
ini adalah giliran kedua orangtua satria yang berjaga di rumah sakit dan ternyata kabar baik pun terdengar di telinga mereka lalu ibu dari satria mengabari adit sahabat satria untuk memberitaukan kabar tersebut
setelah silvi dan adit mendapatkan kabar dari kedua orangtua satria kalau satria sudah sadar kedua pasangan itu pun bergegas berangkat menuju rumah sakit untuk memastikan kabar tersebut
"sayang aku seneng banget dengar kabar ini" silvi berbahagia mendengar kabar baik itu
"iya sayang aku juga" adit menjawab
"semoga apa yang di prediksi dokter tidak benar ya sayang, semoga satria baik baik saja dan mengingat kita semua"
"semoga sayang"
adit melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang mereka menuju ke rumah sakit untuk menjenguk sang sahabat
"sayang apa aku kabari tina juga ya ??" tanya silvi
"boleh tuh, coba deh yang"
silvi mengambil hp dan mencoba menghubungi tina lewat sambungan telfon namun tidak ada respon jadi dia pun memutuskan untuk mengabari tina lewat pesan singkat saja
"semoga tina mau ke rumah sakit ya sayang" silvi berdoa
"iya sayang, aku juga berharap seperti itu dan semoga satria tidak melupakan tina"
"tapi ini aku chatt nggak di bales di telfon pun juga nggak di terima apa dia baca ya chatt aku ??"
"udah kamu tenang aja ya, kita lihat saja nanti"
"baiklah sayang"
tina yang mendengar suara dering hp nya mencoba untuk melihat pesan dari siapa yang baru saja masuk dan setelah melihat pesan itu tina pun menangis entah apa yang dia rasakan namun itu yang terjadi
"sayang kamu kenapa nak kok nangis ??" tanya sang ayah
"tin hey jawab kami kamu kenapa ??"
"aku nggak apa apa kok yah bu" jawab tina dengan suara yang tersedu sedu
"lalu kenapa kamu menangis sayang ??"
"ini aku baru saja dapat pesan dari silvi kalau teman aku yang koma di rumah sakit kemarin sudah sadar bu namun dia belum tau keadaan nya karna silvi masih di perjalanan ke rumah sakit"
"kamu nggak mau kesana sayang ??" tanya sang ibu kepada tina
dan pertanyaan itu pun mencengangkan untuk tina dengar dia ingin sekali kesana namun jika ada kedua orangtua satria pasti dia nggak akan di ijinkan untuk bertemu dengan satria
__ADS_1
"aku ...."
"kamu harus kesana sayang jenguk teman kamu" pinta sang ayah kepada tina
"iya aku harus kesana yah bu, aku mau pastiin kalau dia baik baik saja"
"semoga ya sayang"
"ya udah aku pamit ya ayah ibu" bersalaman dan mecium tangan kedua orangtua nya
"hati hati di jalan sayang" teriak ibunya
"iya bu"
tina memesan ojek online agar bisa cepat sampai ke tempat tujuan setelah cukup lama dia menunggu di pinggir jalan ojek online pesanan nya pun datang
"dengan mbak tina ??"
"iya" tina pun langsung naik ke atas motor dan tukang ojek pun melajukan motornya
"pak pak boleh agak cepet nggak ??"
