Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Kebahagiaan Silvi


__ADS_3

hari itu benar benar dia nggak sangka akan di lamar oleh adit pria yang selama ini yang mampu membuatnya tak berkutik sama sekali dia begitu bahagia


setelah resmi lamaran adit di terima oleh silvi semua pun bahagia dan saling mendoakan agar hubungan silvi dan juga adit bisa langgeng


"buat para tamu semua bisa menikmati hidangan yang sudah ada" mc


dan para tamu pun memilih makanan yang mereka suka lain dengan kedua orang yang baru saja resmi lamaran itu .. mereka berdua menikmati kebersaan di sebuah ruangan terbuka dengan pemandangan yang begitu menawan


"oh. iya dit kamu kok bisa ngundang keluarga aku sih, gimana caranya ??"


"ya bisa lahh aku gitu loh"


"kan kamu nggak ada kenal sama keluarga ku apalagi sama kedua orang tua ku ?" silvi begitu penasaran dengan itu semua


"aku di kasih tau sama tina jadi aku minta sama tina nomor nya ayah kamu"


"oh. dari tina toh kirain kamu kenal dimana gitu"


"yang penting aku sudah dapatin restu dari ayah dan ibu kamu, dan satu lagi tak lama dari kita lamaran ini nih kita akan segera menikah" dengan tampang yang begitu serius adit mengungkapkan semua keinginan nya untuk segera menikahi silvi


silvi yang nampak kaget dengan ucapan adit hanya ternganga sambil sedikit memalingkan wajahnya karna dia benar benar belum siap untuk menikah namun kalau memang itu akan terlaksana secepatnya silvi hanya bisa mengikuti kemauan calon suami nya itu


"yang bener aja sih dit, nggak sabaran banget sih kamu"


"ya gakpapa lah kan satria sama tina juga bentar lagi bakal nikah masak kamu nggak pengen juga kayak mereka sih" adit menampilkan tampang serius


"alah . kamu mah boong sama aku tina aja bilang dia belom mau nikah iyakan kamu boong sama aku ??" dengan sedikit cemberut silvi memalingkan wajahnya dari adit yang berada di samping nya


"aduh. sayang jangan ngambek dong, aku cuma becanda kok" mencoba membujuk silvi yang tengah ngambek


karna melihat kekasih nya sedang ngambek dengan dirinya akhirnya adit pun mencari cara agar silvi bisa kembali ceria lagi . dengan caranya sendiri akhirnya adit memutuskan untuk keluar dari villa

__ADS_1


"hey kamu mau kemana sih" merasa sebal karna di tinggal sendiri


tak lama kemudian adit pun kembali dengan membawa buket bunga yang begitu besar dan juga coklat lalu adit pun bersujud di depan silvi sambil meminta maaf



sambil adit bersujud dan memberikan bunga untuk silvi dia pun berkata "maafkan saya ya vi karna sudah membuat kamu merasa sedih"


silvi pun tersenyum saat melihat kekasih nya ternyata lelaki yang super duper romantis sambil menganggukkan kepalanya silvi pun menerima buket bunga yang di berikan oleh adit


dan akhirnya mereka pun berpelukan dengan disaksikan banyak orang yang berada disana mereka begitu iri dengan kebahagiaan kedua pasangan kekasih itu


"makasih ya sayang sudah mau hadir di hidupku dan mau menjadi pelangi di hatiku" silvi begitu bahagia akan kehadiran adit yang mampu memberi warna baru untuk dirinya dia sangat bersyukur bisa mengenal dan memiliki adit


"hey sayang sekarang kamu kan sudah jadi milik aku, kenapa kamu malah nangis sih udah dong jangan nangis" adit nggak tau apa yang terjadi tiba tiba aja silvi nangis di pelukan nya


"aku gakpapa kok sayang aku cuma ngerasa bahagia aja hari ini karna bisa memiliki kamu dan menemukan laki laki sepertimu, aku sayang sama kamu dit" silvi mengungkapkan kebahagiaan nya karna telah menemukan adit di saat yang tepat


"kenapa satria dan tina nggak datang sih sayang ? emang kamu nggak bilang sama mereka kan aku juga pengen lihat mereka berdua bahagia kalau bisa sih nikah nya kita bareng mereka aja sayang"


"hus kamu itu ya kalau ngomong nggak bisa berenti"


"namanya juga cewek sayang pasti ya cerewet lah kamu nggak suka punya tunangan yang cerewet kayak aku ini ??"


"siapa bilang, malah aku sayang banget sama cewek yang sekarang sudah resmi menjadi tunangan ku" adit memegang tangan silvi dan kemudia dia pun mencium kening silvi dengan lembut


mereka begitu terlihat sangat bahagia bak putri dan pangeran di negeri dongeng yang sering di dengar oleh anak kecil dan di impikan oleh semua para wanita untuk bisa memiliki pria baik dan pengertian seperti adit


karna acara sudah selesai tamu undangan pun mulai pulang dan meninggalkan villa itu satu per satu namun tidak dengan keluarga mereka berdua terutama ayah silvi, ayah silvi pun mendekati silvi


"sayang"

__ADS_1


"eh. ayah makasih ya ayah sudah merestui aku sama adit" silvi pun memeluk ayah nya dengan erat dan sambil meneteskan air matanya karna sebentar lagi dia akan menikah dengan pria pilihan nya


"hey sayang kenapa kamu malah nangis, harusnya kamu bahagia karna kamu sudah memiliki calon yang akan memberi ayah dan ibu cucu"


"ihh.. ayah apaan sih kan nikahnya juga masih lama, lagian kita kan juga masih sama sama kuliah yah" silvi menyembunyikan rasa malu nya dengan memalingkan wajahnya


"kuliah udah nikah kan juga boleh sayang, tapi kalo emang udah jadi keputusan kalian buat kelarin kuliah kalian dulu juga gakpapa ayah malah seneng"


"ok. ayah aku bakal kelarin kuliah aku dulu sampai aku dapat gelar sarjana ya, lagian adit juga masih sabar kan buat nungguin aku ??"


"iya sayang aku akan sabar kok buat nungguin kamu kelar kuliah" adit hanya menyetujui apa yang di bilang silvi padahal dalam hati nya dia pengen segera untuk menikah karna dia pengen banget nikah muda


namun karna permintaan silvi ingin menikah setelah kelar kuliah akhirnya mau nggak mau adit pun menurutinya


"oh. ya udah kalo gitu ayah ibu pulang dulu ya kalian nikmati aja dulu pemandangan disini udara nya seger loh buat kalian refresh pikiran, oh iya temen kamu tina kok nggak kelihatan sih vi kemana dia ??"


"tina pulang kampung yah . katanya kangen sama ayah ibu nya gitu"


"oh. ya udah ayah ibu tinggal dulu ya dah sayang"


"dah ayah ibu" silvi melambaikan tangan untuk ayah ibunya begitu pula dengan adit


dan setelah kedua orang tua silvi pergi disusul pula dengan kedua orangtua adit mereka meninggalkan kedua pasangan kekasih ini di villa, mereka berdua begitu menikmati pemandangan dengan udara yang sangat segar


mereka terus bergandengan tangan seolah tidak ingin mereka lepaskan mereka begitu terlihat sangat serasi dan romantis kedua nya saling bertatap muka satu sama lain


Bersambungg...


hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua

__ADS_1


salam dari aku tinok 😊😊😘


__ADS_2