
“ Semua. Semua yang kamu miliki. Aku mau “ Azriel menatap tajam Ayu dengan tatapan misterius. Ayu tercekat mendengar itu.
“ Apa maksud kamu ? “ (Ayu sudah melupakan panggilan bapak untuk seorang direktur utama perusahaan besar, kini baginya perbuatan Azriel meruntuhkan perfoma seorang direktur utama). Meronta, melawan, hanya itu yang bisa Ayu lakukan. Azriel mencengkeram kedua tangan Ayu di dinding pintu.
“ Lepaskan Aku … mas. Ini tidak benar “ Ayu hampir menangis.
“ Mas … kamu memanggilku dengan mas? Akhirnya kamu mengakui aku heeemmm ? “ Senyuman Azriel menyeringai tajam.
“ Aku salah. Kamu bukan mas Azriel yang dulu. Kamu orang terhormat yang pergi untuk mengejar kehormatan. Kamu orang lain. Yang rela meninggalkan semua demi kedudukankekayaan !!! “. Ayu menantang Azriel dengan kata kata memancing. Azriel meremas bahu Ayu, ada rasa kecewa ketika Ayu mengatakan bahwa dia pergi hanya untuk kehormatan.
“ Apa bedanya kamu yang meninggalkan diriku hanya untuk merebut mimpi menjadi orang berkedudukan tinggi ? “ Azriel menahan emosi.
“ Tapi aku masih punya moral, tidak seperti kamu yang setiap hari bisa memanfaatkan perempuan karena statusmu, bisa bermesraan dengan sekretarismu tanpa ikatan …menjijikan !!! “ Ayu tersenyum mengejek.
“ Siapa yang ~~~~menjijikkan … heeemmm ? “ Azriel membalikkan badan Ayu dengan keras melempar ke tempat tidur dan menindih. Dia tersulut emosi.
“ Aaaaahhhh … lepas …. Iiiiiihhh … lepaskan aku Mas Azriel !!! “ Ayu memukul dada Azriel dengan sekuat tenaga. Kakinya berusaha menendang bagian bawah tubuh Azriel, namun hingga beberapa menit kekuatan Ayu semakin melemah. Tidak ada artinya dibandingkan dengan Azriel .
“ Sampai segini, Hanya sampai segini kekuatanmu untuk melindungi diri …? Sombong. Berani ketemu 4 pria di restoran malam-malam. Tapi hanya segini kekuatanmu untuk melawan … heeeemmm ? “
“ Dari mana kamu tahu aku ke restoran malam ? “ Ayu kaget dengan pernyataan Azriel. Nafasnya masih terengah engah. Apa Lia yang cerita?.
__ADS_1
“ Apa menurutmu Lia bisa datang sendiri ke restoran atau kebetulan melihat kamu dengan playboy-playboy itu ? “
“ Maksudnya mas yang menyuruh Lia datang menyelamatkanku ? “ Ayu berhenti meronta. Dia menatap Azriel dengan wajah tanya. Jika memang Lia datang atas perintahnya, mungkin masih ada kepedulian atau bahkan ……. sedikit rasa cinta Azriel untuknya.
Ayu menatap Azriel menuntut jawaban, tapi sang direktur hanya terdiam … hanya tatapan mata penuh makna. Ada kejujuran di mata kedua insan ini, tatapan penuh memuja namun tertahan karena kebencian yang belum reda. Azriel mendekat dengan bibir sedikit terbuka. Semakin lama jarak antara mereka terkikis, Ayu tahu apa yang akan dilakukan Azriel. Ayu menutup mata mengisyaratkan bahwa dia tidak menolak keinginan Azriel …. untuk ******* kembali bibirnya.
Tok…Tok … toooookkk … ( Suara ketukan dari luar ).
Ayu tersadar dan mulai menepis cengkeraman tangan Azriel.
“ Biar aku yang membuka. Tunggu di sini ! “ Azriel turun dari tempat tidur.
“ Itu apa ? “
“ Itu … ada yang mencari mbak Ayu. Katanya Kepala Dinasnya. Beliau nyari- nyari dari tadi. Maaf pak, tadi saya tidak sengaja melihat Pak Azriel menuju kamar dengan Mbak Ayu. Mohon maaf pak … bila saya lancang. “ Asisten Azriel mengatakan dengan lirih dan terus menunduk. Dia sungkan seperti menuduh bosnya membawa perempuan di kamar khusus yang disewa untuk sang direktur utama itu.
Setelah menutup pintu, Azriel mendapati Ayu yang ternyata sudah tertidur dengan menyender pada kepala ranjang. Dia belai wajah nan ayu Ayu dengan lembut. Dan bibirnya yang pink ranum. Diusap dengan memejamkan mata.
“ Bangun. Bangun dek … Pak Kadis sudah menunggu di lobi. “ Dia membelai wajah itu dengan penuh rasa. Lembut memanja. Ayu membuka matanya dan segera turun dari tempat tidur. Dia meninggalkan Azriel di tempat. Tanpa mengatakan apapun.
Hari ini tepat hari dimulai baksos program pertama, pemberantasan buta aksara. Beberapa mobil sudah terpakir rapi di lapangan desa Sekar Arum. Program akan dilakukan selama 3 bulan penuh termasuk di dalamnya pembangunan perpustakaan ke desa desa. PT ADI WARDANA datang dengan beberapa mobil. Tampakpekerja dari perusahaan besar itu menurunkan banyak buku dari truk pengangkutan yang berjejer.
__ADS_1
“ Buku dari mana ini, buku apa pak ? “ Ayu mendekati salah satu pekerja.
“ Ini dari ADI WARDANA mbak. Ini sepertinya buku tulis yang di 3 truk. Kalau yang di truk truk belakang ada buku gambar, buku cerita dan buku bacaan mbak “
“ Kok bisa pak ? kami kan hanya kerjasama untuk perpustakaan desa, masih sebulan lagi. Untuk buku tulis yang akan mensupply dari dinas kami pak. “ Ayu heran melihat banyaknya buku yang diturunkan. Padahal tidak ada dalam proposal dari dinas mereka maupun waktu presentasi serta dalam kontrak yang menyatakan bahwa akan ada pengadaan buku tulis dan lain-lain. Hanya pengadaan buku bacaan perpustakaan untuk sebulan lagi. Bukan sekarang. Ayu bergegas menuju Lia yang lagi mengibas-ngibaskan rambutnya karena kepanasan.
“ Maaf mbak Lia … apa benar ini buku-buku dari PT ADI WARDANA ? “ Ayu bertanya dengan lembut. Agak sungkan dengan Lia mengingat perilaku Lia di lantai dansa.
“ Ya. Kenapa ? bukannya seharusnya dari Dinas senang. Gak perlu tanya !. Dikasih Barang Banyak di Luar Kontrak. Nilainya berapa milyar sendiri. Gak tahu tu, alasannya si bos. Sampai seperti itu. Dengan uang pribadi lagi.” Lia bersungut sungut. Ada ketidaksukaan Lia ketika berhadapan dengan Ayu. Ayu mencerna kata kata Lia, dia harus mengclearkan hal ini. Jangan sampai ada barang barang yang di luar kontrak dan kerangka anggaran dari pemerintah pusat. Karena ketika pemeriksaan, akan banyak temuan yang harus dipertanggungjawabkan. Sementara itu, Azriel terlihat sibuk berbincang dengan beberapa petinggi kecamatan dan Desa yang menyambut. Ayu tidak bisa mendekati.
Acara pembukaan untuk penyambutan rombongan dari dinas provinsi dan PT ADI WARDANA berlangsung dan menuju penghujung acara. Di panggung terlihat barisan anak dengan seragam yang sama dan barisan ibu ibu yang memakai seragam senada berjejer memenuhi panggung.
“ Dan acara terakhir adalah pemberian santunan serta beasiswa pendidikan penuh dari PT ADI WARDANA untuk anak anak putus sekolah di semua desa agar melanjutkan pendidikan hingga sarjana !!! “ beri tepuk tangan yang meriah untuk Direktur Utama PT ADI WARDANA, silahkan bapak Azriel “ MC mempersilahkan Azriel menaiki panggung. Ayu terkaget dengan acara ini, Kepala Dinas menyenggol lengan Ayu.
“ Mbak Ayu, benar-benar hebat pak Azriel. Menyumbangkan buku di luar kontrak senilai 10 milyar totalnya dan beasiswa untuk ratusan anak anak putus sekolah. Menyemangati Ibu ibu yang buta huruf untuk belajar baca tulis dan kemarin minta ijin kepada saya untuk menambah fasilitas lain di semua perpustakaan seperti MCK, taman bermain anak di area perpustakaan desa serta aula untuk sanggar serba guna !!! “ Kepala dinas menerangkan dengan berbinar semangat.
“ Tapi gimana nanti pemeriksaannya pak, banyak kegiatan serta barang di luar kontrak. Apa tidak riskan waktu pemeriksaan pak ? “ Ayu masih khawatir.
“ Jangan khawatir mbak. Mas Azriel kemarin langsung ke Jakarta. Dia meminta ijin dan sudah mengurus semua administrasi untuk pertanggungjawaban dan semua lengkap. Kita harus mendukung orang seperti ini. mau mengeluarkan uang pribadi untuk acara sosial. Saya semakin terkagum dengan mas Azriel. Kami kenal beberapa tahun terakhir ini. Beliau luar biasa. Tidak ada yang cacat ! “ Kepala Dinas menerangkan dengan gamblang. Ayu terdiam. Sedikit merasa bersalah atas pikiran buruk terhadap Azriel. Dia melihat Azriel di panggung dengan senyuman manis yang …. membuat meleleh.
“ Apa sih. Bagaimana juga aku kagum melihat dia. Ingat Ayu dia dan keluarganya yang menyebabkan bapakmu sekarang di kursi roda. Mereka juga yang membuat hidupmu harus banting tulang mengalami semua kesusahan untuk menyekolahkan Ati dan Uma. Dan ibu tiap hari harus menangis mendengar hinaan orang. Aku tidak boleh lupa !!! “ Ayu menyingkirkan perasaaanya yang mulai timbul kekaguman dan terpesona kembali dengan sosok seorang Azriel.
__ADS_1