"baik mbak"
motor itu pun melaju memecah keramaian jalan raya itu dan tak sampai setengah jam tina pun tiba di depan rumah sakit dimana itu adalah rumah sakit yang merawat satria
"masuk nggak masuk nggak ??" pertanyaan yang ada di kepala nya
"tapi nanggung sudah sampai disini masak nggak mau masuk sih ?? urusan ketemu ibunya satria mah nanti urusan belakangan yang terpenting melihat keadaan satria saat ini" menghela nafas panjang dan mulai melangkahkan kaki nya untuk masuk kedalam rumah sakit
tina berjalan dengan perasaan campur aduk dia takut kalau sampai harus bertemu dengan ibunya satria namun di sisi lain dia juga ingin melihat keadaan satria saat ini
di tengah dia ingin masuk kedalam rumah sakit dari belakang ternyata ada yang mengikuti nya dia ingin menoleh tapi takut kalau yang mengikuti dirinya adalah ibu satria jadi tina hanya bisa menambah kecepatan melangkah nya
"hey tin" panggil tina dengan suara lantang
namun tina masih belum berani menoleh dia semakin mempercepat laju kaki nya tina pura pura tidak dengar dan menatap ke arah depan
"tinaaa"
"ini gua silvi noleh napa sih ??"
"hah silvi ??" bertanya pada hatinya dan berenti melangkah lalu menoleh ke arah belakang
"kenapa sih lu di panggil malah lari ??"
__ADS_1
"hehe.. gua takut sih kalau tadi yang manggil gua itu ibu nya satria"
"ya sebenarnya sih ibu dan ayah satria masih disini tapi aku pengen kamu juga melihat keadaan satria saat ini apa kamu nggak pengen lihat satria ??"
"sebenarnya ya pengen tapi ibu nya satria kan nggak suka dengan aku, lagipula aku juga nggak di harapkan disini"
"itu lu sendiri yang bilang kalau gua yang bilang lu itu sangat berarti dan di harapkan oleh satria untuk di samping nya, ya walaupun satria sekarang dalam keadaan hilang ingatan sih tapi gua yakin kalau jiwa kalian itu sudah terikat kuat"
"aku udah nggak mau mengharap lagi sama satria vi, aku udah capek dengan semua nya yang terjadi apalagi setelah melihat kalau ibunya satria nggak suka sama aku"
"aku tau tin tapi kamu harus tetap perjuangin hubungan kamu ini kamu harus kuat buktiin sama ibunya satria kalau kamu benar benar pantes buat satria, maafin aku ya aku nggak bisa bantuin kamu apa apa"
"eh nggak apa apa kok vi tenang aja ya"
"yok kita ke ruangan satria"
"tapi aku takut kalau ibunya satria marah sama aku nanti gimana ??"
"udah tenang aja kan ada aku sama adit"
"baiklah" mereka bertiga pun berjalan bersama terlihat begitu kompak setelah lama tidak pernah bertemu dan kumpul akhirnya sekarang ada waktu untuk bisa berkumpul lagi meskipun hanya sebentar
mereka berjalan menuju ke ruangan satria yang sudah di info kan oleh kedua orangtua satria kepada adit namun ketika mendekati ruangan tersebut tina sudah terlebih dulu melihat kedua orangtua satria terutama sang ibu yang membuat tina mundur
"hey kamu kenapa tin??" tanya silvi
"aku takut vi itu ada ibunya satria"
"udah tenang aja kita bareng bareng ya nanti biar adit yang ngomong sama ibunya satria"
"iya tin nanti aku bakal ngomong kok sama ibunya satria, jadi kamu tenang aja ya" sambung adit meyakinkan tina
"pelan pelan ya dit vi jalannya"
"iya"
mereka pun berjalan kembali sembari tina berjalan di belakang silvi untuk menghindari dari pandangan ibu satria namun apalah daya meskipun di belakang ibu satria tetap saja melihat nya tapi karna sudah terlanjur sampai tina tetap disana
silvi dan adit tetap mendampingi tina yang merasa ketakutan karna melihat pandangan sinis dari ibu satria menandakan kalau dia benar benar tidak suka tina berada disana
Bersambungg......
hay gaes dukung terus karya ku ya supaya aku bisa menyelesaikan karya ku ini dengan baik dan rapi .. jangan lupa like dan coment di setiap episode episode nya ya dan jangan lupa pula buat vote novel ku ya gaes . 😊
Terimakasih semua
__ADS_1
salam dari aku tinok 😊😊😘