Kisah Cinta Si Gadis Cupu

Kisah Cinta Si Gadis Cupu
Eps 87


__ADS_3

silvi yang kini sedang dalam perjalanan ke rumah adit dia menghubungi aurel untuk memberitau kan kalau dia adit dan satria akan segera pergi ke tempat janjian yang sudah di setujui tadi


"kring kring kring"


"kring kring kring" tak ada jawaban dari aurel


"kring kring kring" masih belum juga di jawab


Karna aurel yang kini tengah makan bersama hp nya pun di tinggal di kamar dia lupa membawa nya jadi ketika silvi menghubungi nya dia tidak tau


"ini orang kemana sih di telfon nggak di jawab terus ??"


"kalau dia yang telfon nggak di jawan marah marah minta ampun giliran sekarang dia sendiri yang nggak ngejawab telfon dari gua, dasar bangs*t"


silvi terlihat marah namun dia tetap mencoba menghubungi aurel terus meskipun belum tentu di jawab


"ini orang kenapa sih nggak di jawab juga telfon gua"


"tauk lah" silvi melanjutkan perjalanan nya ke rumah adit karna memang masih jauh


Silvi menyetir mobil dengan kecepatan sedang dia terlihat sangat tidak sabar untuk segera sampai ke rumah adit


Setelah beberapa menit silvi pun sampai di rumah adit dia pun langsung turun dari mobil dan segera mengetuk pintu rumah adit


"tok tok tok"


"tok tok tok"


"adit ini aku silvi"


"iya sebentar sayang"


*ceklek* suara pintu terbuka dan adit lah yang membuka pintu itu untuk silvi


"lama banget sih" silvi sedikit ngambek dengan adit


"maaf lah sayang tadi lagi di kamar jadi agak lama turun nya"


"bukan lama lagi tapi lama banget tau"


"iya iya aku minta maaf janganlah ngambek sayang, maafin aku ya ?"


"oh iya aku kesini kan mau nanya sama kamu soal satria dan dinner nanti malam janjian sama aurel kakak nya tina"


"memang nya mau nanya apa sih sayang ??"


"satria jadi kan nanti malam ikut ke restoran tempat janjian kita ??"


"oh iya soal itu ya, sebentar sebentar aku ambil hp aku dulu di kamar"


"iya udah sana, nggak pake lama loh"


"iya calon istriku"


Silvi di buat tersenyum manja dengan panggilan sayang dari sang kekasih karna memang pernikahan mereka berdua tinggal menghitung bulan namun sebelum pernikahan itu terjadi silvi dan juga adit sepakat untuk menyatukan tina dan satria kembali


"pokoknya sebelum aku nikah sama adit kalian berdua harus kembali dulu titik" silvi berbicara sendiri dan mondar mandir sedari tadi


"hai sayang" terdengar panggilan sayang dari atas

__ADS_1


"cepetan sih dit ini aurel sedari tadi hubungin aku terus tau dia nggak sabaran soalnya"


"iya iya sabar sih sayang"


"alah cepetan sih"


Adit berjalan menuri tangga rumah nya untuk menghampiri silvi yang berada di sofa depan tv


"ini loh lihat aja chatt.an nya gimana" adit menyerahkan hp nya kepada silvi agar silvi membaca nya sendiri


"bagus lah kalau dia mau kamu harus pastiin satria benar benar datang awas kalau nggak"


"kalau nggak kenapa ??"


"ih kamu ini ya nyebelin banget sih dit" silvi mencubit paha adit sampai adit meringis menahan sakit


Karna waktu sudah nunjukin pukul 7 akhirnya mereka pun bersiap siap silvi berdandan adit juga bersiap siap ganti baju untuk melaksanakan apa yang sudah di rencanakan sebelum nya


dering telfon berbunyi di hp silvi dan itu adalah panggilan dari aurel


"kring kring kring"


"hallo kak"


"hallo lu udah siap belom ??"


