
"gimana aku bisa tenang kalau seperti ini" aurel menangis dan terus menangis
tina yang tidak tega dengan keadaan sang kakak dia berusaha untuk menenangkan nya namun dengan cara apa dia akan membantu dan mengusahakan agar sang kakak tidak di DO sedangkan sekarang dia nganggur di rumah
Bersambunggg.....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
__ADS_1
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