Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
mulai


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang dinanti bagi Azriel. Namun hari yang menakutkan bagi Ayu. Azriel bersiap untuk menjemput Ayu sesuai dengan pesan yang dia kirimkan. Dan Ayu menanggapinya akan siap setelah ashar bisa pulang bersama Azriel. Di Kos, Ayu berpamitan dengan pemilik kos. Dia sengaja pulang paling akhir. Untuk menghindari teman temannya. Karena teman kos ayu sebagian besar berasal dari kecamatan yang sama dengan Ayu. Dipastikan mereka kenal Ustad Azriel. Ayu takut dengan banyak pertanyaan dari teman temannya dan banyaknya gosip yang nanti akan menyebar.


Azriel memperlakukan Ayu dengan sangat lembut. Ketika berjalan menuju parkir mobil, membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Ayu masuk. Sungguh manis. Semua permintaan Azriel untuk mengajak Ayu makan dan mampir ke tempat wisata ditolak Ayu. Bahkan ketika Azriel turun untuk membeli pesanan ibunya, Ayu tidak berani ikut turun. Dia takut akan ada orang yang mengenal mereka jalan bareng. Yang paling dia takutkan adalah bapaknya. Dia sangat takut bila di jalan ketemu bapak atau teman bapak. Tidak bisa dia bayangkan bencana apa yang akan terjadi. Selama perjalanan di mobil, dimana Ayu duduk bersebelahan di depan dengan Azriel, Ayu tidak berani menatap. Dia alihkan pandangannya ke luar jendela. Awalnya dia memilih untuk duduk di belakang. Namun Azriel menolak dan meminta dengan sangat Ayu untuk duduk di depan besamanya.


Azriel membuka pembicaraan dengan Ayu.


“Dek … mulai sekarang kalau manggil jangan Ustad ya. Panggil ‘mas’ aja“ Azriel berbicara dengan sangat lembut.


Ayu tersenyum. Harus jawab apa dia?


“Apa gak sebaiknya panggil ustad saja? soalnya nanti dikira kita ada apa apa”.


“Memang kalau apa apa kenapa? Dek ayu gak mau kita ada hubungan?“ Azriel bertanya serius. Sesekali dipandangnya sang gebetan di samping. Suasana hening. Ayu tiba tiba diam dan menundukkan kepala. Seperti takut dan sedih.


Azriel yang melihat respon Ayu yang tidak seperti biasa, akhirnya mengurungkan niatnya untuk mendesak Ayu menjawab. Dia tersenyum sambil mengusap rambut Ayu yang panjang dengan sangat hati hati. Ayu sampai saat ini belum memakai jilbab. Kesehariannya ketika di Desa memang belum memakai jilbab. Dia hanya mengenakannya ketika mau ke madrasah atau ke mushola untuk mengaji. Hampir semua penduduk desa yang perempuan belum mengenakan jilbab. Hanya keluarga Azriel dan anak anak kyai di desa yang mengenakan. Sehingga terlihat sekali mana keluarga ulama dan mana keluarga biasa. Azriel belum mempermasalahkan dengan cara penampilan Ayu. Dia bermaksud menuntun Ayu bila sudah memperoleh hatinya. Dia melihat meskipun belum memakai jilbab, tapi pakaian Ayu tertutup dan longgar. Rambutnya terurai panjang ke pinggang. Sering diurai bila di luar sekolah. Tapi bila sekolah, ayu lebih sering mengikat atau mengepangnya. Cara berpakaian Ayu terlihat sopan tidak mengikuti tren model teman temannya. Mungkin juga Karena Ayu tidak mampu mengikutinya.


Ayu terkaget dengan usapan tangan Azriel. Dia memandang Azriel dengan  perasaan sedih. Ingin sekali dia mengutarakan apa yang selama ini menjadi beban. Dia mulai nyaman dengan keberadaan Azriel. Azriel belum melepas tangannya dari kepala Ayu. Mereka berpandangan. Ada buliran air mata yang siap jatuh di pipi Ayu. Azriel tidak tahan. Dia meminggirkan mobilnya ke pinggir. Dia cari tempat yang aman untuk mengobrol.

__ADS_1


“ Ada apa ?“Azriel “katakanlah“ mas siap mendengarnya. Jadikan mas sandaranmu untuk berbagi. Kamu tidak perlu takut“ lanjut Azriel. Buliran air mata yang dari tadi ditahan Ayu, akhirnya jatuh. Dia tidak bisa menampungnya lagi. Ayu menumpahkan semua kesedihannya. Dia menangis hingga beberapa lama sampai tersungguk.