"udah kok kak ini juga udah mau jalan menuju tempat janjian"


"bagus lah ini gua sama tina juga udah siap tapi lagi nungguin taxi buat anter kita berdua, terus gimana kamu udah pastiin kan kalau satria bakal datang ??"


"iya kak dia mau datang kok"


"iya kakak semoga hari ini berhasil"


"semoga, ya udah ya gua mau jalan dulu ini taxi nya udah dateng soalnya"


"iya kak hati hati di jalan"


"iya bocil"


Telfon itu pun terputus silvi bersama adit berangkat begitu pula dengan tina dan juga aurel mereka akan bertemu di tempat yang sudah di tentukan tanpa sepengetahuan tina


Dan ternyata aurel tina silvi adit secara bersamaan mereka sampai di tempat janjian namun aurel berpura pura tidak tau akan hal itu


"hai tin" sapa silvi


"iya" jawab singkat tina


"eh lu kesini juga ya ? Tumben akur sama kakak lu" silvi mencoba mengajak ngobrol tina namun tidak di gubris oleh tina sama sekali


"kak yok kita masuk kedalam gua udah laper tau"


"eh iya yok" mengikuti tina yang sudah berjalan duluan


"gua duluan ya vi"


"iya kak"


Silvi melihat begitu dingin nya sikap tina terhadapnya namun dia berusaha untuk bisa menerima itu semua demi kebaikan bersama karna memang silvi ingin memperbaiki hubungan nya dengan tina sekaligus mengembalikan cinta tina terhadap satria lagi

__ADS_1


Karna silvi tau kalau tina masih begitu amat mencintai satria namun terpaksa dia harus memendam nya karna tidak mendapatkan restu dari orangtua satria


Hubungan mereka di tentang oleh ibu satria yang sangat sangat membenci tina karna merasa kalau mereka sangat beda level


"tin aku tau kamu masih marah sama aku namun aku bakal berusaha untuk bisa mengembalikan senyum mu lewat dari satria yang kini masih tersimpan dalam hatimu" silvi bicara dalam hatinya


silvi dan adit masih di luar resto menunggu satria datang dan tak selang berapa lama satria pun datang dia langsung menghampiri silvi juga adit yang menunggu nya di luar


"akhirnya lu dateng juga bro" adit menyapa satria


"pastilah bro, lu kan tau sendiri gimana gua"


"iya deh, yok kita masuk perut gua udah laper sama ini calon istri gua juga pasti udah laper"


"hahaha iya dah calon istri"


"makanya lu tuh buruan nyari"


"nggak ada yang ngebuang bro mau nyari dimana, hahaha" ketawa kecil


"ah, lu bisa aja bro"


Mereka bertiga pun masuk bersama mereka duduk di sebelah meja aurel juga tina dan pada saat itu tina belum sadar kalau satria juga ikut disana dia masih menikmati makanan yang dia makan


"hei cil, tuh temen lu silvi"


"biarin lah kak"


"ih noleh dulu sih napa"


"ada apa sih kak ribet banget" tina sedikit membentak aurel


"noh lihat dulu napa" aurel memaksa tina untuk menoleh


"hah" tina kaget melihat satria yang berada di hadapan nya saat itu


"eh cil itu cowok siapa sih, boleh lah buat kakak"


"kakak nggak boleh sama itu cowok"


"emang nya kenapa ??"


"nggak boleh aja"


"alah biarin sih napa, gua samperin dia ya cil mau kenalan sama tuh cowok"


"kakak kan aku udah bilang kakak nggak boleh deket deket sama itu cowok kok ngeyel banget sih" sedikit marah dan membentak sang kakak


aurel melihat raut muka tina yang kini memerah karna marah masih begitu jelas kalau tina belum bisa rela satria pergi dari sisinya dan masih belum bisa terima kalau dia harus pisah dengan satri namun semua ini karna restu orangtua yang belum dia dapat


Dia dan satria harus berpisah akan itu semua, dia ingin mendekati satria namun dia ingat akan kata kata dari ibu satria kepadanya


Bersambungg....


Hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊


Terimakasih semua


salam dari aku tinok 😊😊😘

__ADS_1


__ADS_2