
setelah mengantar satria keluar tina pun kembali masuk kedalam dan berniat untuk istirahat di kamar namun sebelum dirinya sampai masuk kedalam kamar terdengar suara ketukan pintu dari luar yang menandakan kalau ada yang datang "tok tok tok"
suara ketukan itu terdengar jelas oleh tina dan dia pun langsung bergegas kembali ke depan dan membuka pintu mengecek siapa yang datang "iya sebentar"
dan setelah di buka pintu itu tina pun kaget bukan main karna ternyata orang yang datang adalah saudara perempuan nya yang bernama Aurel "hah.. kak aurel tumben kakak kesini ada apa kak ??"
tina pun langsung menanyakan atas kedatangan Aurel ke kos.an nya itu "dasar tidak sopan, kakak nya datang bukan di suruh masuk dulu malah langsung di kasih pertanyaan yang nggak nggak"
"ohh.. iya kak maaf, silahkan masuk kak" tina pun langsung mempersilahkan aurel untuk masuk kedalam
"bikinin aku minum dong tin, kalau ada jus mangga ya"
"iya kak, tapi mangga nya nggak ada"
"ya udah lah terserah kamu aja"
"iya kakak" tina pun meninggalkan aurel di ruang tamu dan ke belakang mengambil minuman dan juga cemilan untuk aurel
tak selang berapa lama tina pun datang dan membawakan minuman untuk aurel "silahkan kan di minum, ini juga ada cemilan kesukaan kakak"
"iya makasih" aurel menjawab dengan cuek nya tanpa melihat adik nya yang sedang sedikit menahan rasa sakit
aurel pun menikmati cemilan dan minuman yang di bawakan oleh adiknya itu dia terus memakan nya tanpa menawari tina sama sekali, ya memang dari kecil aurel tidak pernah suka dengan tina walaupun mereka ada saudara kandung
aurel begitu iri dengan tina karna tina bisa mendapatkan semua apa yang dia mau dari kasih sayang kedua orang tua nya sampai mendapatkan pacar seganteng dan sebaik satria
"ehh. iya kak, kakak tumben kesini ada apa ya kak ??"
"aku kesini mau minta uang sama kamu buat bayar semester aku, udah mau jatuh tempo soalnya" dengan nada ketus aurel meminta uang kuliahnya dari tina untuk membayar semester
"tapi kak.. aku belum gajian lagian aku juga udah libur 4 hari"
__ADS_1
"hah.. libur 4 hari ngapain sih ?? pulang juga nggak kok"
"jangan jangan kamu bolos kerja karna sibuk pacaran terus ya, aku bilangin sama ayah ya kamu"
"eh.. jangan kak, aku nggak masuk kerja karna aku sakit kak"
"alesan, mana uang nya sini mau aku buat bayar semester tau nggak" aurel ngotot tanpa rasa malu dia terus meminta uang kepada tina
"aku nggak punya uang kak"
"ihh.. dasar pelit loo ya tin" aurel marah karna tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dia terus ngotot meminta uang kepada tina sampai dia mendapatkan nya
"cepetan sih tin mana uang nya"
"aku cuma ada 500ribu kak, emang kakak mau ??"
"500 buat apa .. ya masih kurang lah kalau buat bayar uang semester aku" dia terus memaki tina tanpa memikirkan perasaan tina sama sekali, karna merasa tidak mendapatkan apa apa akhirnya aurel pun menerima uang yang ada di tina ya walaupun dia tau uang itu masih kurang banyak untuk membayar semester nya
"ya udah lah mana uang nya bawa sini, aku mau buru buru ke kampus buat bayar semester aku tapi ini masih kurang ya 2 minggu lagi aku bakal kesini lagi buat minta uang sama kamu"
"kan bisa minta bon dulu sama bos kamu, atau nggak minta aja uang sama sahabat kamu tuh yang namanya silvi" aurel mendesak tina terus bahkan mengajari tina untuk memanfaatkan sahabatnya silvi
"nggak ya kak, aku nggak akan minta uang ke silvi sama sekali" tina membantah permintaan aurel dan tidak ingin memanfaatkan silvi yang sudah baik sama dia
tina pun menangis karna aurel terus mendesak nya dan meminta uang sampai bisa untuk membayar semesternya aurel belum juga mau pulang karna dia belum mendapatkan apa yang dia inginkan
"iya udah ini kak uang 500ribu buat kakak, nanti sisa nya kalo aku udah gajian ya kak bentar lagi kok aku gajian nya"
"bener ya, awas kalau bohong kamu ya nggak bakal aku akuin kamu sebagai adik aku lagi" tina begitu kaget dengan ancaman kakak nya itu dia takut kalau aurel benar benar akan melakukan nya dengan tidak mengakui nya sebagai adik nya
tina hanya bisa terdiam ketika mendengar ucapan dari sang kakak dia tidak bisa menjawab sepatah kata pun dia hanya bisa menangis karna dia begitu takut jika sampai kehilangan kakak nya itu
__ADS_1
dan tak lama aurel pun memutuskan untuk pergi dari tempat tina tersebut, dan ketika aurel keluar dari kos.an itu dia berpapasan dengan silvi sahabat dari adik nya itu dan tanpa dia menyapa aurel terus pergi meninggalkan kos.an adik nya
"hey tin, aku lihat tadi kayak kakak kamu deh tin ??"
"iya memang kak aurel tadi vi"
"ngapain dia kesini ?? dan kenapa kamu nangis ??" tina tidak sanggup menjawab pertanyaan dari silvi dan dia pun memeluk sahabat nya itu dia hanya terus menangis dan menangis di pelukan silvi tanpa menghiraukan keberadaan adit disana
silvi yang keheran.an dia pun langsung berasumsi kalau kedatangan aurel ada hubungan nya dengan tangis dari sahabat nya itu "hey tin kamu kenapa nangis sih ??"
"kak aurel minta uang sama aku, dan kalau sampai aku nggak memberi nya dia bakal tidak menganggap aku adik nya lagi"
"hey. kenapa kamu harus nangis tin ?? kamu harus nya senang karna tidak punya kakak seperti aurel itu yang bisanya hanya mengambil hak kamu"
"tapi dia satu satunya saudara ku vi, hanya dia yang manjadi teman ku walaupun dia nggak pernah menganggap aku hidup" silvi terus menenangkan tangis dari sahabat nya itu sambil menahan amarah kepada aurel yang sudah bertindak seenak nya saja kepada tina sahabatnya itu
silvi terus berfikir gimana caranya agar dia bisa membantu tina yang sekarang dalam keadaan tertekan dari sikap aurel itu "hey kamu diam sekarang ya jangan nangis lagi, sekarang aku antar kamu ke kamar ya"
"ohh.. iya dit maaf ya kita pulang malah mendapat masalah kamu pulang aja ya biar tina aku yang nenangin"
"beneran nggak apa nih aku pulang vi ??"
"iya dit nggak apa kok, aku bisa ngadepin tina sendiri kok" akhirnya adit pun pulang meninggalkan kedua orang itu walaupun berat sebenarnya meninggalkan mereka berdua tapi adit tetaplah pulang dan kembali lagi ke Coffe Shop
di tengah perjalanan adit mendapatkan pesan dari tina "pak jangan bilang satria ya kalau saya lagi ada masalah, saya tidak ingin satria ikut campur dalam hal ini"
adit tidak menjawab pesan dari tina namun dia menuruti kemauan tina yang tidak ingin satria tau hal itu, dia pun meneruskan perjalanan nya menuju Coffe Shop
Bersambungg...
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya
__ADS_1
Terimakasih semua
salam dari aku tinok 😊😊😘