Azriel mendiamkan posisi Ayu. Dia tidak merespon apa apa hingga beberapa menit. Baru setelah dia tidak mendengar isakan tangis Ayu, dia membelai pucuk kepala Ayu. Dia hadapkan Ayu di depannya. Mereka berpandangan. Azriel memandang Ayu dengan lekat. Sangat lekat.


“ Kenapa kamu memilih aku ??? “ akhirnya kata kata itu yang terucap dari bibir Ayu.


“ Aku tidak tahu“Azriel menjawab setelah memejamkan matanya sesaat.


Ya, memang dia tidak tahu kenapa hatinya terasa terikat dengan Ayu. Selama ini dia juga mencari jawabannya. Apa karena wajah ayu yang mempesona, apa karena kecerdasan Ayu, apa karena keramahan Ayu dan sikap perilakunya, atau karena dia sering bertemu Ayu sehingga membuat dia cinta karena sering memperhatikannya? Dia tidak pernah tahu jawaban pasti. Dia sudah melakukan sholat Istikharah untuk menetapkan hatinya dengan Ayu berkali kali. Selama di pondok dia menjalani semua ajaran agamanya untuk memantapkan dan memilih pendampingnya. Dan jawabannya, hatinya semakin terikat kuat dengan sosok seorang Ayu.


“Tolong pikirkan lagi “. Ayu


“Pandangan mata Azriel seolah menantang. Dia laksana elang yang siap menerjang semua halangan di depan yang menghadang.


“Aku bukan siapa siapa“ jawaban ayu dengan suara serak.


“Kamu wanita pilihanku. Yang akan menjadi pendamping hidupku “ Azriel

__ADS_1


“Aku tidak pantas !!! lihatlah kamu dan lihatlah aku … kita …. ??? “ Suara Ayu meninggi mulai ada emosi dari kata katanya.


Namun tanpa diduga Azriel langsung memeluk Ayu. Dia memeluknya dengan  erat, sangat erat. Dia tenggelamkan wajahnya di rambut Ayu. Dia menumpahkan kerinduannya selama ini. Selama 2 tahun di di pondok tanpa mengetahui kabar satu sama lain. Ayu berusaha melepas pelukan Azriel. Tapi kekuatan Azriel jauh lebih. Akhirnya dia luluh. Dia membiarkan Azriel memeluknya. Tanpa membalas. Dia masih punya logika dan kewaspadaan. Mereka laki laki dan perempuan bukan muhrim. Di mobil berdua dan di tempat sepi. Ayu masih berusaha membentengi diri.


“ Aku mohon. Terimalah aku dek. Mas begitu tersiksa dengan rasa ini. Mas tidak bisa tidur, tidak bisa berhenti memikirkanmu. Tolong mas “ Azriel menumpahkan air mata di kepala Ayu. Dia membenamkan kepalanya. Mencari kekuatan untuk itu.


“ Kalau kamu tersiksa. Lepaskanlah. Lepaskan aku. Memang aku tidak pantas. “ balas Ayu tanpa berpikir. Dia pasrah


Azriel melepaskan pelukan dengan cepat dia tatap mata bening di depannya. Ada rasa kecewa dan marah yang dirasakan Azriel.


“ Kenapa? “


“Katakan kenapa kita tidak bisa bersama ? “


“Kita harus menyelesaikan hal ini sekarang juga “ Azriel bertanya bertubi tubi membuat Ayu bingung.


Sebenarnya Ayu tidak mau menjawab itu. Tapi dia pasrah dan ikhlas bila Azriel akan menghilang setelah ini. Azriel mengunci pintu mobil. Ini mengkode bahwa dia tidak mau Ayu keluar mobil. Azriel menyenderkan kepalanya di jok kursi. Dia memejamkan matanya untuk beberapa lama. Dia menunggu kata kata Ayu untuk menjelaskan.

__ADS_1


Tapi ternyata …..


yang ditunggu bingung. ENG ING ENG. Ayu bingung mau apa. Kebanyakan rumus kimia, fisika dan akuntansi sih yu …  Author bingung yu …. Mau mulai menjelaskan apa kepada Azriel. Kok jadi Author yah yang mau ngomong ke Azriel … jangan jangan … author yang ngefans sama Azriel. Malah mau misahkan Ayuu dari Azriel. Hadeeehhh….


__ADS_2