
dengan keraguan nya tina pun mengikuti keinginan satria yang mengajak nya untuk sarapan bersama kedua orang tua nya, dengan mengenakan kemeja yang di pakai nya yang jelas jelas kedodoran untuk dirinya
"sayang aku malu, coba deh kamu perhatiin aku pake kemeja kamu aja kedodoran kayak gini nanti di kira ayah ibu kamu orang orangan sawah gimana" dengan cemberut nya tina berusaha untuk menolak ajakan satria
"hehe.. nggak apa apa kok sayang kamu malah terlihat lebih cantik kayak gini" satria sedikit menahan tawa nya karna tidak ingin membuat tina merasakan minder dengan penampilan nya itu
"tuhkan kamu ketawa sayang, ih males deh" tina pun ngambek dengan kelakuan satria yang sedikit mentertawakan nya itu
"aduh sayang jangan ngambek dong, iya deh aku minta maaf ya" satria membujuk sembari sedikit memberi kecupan untuk kekasih nya itu agar tina tidak ngambek lagi
satria terus membujuk tina walaupun tina masih ragu dengan apa yang akan di katakan, dia sebenarnya lapar namun tidak mungkin dia keluar dengan memakai pakaian yang kedodoran seperti itu
dan karna tina benar benar tidak ingin bangkit dari duduk nya akhirnya satria pun mengangkat dan menggendong tubuh kecil tina yang menurut nya tidak ada seberapa nya dengan berat badan nya
"pokoknya kamu harus ikut makan sama aku" satria menggendong dan membawa tina keluar kamar untuk mengajak nya sarapa bersama kedua orang tua nya dan setelah sampai di meja makan satria pun menurunkan kekasih nya dan mempersilahkan duduk tepat di sebelah satria
"ini nih bu calon menantu mu susah banget di ajak keluar tadi"
"bukan begitu bu, aku cuma malu aja keluar dengan membawa pakaian kedodoran kayak gini" tina pun menjelaskan alasan nya yang tidak ingin keluar kamar walaupun dia pasti tau kalau calon mertua nya akan membela anak nya
"kamu sih sat, ngajakin pacar tidur di rumah nggak di suruh bawa baju ganti kan kasihan itu malu keluar gara gara pake kemeja kamu kedodoran lagi katanya" weni sedikit menahan tawa nya karna dia tidak ingin menyinggung perasaan calon menantu nya itu
"iya bu kemarin aku lupa bilang sama tina" satria mencari pembelaan diri namun tidak di gubris oleh weni
dan karna tidak dapat tanggapan oleh ibu nya satria pun memilih untuk bercakap dengan ayah nya karna dia ingin memberikan kelonggaran waktu untuk tina supaya bisa lebih dekat dengan ibunya
"ohh.. iya sayang ada yang mau ibu tanyain boleh nggak ??"
"boleh kok bu, silahkan saja" dengan ragu tina menjawab dan membolehkan weni untuk bertanya kepadanya namun sebelum weni bertanya tina pun sudah tau apa yang akan di tanyakan oleh calon mertua nya itu
__ADS_1
"kamu sekarang ini kuliah apa kerja nak ??"
"saya kerja bu, saya kerja di Coffe Shop nya satria bu"
"hah.. jadi kamu karyawan nya satria ??" weni sangat kaget dan shok dengan pernyataan nya tina yang memberitaukan kalau dirinya adalah karyawan dari putra nya itu
"satria, bener kamu mempacari karyawan mu sendiri ??"
"iya bu memang nya kenapa ??" satria membenarkan apa yang di katakan oleh ibu nya itu
"oh.. nggak apa kok sat" weni menghentikan ucapan nya karna dia tidak ingin kalau sampai tina tersinggung
mereka pun menyantap sarapan pagi itu bersama sama mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia dan lengkap karna hari itu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi satria pun berniat untuk mengajak tina pergi
"bagaimana kalau aku ajak pergi aja tina ya, kira kira mau nggak ya" satria berbicara dalam hatinya dan bertanya tanya
dan setelah mereka selesai dengan makan nya tina pun pamit terlebih dulu untuk kembali ke kamar karna dia merasa tidak nyaman dengan penampilan nya saat ini "pak bu saya permisi duluan ya"
"saya mau istirahat aja di kamar bu, saya malu dengan penampilan saya saat in bu"
"oh. baiklah nak kamu istiraha aja sana"
"maaf ya bu nggak bisa nemenin ibu buat ngobrol2" tina pun bangkit dan berjalan menuju kamar satria lalu masuk dan tidak keluar lagi
sebenarnya dia ke kamar bukan untuk istirahat namun memikirkan apa yang akan di lakukan oleh calon mertua nya kalau dia tau tina adalah karyawan dari anak nya sendiri tina begitu resah memikir kan itu semua
"gimana ya, sekarang ibu kan sudah tau kalau aku hanya karyawan satria .. terus apa dia akan membatalkan restu nya untuk kami hubungan ini ?? aku bener bener nggak sanggup kalau sampai aku harus pisah sama satria" tina menangis di dalam kamar karna dia tidak ingin ada orang mendengarnya dia pun bersembunyi di balik bantal dan menangis sampai ketiduran
Epiologgg...
__ADS_1
weni dan suami beserta putra nya satria masih berada di meja makan mereka begitu asyik berbincang dan melepaskan rindu sambil sesekali bercanda agar suasana lebih ramai
"oh. iya sat ibu mau nanya sama kamu ??"
"iya bu mau nanya apa ??" satria penasaran dengan apa pertanyaan yang akan di lontarkan kepadanya apakah soal hubungan nya
"kamu beneran ingin menikah dengan gadis tadi ?? serius kamu sat, kalau ibu nggak setuju gimana ??"
satria kaget dengan pertanyaan ibu nya dan benar saja apa yang akan di tanyakan ternyata soal hubungan nya dengan tina
"aku pajam kok bu setelah ibu mengetahui tina hanya karyawan ku pasti ibu akan menanyakan keseriusan ku"
"udah lah bu biarkan saja lagi pula mereka kan juga sudah saling cinta, jangan terlalu di kengkang lah biarkan satria memilih kebahagiaan nya sendiri" Ahmad ayah satria pun berusaha untuk menengahi percakapan diantara ibu dan anak
"tapi yah, ibu nggak suka dengan dia kalau ibu tau dari kemarin kemarin dia adalah karyawan kamu ibu nggak akan ijinkan kamu dan nggak akan memberi restu buat kamu sat"
"udah lah bu biarkan saja kan mereka yang menjalani jadi kita tinggal ikuti aja kemauan mereka"
"ibu nggak suka yah sama dia, apalagi tadi tiba tiba ingin kembali ke kamar duluan kan nggak sopan banget pake alesan karna penampilan nya kayak gitu dia nggak pede" weni pun meluapkan semua isi hati nya di hadapan anak tunggal nya itu
karna satria tidak ingin memperkeruh suasana akhirnya dia pun memilih pergi dari rumah dan meninggalkan seluruh orang yang ada di rumah itu termasuk kekasihnya yang saat ini di dalam kamar menangis sesegukan dan sampai tertidur
satria begitu marah akan sikap ibu nya tadi yang membatalkan restu untuk nya dan juga tina, karna satria begitu mencintai tina dia pun memilih untuk menyendiri terlebih dulu untuk menenangkan pikiran nya dengan cara dia pergi dari rumah dia akan lebih merasa nyaman setelah kembali
Bersambungg....
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