Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 58


__ADS_3

di tengah frustasi nya satria dia berusaha untuk bisa menerima semua keputusan tina yang menginginkan hubungan ini berakhir lalu dia pun mengingat sesuatu


"sebelum tina berubah dan memilih untuk mengakhiri hubungan ini dia kan aku ajak pulang atau mungkin ibu sudah bicara sesuatu sama dia ya, iya aku harus pulang dan nanyain ini sama ibu"


satria pun berjalan menuju mobil dan bergegas untuk pulang ke rumah agar bisa segera bertemu dengan ibu nya karna dia yakin semua ini pasti ada sangkut pautnya dengan sang ibu


satria melajukan kendaraan nya dengan kecepatan yang tinggi tidak seperti biasa nya dia melajukan mobil dengan kecepatan yang begitu cepat


"aku harus bisa segera bertemu dengan ibu"


"kring kring kring" bunyi dering hp satria berbunyi dengan kerasnya


namun karna dia benar benar sedang tidak ingin di ganggu satria pun tidak menjawab telfon tersebut dia malah menaikan kecepatan mobil nya sampai melewati batas sewajarnya


"kring kring kring" hp nya berbunyi kembali


dan itu adalah panggilan masuk dari sang sahabat nya adit dia menghubungi satria karna ada sesuatu hal yang perlu di bicarakan namun satria pun tidak menjawab panggilan masuk itu


"lah ini bocah kemana sih di telfon dari tadi nggak di jawab" adit menggerutu


"gila ini bocah giliran di cariin susah bener ketemu nya giliran nggak di cariin muncul terus kayak jaelangkung"


namun ketika adit menaruh hp nya di meja dan ingin keluar dari ruang kerja nya dia mendapatkan panggilan masuk yaitu dari silvi sak kekasih yang sudah di lamar nya kemarin


"kring kring kring" hp berbunyi menunjukkan ada panggilan masuk


"eh silvi, hallo sayang"


"hallo yang, kamu lagi dimana ??" silvi bertanya pada adit


"aku lagi di coffe shop, ada apa sayang ??"


"ini aku lagi di jalan ngelihat mobil nya satria melaju dengan kecepatan yang kenceng banget yah aku takut dia kenapa napa"


"oh jadi ini alasan nya satria nggak jawab telfon aku tadi" batin adit dalam hatinya


"hallo sayang kok diem aja sih, kamu masih di sana kan kamu denger aku bicara kan ??"


"iya iya sayang aku denger kok, itu satria jalan ke arah mana sayang ??"


"ini kalau nggak salah ke arah PURWODADI yang"


"oh mungkin dia mau pulang ke rumah kali yang"


"tapi kan nggak pake ngebut juga kali yang, aku takut dia kenapa napa yang kamu kesini ya nyusulin aku kamu tau kan rumah nya satria ??"

__ADS_1


"tau kok yang baiklah aku bakal nyusulin kamu, kamu ati ati ya sayang"


"iya yang, ya udah tutup dulu telfon nya"


"ok sayang" adit pun langsung keluar dari ruang kerja nya dan menuju ke arah parkiran


"mbak lila kamu jaga coffe shop bentar ya, aku ada urusan"


"baik pak" lila menjawab singkat


adit berjalan keluar dan menuju ke arah mobil untuk berjalan munuju ke arah yang sudah silvi berikan karna dia juga mencemaskan keadaan satria yang sekarang dalam keadaan emosi dan juga frustasi


di tengah perjalanan nya untuk menyusul silvi dan juga satria dia pun mendapatkan telfon masuk lagi


"kring kring kring" panggilan masuk dari silvi


"hallo sayang, ada apa ??"


"sayang cepetan kesini cepet"


"kamu dimana sayang, bicara yang jelas sayang"


"ini aku ada di jalan ***** cepet kesini yang"


"iya iya aku bakal cepet kesana tunggu sebentar ya sayang" dengan tingkat ke khawatiran yang begitu tinggi dia takut kalau ada apa apa dengan mereka


dan tak lama adit pun sampai di lokasi yang di sampaikan oleh silvi dan dimana itu adalah lokasi kecelakaan dari sahabat nya sendiri yaitu satria


"sayang ada apa ini ??" berjalan menghampiri silvi yang berdiri di pinggil jalan


"sayang, satria yang" sambil memeluk kekasihnya


"satria kenapa yang ??"


"satria kecelakaan dan sekarang sudah di bawa ke RS***** darahnya banyak banget yang aku takut dia kenapa napa yang karna satria tidak sadarkan diri tadi"


"apa satria kecelakaan" badan adit pun langsung terasa lemas dia takut kalau satria sampai kenapa napa


"sat kenapa luu kenapa bisa jadi begini, lu nggak biasanya pakai mobil ngebut ngebutan" tak terasa adit pun meneteskan air matanya


dan baru kali ini silvi melihat kekasih nya menangis untuk sahabat nya meskipun kadang mereka terlihat seperti anjing dan kucing tapi mereka saling mengasihi satu sama lain


diaman yang satu sakit yang satu pun ikutan merasakan nya karna mereka sudah terlihat seperti saudara sendiri walaupun mereka bukan saudara sedarah tapi mereka terlihat saling peduli


"sayang kuatkan hati mu yang, sekarang ayo kita nyusul ke rumah sakit buat lihat keadaan nya satria"

__ADS_1


"iya ayo yang"


"biar aku yang nyetir ya sayang aku takut kalau kamu dalam keadaan seperti ini kamu nggak fokus"


"nggak apa apa kok sayang aku masih bisa buat nyetir kok"


akhirnya mereka pun masuk kedalam mobil lalu adit pun melajukan mobilnya dan berjalan menuju ke arah rumah sakit adit masih bisa menjaga kesadaran nya meskipun mendengar kecelakan itu menyakitkan baginya


"sat luu harus kuat masih banyak yang sayang sama lu sat" batin dalam hatinya adit


"sayang kamu nggak kenapa napa kan ??"


"nggak apa apa kok sayang, aku cuma kepikiran sama keadaan satria sekarang"


"ya semoga dia baik baik saja yang kita doain yang terbaik aja ya ya sayang"


"iya sayang"


"terus kamu udah kabarin itu orang tua nya satria belom sayang ??"


"iya nanti kalau sudah sampai di rumah sakit aku kabarin kok"


tak lama perjalanan adit dan juga silvi pun sampai di rumah sakit yang membawa satria dari lokasi kecelakaan untuk mendapatkan perawatan agar bisa menyelamatkan nyawa satria


"sayang kita sudah sampai, yuk kita masuk kedalam"


"ayo yang kita masuk aku udah nggak sabar pengen tau keadaan nya satria"


mereka pun berjalan menuju di tempat pendaftaran dan menanyakan dimana tempat satria berada


"sus mau nanya korban kecelakaan tadi ada di ruang mana ya ??"


"oh iya pak ada di UGD dari sini lurus saja mentok belok kiri disana tempatnya"


"baik makasih ya sus"


"iya sama sama pak"


adit dan silvi pun berjalan menuju ruang UGD untuk melihat keadaan satria dan untuk memastikan kalau satria baik baik saja tanpa ada keadaan yang serius setelah sampai di ruang UGD mereka menunggu dokter keluar, cukup lama dokter di dalam ruang UGD itu


Bersambungg....


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua

__ADS_1


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2